
Baksos dilakukan atas swadaya masyarakat sendiri dilakukan oleh kelompok kesehatan alternatif Harum Amarullah di Jl Makmur, Dusun Dahlia, Desa Sambirejo Timur, Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan. Bakti sosial kesehatan ini dilakukan selama 2 hari (24 – 25 Juni 2009) dengan maksud untuk melayani masyarakat kalangan sangat miskin yang tidak mampu mengakses kesehatan umum yang biasanya sangat mahal.
Praktisi pengobat yang diturunkan untuk pengobatan gratis ini sebanyak 33 orang berasal dari berbagai kelompok kesehatan alternatif dampingan Yayasan BITRA Indonesia yang ada di 4 kabupaten kota (Langkat, Binjai, Deli Serdang dan Serdang Bedagai).
Menurut Rahman (49 tahun) sebagai salah satu praktisi akupunkturis yang telah mengikuti kegiatan baksos sejak 2004, kini juga ikut dalam tim pengobat kegiatan baksos kali ini, “sekarang masyarakat telah mulai muncul kesadarannya dan mulai menggandrungi pengbatan alternatif seperti ini”. “Baksos ini juga merupakan kegiatan yang dilakukan secara swadaya dan atas bantuan dan partisipasi masyarakat sekitar lokasi baksos, karena simpati dengan apa yang kami lakukan maka masyarakat menyumbangkan makan siang bagi kami para pengobat”, Kata Legiso (37 tahun) sebagai Ketua Kelompok Kesehatan Alternatif Harum Amarullah.
“Untuk mendiagnosa penyakit pasien yang datang kami menggunakan teknik diagnosa iridology, dimana pasien diperiksa iris atau bola matanya, dengan menggunakan lampu senter khusus, lalu difoto menggunakan kamera digital, hasilnya dimasukkan ke dalam komputer untuk dianalisis dan diketahui penyakitnya. Selain itu diagnosa juga dilakukan dengan pemeriksaan lidah, dan palpasi di daerah chun Kuan Chek”. Kata M Yusuf sebagai pelaku diagnosa pasien yang datang dalam baksos ini. (Isw)