Info Penting
Senin, 20 Apr 2026
  • Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
  • Di tengah dunia yang penuh tantangan, mari kita bersama-sama menanam benih kedamaian, saling menghormati, dan memperkuat rasa kemanusiaan. Perdamaian dimulai dari langkah kecil, dari diri kita sendiri.
DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️ DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️ DONASI KORBAN BANJIR LONGSOR ACEH & SUMUT: Rita Sugiarto Rp. 50.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 400.000 | Ayudia Widara Rp. 100.000 | Putri Giyaryati Rp. 100.000 | Bazi Puti Ayu Widyasana Rp. 100.000 | Alfijihan Syahnafitri Rp. 50.000 | NN Rp. 100.000 | Rizki Noor Sayafira Rp. 250.000 | Syifa Windi Amanda Rp. 25.000 | Yovita Capsariani Pagu Rp. 100.000 | Anni HMC Rp. 500.000 | YAPPIKA Rp. 30.000.000 | Anggita Putri Amalia Rp. 50.000 | Qorirah Iftinani Rp. 250.000 | Rahman Abdel Rouf Rp. 150.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 30.000.000 | Yani Mega Fitria Rp. 1.101.000 | Kharisma Rp.200.000 | Ester Dwi Wulan Nugraheni Rp. 7.500.000 | Inanda Tiaka Putri Rp. 150.000 | Dian Kusuma Ningrum Rp. 100.000 | NN Rp. 150.000 | Pandu Anita Maharani Rp.100.000 | Wedhar Desrela Pradh Rp.200.000 | Qodia Rohmawati Rp. 100.000 | Drs. Almanura Malia Rp. 200.000 | Siti Suci Printiasti Rp.500.000 | Geraldine Cristina Rp. 200.000 | Ilyas Istianur Praditya Rp. 500.000 | Iman Puji Cahyono Rp. 300.000 | Sindy Nur Ritasari Rp. 150.000 | NN Rp. 49.000.000 | Dwi Pravita Ganatri Rp. 500.000 | Citra Sari Sultan Rp. 200.000 | Juwita Wirolinggo Rp. 5.000.000 | Faid Fadhillah Rp. 2.500.000 | Siti Nuejannah Rp. 50.000 | Lady Denker Rp. 250.000 | Lilik Handini Rp. 500.000 | Wella Diana Rp. 123.456 | NN Jogja Rp. 2.000.000 | Endah Nugroho Rp. 200.000 | Kusmarni Rp. 100.000 | Wakhyu Budi Utami Rp. 100.000 | Flip Rp. 50.000 | Lailly Prihatingtyas Rp. 500.000 | Dinda Nugrahati Rahardi Rp. 200.000 | Yuli Astuti Rp. 150.000 | CU AMARTA Air Hitam Rp. 1.000.000 | NN Rp. 1.000.000 | Nurfadli Guntoro Rp. 100.000 | Ayu Kade Iva Rahayu Rp. 200.000 | Ilya Lutfiana Rp. 95.000 | Dhanika Pradana Badilla Rp. 500.000 | Jhosua Christ Januar Rp. 100.000 | Alfa Rahma Rp. 250.000 | Tri Oktafiani Rp. 70.000| Rachmi Hertanti Rp. 1.000.000 | Sebagian Donasi telah disalurkan kepada penerima manfaat. Terima kasih atas kepedulian Anda. ❤️
8 Februari 2025

SMAN 1 Dolmas Raih Nilai Tertinggi pada Kompetisi Antar Sekolah Dalam Menjawab Tantangan Perubahan Iklim

Sab, 8 Februari 2025 Dibaca 452x

SERAHKAN: Direktur BITRA Indonesia, Rusdiana Adi menyerahkan hadiah kepada SMAN I Dolmas dan SMAN I Serbajadi meraih juara pada Kompetisi Antar Sekolah Dalam Menjawab Tantangan Perubahan Iklim

SUMUTPOS.CO-Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Dolok Masihul (SMAN 1 Dolmas) mendapatkan nilai tertinggi yaang diikuti 66 sekolah setingkat SLTA se-Indonesia dengan skor 82,4 pada kompetisi antar sekolah dengan tema “Menjawab Tantangan Perubahan Iklim” atau Climate Change School Challenge Contest (CCSCC).

Selain SMAN 1 Dolmas, SMA Negeri I Serbajadi yang juga dari Sumatera Utara berhasil maju ke tahap berikutnya ke tingkat nasional.

Direktur BITRA Indonesia, Rusdiana Adi menyerahkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta kepada Bismi Amrina, S.Pd, selaku guru pembimbing dan Tim School Contest (5 orang siswa/siswi) disaksikan Kepala Sekolah SMAN I Dosman, Gundur Pulungan, M.Si pada Jumat (7/2/25).

Tim School Contest SMAN 1 Dolmas yang mengusung judul karya ilmiah berupa gagasan implementasi program kecil di sekolah dengan judul, “One Tumbler One Tree: Mitigasi Perubahan Iklim Melalui Botol Minum” ini terdiri dari; Ermala Yasnita Silalahi (Ketua Tim), Deo Haikel Purba, Lestari Grace Marcia Butar-Butar, Jhon Fernandes Gultom dan Fatih Al Zahran Rangkuti, masing-masing sebagai anggota tim.

“Perubahan iklim, salah satu isu global yang menjadi ancaman terbesar bagi makhluk hidup di bumi. Melalui lomba ini diharapkan para pemuda dapat menemukan hal baru dan berinovasi untuk menemukan solusi guna meminimalisir dampak perubahan iklim. Ini kewajiban kita bersama. Jika bukan kita yang melakukan, siapa lagi? Saya mengajak seluruh siswa/siswi SMA Negeri 1 Dolok Masihul, berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup dan aktif melakukan upaya pengurangan emisi karbon agar keberlangsungan hidup terus berlanjut baik.”ujar Gundur Pulungan, M.Si dalam pidatonya di sela-sela penyerahan hadiah.

Sementara, pada hari yang sama, hadiah uang sebesar Rp5 juta juga diserahkan langsung oleh Direktur BITRA Indonesia kepada Sasmita Sitohang, S.Pd, M.Ak sebagai guru pembimbing, didampingi tim kontes dari SMA Negeri 1 Serbajadi (Zahra Farizka Nasution sebagai Ketua Tim, M. Anif Sugara, Meri Dwi Utari, Sumihar Mauli Tua Pardede dan Dafa Syahreza Lubis, masing-masing anggota) yang mengusung judul, “Pertanian Vertikultur, Solusi Pemanfaatan Sampah Menjadi Kompos dan Pemanfaatan Lahan Sempit di SMAN 1 Serbajadi”, dihadapan Kepala Sekolah Drs Elimanson Saragih.

“Perubahan iklim global, tantangan yang harus kita hadapi bersama. Sebagai generasi muda, kita turut bertanggung jawab dalam mencari solusi untuk mengatasi perubahan iklim. Lomba ini diharapkan bisa menginspirasi generasi muda untuk lebih peduli, kreatif, inovatif, dan proaktif dalam menghadapi masalah perubahan iklim. Sudah semestinya secara bersama kita berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam, karena alam ini bukan milik kita, namun warisan untuk anak cucu. Teruslah berinovasi dan berkarya, meskipun kecil namun sangat bermanfaat untuk keselamatan alam tempat kita hidup.” Ucap Elimanson Saragih.

Sementara itu, Kacabdis Wilayah 3 Dinas Pendidikan Provinsi yang berkedudukan di Tebingtinggi, Oloan Nasution mengucapkan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMA N1 Dolmas dan Serbajadi, juga pada BITRA Indonesia dan lembaga kolaborasinya di tingkat nasional dan internasional atas penyelenggaraan event lomba ilmiah tersebut.

“Karena isu perubahan iklim ini merupakan isu global yang sangat sedang menjadi perhatian dunia. Sekolah harus mendukung penuh tim yang sudah menang pada tahap satu ini.”ujar Oloan.

Dikatakan Oloan, dinas pendidikan berharap agar tahapan berikutnya, berupa implementasi gagasan yang dilakukan di sekolah diinformasikan perkembangannya.

“Kami berharap tim bisa menang pada tahap nasional di Bali nanti, dan juga melanjut ke tahap internasional. Jika Bitra punya banyak program lingkungan dan iklim ini, dinas sangat berharap kerja sama Bitra yang lebih jauh lagi, terutama pada sekolah-sekolah di kota dimana kontribusi pelepasan karbon sangat tinggi.”tambah Oloan.

Perubahan iklim adalah perubahan jangka panjang dalam pola cuaca rata-rata yang menentukan iklim lokal, regional, dan global di bumi. Perubahan-perubahan ini mempunyai dampak-dampak yang luas dan identik dengan istilah tersebut.

Perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Tidak hanya berdampak pada naiknya temperatur bumi, perubahan iklim juga memengaruhi berbagai aspek alam dan kehidupan manusia, seperti kualitas dan kuantitas air, habitat, hutan, kesehatan, lahan pertanian, hingga ekosistem wilayah pesisir.

Sekitar 66 persen dari penggunaan air adalah sektor pertanian yang menggunakan sekitar 30 persen dari luas lahan pertanian Indonesia. Ini menunjukkan bahwa sumber daya air merupakan salah satu faktor kunci dalam keberlanjutan pertanian.

Demikian dilansir Panitia Nasional RYCAM, Kustiwa Adinata dalam lembar pengantar petunjuk Kompetisi Antar Sekolah, Kaum Muda Menjawab Tantangan Perubahan Iklim yang diedarkan ke sekolah-sekolah.

Perubahan iklim memiliki dampak signifikan terhadap sektor pertanian di seluruh dunia. Di Indonesia, sektor pertanian memiliki kontribusi emisi gas rumah kaca 13 persen terhadap total emisi gas rumah kaca (GRK), meskipun demikian sektor pertanian merupakan sektor yang paling rentan dan sensitif terhadap perubahan iklim. Pernyataan data ini dirilis Low Carbon Development Indonesia – LCDI Bappenas.

Perubahan iklim mengakibatkan dampak; peningkatan suhu rata-rata dan periode kekeringan yang lebih panjang. Hal ini dapat mengurangi produktivitas tanaman dan meningkatkan risiko gagal panen. Terjadi fluktuasi curah hujan yang tidak teratur. Banjir yang lebih meluas dan lama surut juga kekeringan panjang yang jauh lebih kering, datang tiba-tiba dapat merusak tanaman dan mengganggu siklus pertanian.

Dampak terus berlanjut pada ketersediaan air yang digunakan dalam irigasi pertanian. Penurunan keluarnya debit air dari sumber mata air, daerah tangkapan air dan aliran sungai atau perubahan pola curah hujan dapat mengurangi pasokan air, yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Pada sisi lain, terjadi perubahan pola serangan hama dan penyakit.

Peningkatan suhu dan kelembaban yang tidak biasa dapat mempengaruhi pola serangan hama dan penyakit pada tanaman. Beberapa hama dan penyakit mungkin menjadi lebih meluas atau lebih sulit dikendalikan bahkan sebahagian kecil diantaranya merupakan hama baru yang bermutasi dari jenis hama yang lama (mutan).

Karena beberapa hal tersebut, Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia berkomitmen untuk melakukan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, utamanya pada bidang pertanian wilayah pedesaan. Inisiatif ini akan menggunakan pendekatan partisipatif yang mendorong masyarakat untuk mengajukan solusi lokal dan menentukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang relevan dengan konteks lokal.

“Karena dampak yang begitu luas dari perubahan iklim dan akan mengakibatkan ancaman serius bagi generasi baru, maka sangat penting mendisiminasikan pemahaman dan kesadaran dampak perubahan iklim kepada generasi muda, termasuk siswa/pelajar, agar sejak dini terlatih akan upaya mitigasi, adaptasi, resiliensi, dan juga menggagas solusi dan aksi dalam upaya-upaya menghentikan bahkan mencegah perubahan iklim.”ujar Direktur BITRA Indonesia, Rusdiana Adi.

“Generasi Z dan milenium (lebih dari setengah populasi muda) akan menjadi kunci dalam transisi energi menuju net-zero emission hingga tahun 2060. Mereka diharapkan aktif dalam mengurangi gas rumah kaca (GRK), mendukung transisi energi, dan menciptakan solusi inovatif,” lanjut Risdiana.

Rural Youth Climate Action Movement (RYCAM) merupakan Gerakan Aksi Iklim Pemuda Pedesaan untuk Pertanian Keren di Indonesia adalah program kerja sama antara Non Goverment Organization (NGO) Indonesia dan para pihak di internasional, seperti The Centre for Rural Development (SLE) Humboltd University of Berlin, Germany, Motivator Pembangunan Masyarakat (MPM), dan Jaringan Masyarakat Tani Indonesia (JAMTANI) yang tergabung di dalam Indonesia Climate Change Aliance (ICCA) yang melibatkan siswa dalam kegiatan School Challenge untuk berperan aktif dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, bekerja sama dengan sekolah-sekolah di 16 wilayah di Indonesia yang mencakup 6 pulau; Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua untuk mengedukasi dan melibatkan mereka dalam isu-isu lingkungan.

Pada Wilayah Barat Indonesia, program ini bekerja sama dengan Yayasan BITRA Indonesia sebagai anggota ICCA di Wilayah Barat Indonesia.
Program ini mengajak Generasi Muda (Gen Z dan milenium) untuk berperan dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Salah satu kegiatan adalah kompetisi antar sekolah (School Challenge) dengan tema “Menjawab Tantangan Perubahan Iklim”, dengan tujuan; Mengurangi Emisi GRK dari sektor Pertanian dan Kehutanan (AFOLU), meningkatkan hasil pertanian keluarga dan memperkuat ketahanan pangan dengan praktik pertanian nol emisi.

Tujuan dari kompetisi ini adalah; meningkatkan kesadaran generasi muda tentang aksi iklim, mendorong partisipasi sekolah dalam isu-isu lingkungan, meningkatkan Kreativitas, aktivitas dan aksi siswa dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim dan menambah pengalaman generasi muda dalam bidang lingkungan.
“Hadiah yang diberikan kepada masing-masing tim kontes ini wajib digunakan untuk implementasi gagasan proyek kecil dalam karya ilmiah yang dirancang untuk kaum muda turut mengatasi perubahan iklim karena pemanasan global.

Implementasi program atau proyek kecil ini merupakan tahap berikutnya dari kontes, dimana implementasi akan dinilai dan dari 2 tim pemenang dari sekolah, 1 tim akan memenangkannya dan turut diundang ke tingkat nasional dalam acara Indonesian for Climate Change Youth Conference/Konferensi Pemuda Indonesia untuk Mengatasi Perubahan Iklim yang rencananya akan digelar di Bali.” Kata Iswan Kaputra, Wakil Direktur BITRA Indonesia, yang dalam kontes ini menjabat sebagai Ketua Panitia Wilayah Sumut.

Hasil dari Bali, sedikitnya akan dipilih 2 orang pemuda untuk mewakili Indonesia dalam World Youth Climate Change Conference yang akan diselenggarakan tahun 2026 yang akan datang.(rel/han)
Sumber:sumutpos.jawapos.com/pendidikan/2375621370/sman-1-dolmas-raih-nilai-tertinggi-pada-kompetisi-antar-sekolah-dalam-menjawab-tantangan-perubahan-iklim

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar