TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

40 ha Sawah di Madina Jadi Lahan Tidur

24/09/2014 , ,

image

Sekitar empat puluh (40) hektar areal persawahan masyarakat di Desa Runding, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sejak lima tahun terakhir mengalami gagal tanam, karena tidak berfungsinya jaringan irigasi di wilayah tersebut. Akibatnya, areal persawahan  masyarakat itu menjadi lahan tidur.

“Sejak lima tahun terakhir ini warga desa tidak dapat lagi menanami areal persawahanya, karena jaringan irigasi mengalami pendangkalan dan tidak bisa mengairi areal persawahan,” sebut tokoh masyarakat Desa Runding, H Aziz, kepada wartawan, Selasa (23/9).

Kondisi ini, sebut Aziz, membuat masyarakat semakin sulit, sebab tidak ada lagi lokasi untuk bercocok tanam. “Kita berharap agar Dinas Pertanian Madina segera melakukan perbaikan jaringan irigasi itu. Bagaimana nantinya kehidupan masyarakat bila tidak bersawah,” kata Aziz mempertanyakan.

Pendangkalan air untuk persawahan, terang Aziz, terjadi dari jaringan irigasi induk, sehingga para petani yang akan bercocok tanam tidak dapat lagi memanfaatkan areal persawahannya. “Akibatnya, ya ditinggal begitu saja,” katanya.

Karenanya, tambah Aziz, Dinas Pertanian Madina secepatnya melakukan upaya agar areal persawahan seluas empat puluh hektar tersebut menjadi lahan produktif kembali. “Kondisi ini juga sudah kita laporkan kepada Bupati, namun belum ada realisasinya,” katanya.

Sementara Seketaris Dinas Pertanian, Jhon Amriady, yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, yang mengairi persawahan termasuk di Desa Runding adalah jaringan irigasi Sungai Batang Gadis atau Dinas Pengairan Provinsi.

“Selama ini jaringan irigasi Batang Gadis berfungsi dengan baik dan mengairi persawahan penduduk seluas 3.000 hektar. Kemungkinan kekeringan yang dialami oleh warga Desa Runding tersebut disebabkan berkurangnya debit air dan rusaknya jalur irigasi. Persoalan ini telah kita sampaikan pada Dinas Pengairan Provinsi,” jelasnya.

Dalam hal ini, sebut Jhon, Dinas Pertanian Madina tidak mempunyai wewenang. “Akibat debit air semakin mengecil ditambah faktor kerusakan, sehingga warga Desa Runding tidak dapat bercocok tanam lagi dan jaringan irigasi Sungai Batang Gadis tidak dapat lagi mengairi persawahan seluas 3.000 hektar dari sayap kiri karena faktor kerusakan dan debit air semakin menyusut,” terangnya. (TRI/MBB)

Sumber: starberita.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107