Damar Hitam, 29 April 2026 — Suasana hangat menyelimuti rumah Kepala Dusun V Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Kec Sei Lepan, Langkat pada Senin malam, 24 April 2026. Pengurus Lembaga Permata Rimba Damar Hitam (LPRD) bersama anggota duduk berdiskusi dengan Wildlife Conservation Society (WCS), membicarakan rencana besar: pembangunan pos sekretariat.
Bagi LPRD, pos sekretariat bukan sekadar bangunan. Ia akan menjadi wadah berkumpul, bermusyawarah, dan menyambut tamu — baik pemerintah, NGO, maupun wisatawan yang datang untuk melihat gajah liar di kawasan hutan Damar Hitam. Sejak berdiri pada 2007, LPRD hanya memiliki pos monitoring hutan di Lubuk Simpur. Kehadiran sekretariat dianggap sebagai tonggak penting eksistensi organisasi.
Dukungan WCS dan Persiapan Pembangunan
WCS, yang sejak awal mendampingi terbentuknya kepengurusan baru LPRD, tampil sebagai motivator sekaligus pendonor utama pembangunan. Dalam forum diskusi, Andik, staf WCS, menegaskan bahwa pembangunan akan segera dilaksanakan setelah syarat administratif terpenuhi, terutama surat keterangan pinjam pakai lahan.
“Kalau semua syarat sudah lengkap, awal Desember tahun ini proses pembangunan bisa dimulai. Anggaran sebesar Rp 40 juta akan diberikan dalam bentuk material bangunan ditambah ongkos tukang,” ujarnya.
Ketua LPRD, Sumardianto, memastikan bahwa seluruh persyaratan telah dipenuhi. “Kami tinggal menunggu material bangunan tiba. Semua rencana siap dilaksanakan,” katanya penuh optimisme.
Pembangunan Dimulai
Hanya berselang beberapa hari, pada 27 April 2026, pembangunan pos sekretariat resmi dimulai. Satu unit bangunan seluas 36 meter persegi didirikan di atas lahan pinjam pakai, dengan melibatkan dua tukang dan dua kernet. Targetnya, jika tanpa kendala, pekerjaan rampung dalam 14 hari kerja.
Seluruh biaya ditanggung WCS, yang menilai keberadaan sekretariat penting untuk memperkuat kegiatan LPRD. “Pos ini akan menjadi tempat berkumpul, merencanakan program, sekaligus simbol eksistensi organisasi di Dusun V Damar Hitam,” tegas Sumardianto.

Dukungan dari Taman Nasional
Pembangunan ini juga mendapat dukungan dari Balai Taman Nasional Gunung Leuser. Kepala Resort Sei Lepan, Sahat Sihombing, saat berkunjung ke Damar Hitam pada 29 April 2026, mengajak LPRD untuk bersama menjaga hutan.
“Di beberapa daerah, masyarakat yang tinggal di tepi hutan mampu mengembangkan ekowisata, seperti Bukit Lawang dan Tangkahan. Harapan kami, masyarakat Damar Hitam juga bisa membaca peluang wisata apa yang bisa dikembangkan,” pesannya.
Harapan ke Depan
Dengan adanya pos sekretariat, LPRD berharap anggota dan masyarakat memiliki ruang untuk merencanakan kegiatan bersama, termasuk penanganan interaksi negatif dengan satwa liar. Laporan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh pengurus LPRD kepada pemerintah desa atau dinas terkait.
Lebih dari sekadar bangunan, pos sekretariat ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi, penguatan kapasitas, dan pintu masuk bagi peluang ekowisata yang berkelanjutan di Damar Hitam. (Suparno | JWD Mekar Makmur)
Tinggalkan Komentar