Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan.
Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan.
Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
Anda disini : Home - Demokrasi - Masyarakat Jambo Papeun Ikut Digitasi Peta Hutan untuk Restorasi Lahan dan Penguatan Peran Komunitas
8Agustus2025
Masyarakat Jambo Papeun Ikut Digitasi Peta Hutan untuk Restorasi Lahan dan Penguatan Peran Komunitas
Jum, 8 Agustus 2025 Dibaca 314x
Sebagai upaya memperkuat komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan restorasi hutan desa, masyarakat Gampong Jambo Papeun berpartisipasi aktif dalam kegiatan digitasi map atau pemetaan digital partisipatif. Kegiatan yang difasilitasi oleh BITRA Indonesia bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Jambo Papeun ini bertujuan memperkuat strategi restorasi lahan serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kawasan hutan desa.
Melalui pendekatan partisipatif, warga Jambo Papeun tidak hanya dilibatkan dalam praktik teknis pemetaan, tetapi juga dalam proses identifikasi wilayah-wilayah kritis yang menjadi prioritas untuk restorasi, seperti lokasi penanaman kembali, perlindungan sumber mata air, hingga pengelolaan lahan produktif yang berkelanjutan. Kegiatan ini dirancang agar mencerminkan pengetahuan lokal dan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Kegiatan berlangsung sejak tanggal 6 hingga 8 Agustus 2025, bertempat di Warung Kopi Rotterdam, Jambo Papeun, dengan melibatkan diskusi intensif bersama warga desa, petani, pengurus LPHD, serta pemerintah desa. Sebanyak seratusan orang mengikuti kegiatan ini secara bergantian selama tiga hari berturut, terdiri dari petani, perangkat desa, pengurus LPHD, serta tim teknis dari BITRA Indonesia.
Dalam sambutan pembuka, Umar M, Keuchik Gampong Jambo Papeun menegaskan bahwa keberadaan petani yang telah lama berkebun di wilayah hutan desa tidak akan terganggu atau terusik. Ia menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan edukasi bagi para petani terkait status kawasan, teknik pengelolaan kebun, serta batas-batas wilayah yang kerap membingungkan. Banyak petani selama ini belum memahami status hukum dari kebun mereka karena anggapan bahwa wilayah tersebut adalah hutan lindung.
Harjana, Pengurus LPHD sekaligus Ketua Seuneubok wilayah Simpang Ie Jeurneh, turut menjelaskan secara rinci berbagai persoalan yang selama ini dihadapi petani, terutama terkait status dan pengelolaan kebun. Ia juga menekankan pentingnya pelibatan petani dalam proses restorasi melalui pendekatan kolaboratif.
Dalam sesi pemetaan partisipatif dan diskusi teknis, Agustiar, Specialist Restorasi BITRA Indonesia, menyampaikan pentingnya pendekatan restorasi berbasis masyarakat yang berkelanjutan dan kontekstual.
“Restorasi tidak cukup hanya menanam pohon. Kita perlu memahami lanskapnya, siapa pengelolanya, dan bagaimana aktivitas masyarakat berlangsung di dalamnya. Pemetaan ini menjadi titik awal agar restorasi tidak hanya hijau di atas kertas, tapi hidup di lapangan dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujar Agustiar.
Lebih lanjut ia menekankan bahwa peta digital hasil kegiatan ini akan menjadi dokumen strategis untuk merancang intervensi restorasi, seperti penanaman bibit lokal bernilai ekonomi, penguatan area sumber air, hingga perlindungan wilayah rawan erosi.
Pada akhir kegiatan, para petani menyatakan kesepakatan untuk menjaga dan merawat kebun mereka sebagai bagian dari upaya restorasi ekosistem hutan. Mereka bahkan mengusulkan sejumlah jenis tanaman budidaya yang bernilai ekonomis dan ekologis, seperti pala, kopi, dan jengkol. Komitmen ini diperkuat dengan penandatanganan Surat Komitmen oleh petani sebagai bentuk nyata keterlibatan mereka dalam menjaga kelestarian kawasan.
Dengan kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, LPHD, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH), dan lembaga pendukung lainnya, restorasi lahan di Jambo Papeun diharapkan tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi dan iklim masyarakat secara keseluruhan.
What’s up, yeah this article is genuinely nice and I have learned lot of things from it regarding blogging.
thanks.
Tinggalkan Komentar