TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

AOI Cetuskan Konsep SNI Multikualitas Beras Organik

16/09/2015 , ,

image

Aliansi Organis Indonesia (AOI) mengusulkan adanya penerapan sistem standar nasional Indonesia (SNI) beras baru, yakni multikualitas beras organik. Penerapan sistem itu berfungsi untuk membedakan antara beras kualitas umum dan kualitas khusus yang organik.

Direktur AOI, Rasdi Wangsa, optimistis sistem itu bisa meningkatkan kualitas produksi beras organik Indonesia. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan petani, karena harga hasil panen yang bagus.

“Selain meningkatkan pendapatan penggiling, meningkatkan keuntungan pedagang gabah/ beras, dan menekan impor beras premium/ organik, bermanfaat pula untuk konsumen,” ujarnya dalam helatan Bogor Organic Fair(BOF) 2015 di GOR Pajajaran Bogor, Sabtu (12/9).

Rasdi menjelaskan, pencetusan ide SNI multikualitas untuk beras dilatari kondisi petani dan bahan makanan pokok masyarakat di Indonesia. Menurut dia, sistem yang memadai diperlukan untuk menyesuaikan dengan perubahan pola konsumsi beras serta tantangan impor dan potensi beras organik.

SNI multikualitas beras organik, ia menambahkan, juga penting untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebab, beras organik berkualitas hasil petani bisa berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri.

“Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan aneka produk organik, terlebih dengan adanya program pangan yang mencanangkan pengembangan 1.000 Desa Organik,” paparnya.

AOI mendata, produksi beras nasional mengalami peningkatan selama 20 tahun terakhir, meskipun rata-rata di bawah 3 persen. Pada 2012, produksi beras nasional mencapai 39,1 juta ton dengan konsumsi sekitar 33,4 juta ton; sehingga ada surplus sekitar 5,6 juta ton.

Hambatan produksi beras di antaranya beras diproduksi sebagian besar oleh petani skala kecil. Jumlah rumah tangga petani padi mencapai 15 juta, di mana 75,98 persen memiliki kurang dari 0,5 persen hektare (ha) sawah.

Rata-rata kepemilikan lahan sawah hanya 0,3 ha, sementara sumber daya seperti lahan, air, SDM, pupuk, dan pestisida semakin terbatas dan mahal.

Rasdi menyebutkan, perlu terobosan teknologi untuk meningkatkan produktivitas beras. “Untuk itu, selain penerapan standar yang baik, konsumen dan petani skala kecil juga harus dilindungi,” katanya.

Sumber: www.republika.co.id

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107