Labuhanbatu Utara – Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara menegaskan komitmennya dalam mendorong pembangunan pertanian ramah iklim sebagai langkah strategis menghadapi dampak perubahan iklim dan ancaman bencana terhadap ketahanan pangan masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Sarasehan ke-38 Yayasan BITRA Indonesia dan Pameran Pangan Sehat yang berlangsung di Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Rabu (11/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Labuhanbatu Utara, drh. Sudarija, SH, MM, membacakan sambutan Bupati Labuhanbatu Utara Dr. H. Hendri Yanto Sitorus, SE, MM di hadapan peserta sarasehan yang terdiri dari petani, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pemerintah daerah, serta generasi muda desa.
Dalam sambutan Bupati ditegaskan bahwa perubahan iklim saat ini merupakan realitas yang tidak dapat dihindari dan telah memberikan dampak langsung terhadap sektor pertanian, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Oleh sebab itu, Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara menempatkan agenda pertanian ramah iklim bukan sekadar wacana, tetapi sebagai imperatif strategis dalam pembangunan daerah.
“Pembangunan pertanian harus bertransformasi dari sekadar mengejar kuantitas hasil panen menuju sistem pertanian yang adaptif, berkelanjutan, dan selaras dengan hukum alam,” demikian kutipan sambutan Bupati yang dibacakan Kadis Pertanian Labura.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, petani, perempuan, generasi muda, akademisi, dan masyarakat sipil dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. Menurutnya, petani merupakan sokoguru perekonomian bangsa, sementara perempuan dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan pangan dan masa depan sektor agraris.
Melalui Pameran Pangan Sehat yang digelar bersamaan dengan sarasehan, berbagai produk pangan lokal dan hasil pertanian masyarakat turut ditampilkan sebagai bentuk penguatan ekonomi lokal dan promosi pangan sehat berbasis potensi desa.
Dalam kesempatan yang sama, drh. Sudarija, SH, MM juga menyampaikan sejumlah langkah nyata Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara dalam mendukung pertanian berkelanjutan, di antaranya penguatan kapasitas petani, pengembangan pertanian organik, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pelibatan perempuan dan generasi muda dalam pembangunan pertanian desa.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, Bupati Labuhanbatu Utara melalui Kepala Dinas Pertanian turut memberikan kontribusi untuk mendukung pelaksanaan Sarasehan ke-38 BITRA. Kontribusi tersebut diterima langsung oleh Ketua Panitia Sarasehan sebagai simbol dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan pertanian ramah iklim dan pangan sehat di Labuhanbatu Utara.
Sarasehan ke-38 Yayasan BITRA Indonesia ini diharapkan menjadi ruang pembelajaran, konsolidasi, dan penguatan kolaborasi antarwilayah dalam mewujudkan pertanian yang tangguh terhadap perubahan iklim, sekaligus memperkuat kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa.

Tinggalkan Komentar