BITRA Indonesia bersama Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah VI Aceh melakukan evaluasi kegiatan patroli pengamanan hutan desa Jambo Papeun pada Sabtu, 31 Mei 2025. Evaluasi ini bertujuan untuk mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan patroli dan meningkatkan kapasitas staff BITRA dan KPH Wilayah VI Aceh dalam melanjutkan rutinitas aktifitas patroli di hutan desa Jambo Papeun, khususnya juga dalam pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Hutan Desa Jambo Papeun dengan luas areal pengelolaan ± 13.595 Hektar telah menjadi fokus pengelolaan dan pelestarian oleh Lembaga Hutan Desa Jambo Papeun dan pihak terkait lainnya. Patroli pengamanan hutan secara rutin telah dilakukan untuk menghilangkan niat masyarakat melakukan tindak pidana kehutanan, seperti perambahan, penebangan hutan, pencurian kayu, pembakaran hutan, perburuan satwa, dan pendudukan kawasan di dalam hutan desa.
Evaluasi ini akan membahas aspek-aspek yang perlu diperbaiki dalam pelaksanaan patroli dan meningkatkan kapasitas staff BITRA dan KPH Wilayah VI Aceh dalam melanjutkan rutinitas aktifitas patroli di hutan desa Jambo Papeun. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Kepala KPH Wilayah VI Aceh, Kepala BKPH Tapaktuan, Personel Tim Patroli, dan staff BITRA Indonesia.
Dalam sambutan pembukaannya, Dra. Rusdiana, Direktur BITRA Indonesia, menyatakan harapannya bahwa “Melalui evaluasi ini, kita dapat meningkatkan efektivitas patroli dan menjaga kelestarian hutan desa Jambo Papeun. Kerja sama yang baik antara BITRA Indonesia dan KPH Wilayah VI Aceh sangat penting untuk mencapai tujuan ini.”
Dalam kesempatan ini, Kepala KPH Wilayah VI Aceh, Irwandi, S.P., M.P., menyatakan bahwa “Evaluasi patroli pengamanan hutan desa Jambo Papeun ini sangat penting untuk dilakukan guna meningkatkan efektivitas patroli dan menjaga kelestarian hutan desa. Kami berharap melalui evaluasi ini, kita dapat mengetahui keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanaan patroli dan dapat meningkatkan kualitas patroli di masa depan. Mari jaga hutan untuk kelestarian dan kemajuan kedepan, jangan wariskan air mata pada anak cucu kita, mari wariskan mata air untuk anak cucu kita, demi hidup yang lebih baik di masa depan.”
Selanjutnya, Dyah Lestari, Specialist Biodiversitas BITRA Indonesia, memaparkan hasil patroli selama satu tahun terakhir. Berdasarkan data yang dikumpulkan, terdapat beberapa temuan penting, antara lain, tumbuhan yang ditemukan 100an jenis, dan ditemukan puluhan jenis satwa
Dyah Lestari juga memaparkan bahwa hasil patroli menunjukkan bahwa hutan desa Jambo Papeun masih memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, namun perlu dilakukan upaya konservasi yang lebih intensif untuk menjaga kelestarian hutan.
Rahmat Hidayat, Kepala BKPH Tapaktuan, menyatakan bahwa “Dalam pelaksanaan patroli, kami masih mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah rancunya pembagian tugas Tim Patroli. Oleh karena itu, kami berharap melalui evaluasi ini, kita dapat memperbaiki sistem pembagian tugas dan meningkatkan efektivitas patroli.”
Dengan evaluasi ini, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman bersama terkait efektifitas pelaksanaan kegiatan patroli di hutan desa Jambo Papeun dan meningkatkan keterampilan dalam pengumpulan data dan identifikasi tumbuhan, serta meningkatkan kemampuan dalam pencegahan Karhutla.
Kegiatan evaluasi ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara BITRA Indonesia dan KPH Wilayah VI Aceh dalam menjaga kelestarian hutan desa Jambo Papeun. Dengan demikian, hutan desa dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan lingkungan.
Melalui evaluasi ini, BITRA Indonesia dan KPH Wilayah VI Aceh dapat mengetahui keberhasilan dan kekurangan dalam pelaksanaan patroli pengamanan hutan desa Jambo Papeun. Hasil evaluasi ini juga dapat digunakan sebagai acuan untuk meningkatkan kualitas patroli di masa depan.

Tinggalkan Komentar