TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Menkop: Koperasi dan UKM Lemah karena Minim Teknologi

10/09/2012 , ,

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Syarief Hasan berpendapat bahwa kelemahan UKM dan koperasi adalah soal teknologi. Padahal, faktor tersebut dinilai bisa membantu mendongkrak produktivitas.

“Salah satu kelemahan koperasi dan UKM dalam meningkatkan diri adalah teknologi. Sekalipun manajemen bagus, SDM bagus, tapi kalau tidak punya teknologi akan selalu di belakang,” paparnya di dalam Peluncuran Solusi UKM Indosat, Senin (10/9/2012).

“Teknologi bisa meningkatkan daya saing. Apabila TI dapat dikuasai, kelemahan dapat di atasi. Melalui penerapan teknologi, produktivitas, manajemen serta TI untuk channel akses distribusi bisa dicapai dengan biaya yang lebih rendah,” ia menambahkan.

Menurutnya juga, jumlah UKM di Indonesia saat ini makin meningkat. Rata-rata pertumbuhannya antara 7-8 persen setiap tahunnya.

Sedangkan saat ini, tercatat ada 55,2 juta unit UKM di Indonesia. Jumlah ini diprediksi akan berkembang menjadi 58 juta unit pada 2014 mendatang. Sedangkan untuk koperasi, ada sekira 192 ribu unit.

“Jumlah ini dapat dipastikan merupakan usaha-usaha yang baru muncul, ada yang mikro naik ke kecil, ada yang kecil naik ke menengah. Usaha di Indonesia didominasi UKM,” pungkasnya. (amr)

Sumber: www.okezone.com

Ilustrasi Logo: www.dekopindki.com

Ciri Penipu Versi Menteri Koperasi & UKM

Banyaknya keinginan dalam berinvestasi sekarang ini mendorong beberapa orang melakukan investasi tanpa melihat kepastian akan investasi tersebut. Menurut Kementerian Koperasi dan UKM Syarief Hasan, manakala ada yang menawarkan investasi lebih besar dari bunga bank maka itu sudah pasti penipu.

“Jadi kalau ada orang yang bukan dari koperasi yang menawarkan pengembalian uang investasi lebih besar daripada deposito, itu berarti pasti penipu,” ungkapnya, di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Senin (10/9/2012).

Syarief menambahkan, intinya begini harus adanya kesadaran masyarakat, orang kan memang selalu mencari kesempatan dalam kesempitan. “Nah, kalau yang kamu maksud Koperasi Langit Biru, itu dia enggak punya izin, kalau tidak punya izin urusannya dengan polisi,” jelasnya.

Adanya masalah yang menyangkut koperasi yang berkaitan dengan investasi itu benar, namun jangan dikembangkan asumsi ada masalah satu dikatakan semua bermasalah.

Saat ditanyakan tentang peranan yang dilakukan oleh Kementerian Koperasi dan UKM dalam kerjasama Indosat, Syarief menjelaskan bahwa yang namanya teknologi tentu ada pelatihan. Manakala dia sudah punya kemampuan betul, tentu dari sisi bisnisnya juga menjanjikan ditambah dengan teknologinya.

“Nah kalau dia butuh modal, dia kita kasih kredit usaha rakyat. Kalau dia meningkat lagi, kita kasih dana bergulir,” kata Syarief. (wdi)

Sumber: www.economy.okezone.com

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107