TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Kita Merusak, Kita Wajib Menanam Pohon

16/06/2012 , ,

Menteri Lingkungan Hidup (MenLH) Prof. Dr. Balthasar Kambuaya, MBA menyatakan, bahwa pelayanan lingkungan adalah hak asasi manusia yang wajib dipenuhi pemerintah, baik pusat maupun daerah, sebagai pengabdi masyarakat.

Hal ini disampaikan Menteri saat menghadiri “Aksi Tanam Pohon” di bantaran Sungai Percut, Desa Tambak Bayan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (9/6). Acara yang diselenggarakan BITRA Indonesia ini sebagai gerakan penyelamatan lingkungan dan upaya perlindungan serta pengelolaan lingkungan hidup khususnya di daerah aliran sungai (DAS).

“Oleh sebab itu, setiap ada kegiatan lingkungan hidup, dimana saja pun, saya akan upayakan untuk datang. Hal ini sebagai bentuk apresiasi Kementerian Lingkungan Hidup atas kelompok masyarakat yang peduli lingkungan,” kata Menteri.

Menurut Menteri, kita sekarang merusak pohon yang diciptakan Tuhan. “Maka tugas semua warga-lah, yakni tugas kemanusiaan bagi masyarakat untuk menjaga lingkungan,” katanya.

Pembina BITRA Indonesia, Safaruddin Siregar menyatakan, sejak berdirinya pada 1986, BITRA Indonesia memang selalu melakukan kegiatan peduli lingkungan. Contohnya di Deli Serdang. Selama setahun ini saja BITRA Indonesia sudah melakukan kegiatan penanaman pohon sepanjang 7 KM di Deli Serdang. Termasuk pula soal melawan pencemaran lingkungan di sepanjang pantai barat, Kabupaten Madina. Kegiatan peduli lingkungan ini tentu saja berangkat dari kondisi lingkungan yang memprihatinkan. “Sebab perusakan lingkungan sekarang ini sudah dilakukan secara masif,” jelas Safar.

Dalam kesempatan “Aksi Tanam Pohon” tersebut, hadir pula Sutan Bhatoegana Siregar (Ketua Komisi VII DPR), Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu, deputi menteri LH, para pejabat Kementerian, pejabat Balai Lingkungan Hidup (BLH) Provinsi, pejabat Kabupaten, Camat Percut Sei Tuan dan kepala-kepala desa.

Dalam sambutannya, Sutan Bhatoegana Siregar menyinggung soal anggaran lingkungan hidup. Menurutnya, kita harus utamakan kampanye-kampanye lingkungan hidup. “Makanya, jangan pilih kepala daerah yang tidak cinta lingkungan hidup,” katanya.

Dirut Bank Sumut Gus Irawan Pasaribu juga mengingatkan, bahwa pencinta lingkungan adalah perwujudan rahmatan lil alamin. Untuk itu, lanjutnya menegaskan, pemimpin yang rahmatan lil alamin tidak-lah mewariskan hutang (akibat kerusakan lingkungan), tapi justru melindungi hutan sebagai paru-paru dunia.

Tujuan Aksi Tanam Pohon
Direktur BITRA Indonesia, Wahyudhi dalam keterangannya pada Menteri menjelaskan tujuan “Aksi Tanam Pohon” di bantaran Sungai Percut tersebut. Di samping upaya penyelamatan DAS, tentu tema pertanian kebun tanaman campuran (polikultur) merupakan implementasi dari tiga pilar pembangunan nasional, yakni pembangunan ekonomi, pembangunan sosial, dan perlindungan lingkungan.

Paling tidak, menurut Wahyudhi lagi, gerakan penyelamatan lingkungan lewat “Aksi Tanam Pohon” ini mencakup beberapa hal. Pertama, menggalakkan tanaman polikultur, yakni dengan metode konservasi lahan kritis di sekitar DAS. Hal ini dilakukan BITRA sejak 2006 di dataran tinggi Deli Serdang. Kedua, pengembangan kebun campuran pada lahan kritis di sekitar DAS (Deli) dengan tanaman tahunan. Contohnya penanaman kakao di sela-sela pohon tanaman tua tidak termanfaatkan, lahan kosong dan lahan terlantar. Adanya tutupan kanopi (hasil tanaman polikultur) menciptakan kelembaban tanah, sehingga mengurangi erosi dan memperbaiki ekosistem. Selain itu, tanaman polikultur sangat meningkatkan pendapatan petani. Hal ini juga pernah dilakukan BITRA di 3 DAS, yakni DAS Wampu, DAS Deli dan DAS Ular.

Khusus DAS Percut, tanaman campuran yang paling tepat adalah duku. Mengingat duku di Deli Serdang, khususnya Tembung, kata Wahyudhi, sangat terkenal dengan kelezatannya. Hal senada juga disampaikan oleh Kepala BLH Deli Serdang, bahwa duku Tembung lebih enak dari duku Palembang.

Selanjutnya, menurut Wahyudhi lagi, konservasi DAS Percut yang sudah dilakukan BITRA pada akhir tahun 2010 adalah di sekitar area bantaran Sungai Percut sepanjang 7 Km. Dengan target menanam 11,000 batang bibit duku dan 1,000 pohon pelindung, seperti manggis, mangga, durian, petai, mahoni, trembesi, dan mindi.

Dalam kegiatan “Aksi Tanam Pohon” tersebut, BITRA Indonesia juga melibatkan 700-an warga dari berbagai elemen masyarakat. Terutama kelompok tani dampingan BITRA, seperti Kelompok Tani Setia Alam, Kelompok Tani F1 Lestari, Kelompok Tani Sungai Jernih, dan Kelompok Tani Pelestari Duku. Serta didukung oleh 11 lembaga NGO lainnya. Hal ini guna mendorong masyarakat untuk selalu bergerak dan bertindak cepat dalam usaha penyelamatan lingkungan.

Kegiatan “Aksi Tanam Pohon” ini sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia yang seyogyanya jatuh pada 5 Juni 2012 lalu. Sebelum kembali MenLH kembali ke Jakarta, acara diakhiri dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Menteri bersama tokoh Sumut yang hadir bersama masyarakat Desa Tambak Bayan. (Juhendri)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107