Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan potensi desa (Podes) terhadap 83.931 wilayah administrasi setingkat desa. Data ini dilakukan salah satunya untuk mengetahui Indeks Pembangunan Desa (IPD) di Indonesia.
Tolok ukur dari IPD ini terdiri dari lima dimensi, di antaranya ketersediaan pelayanan dasar, kondisi infrastruktur, aksesibilitas/transportasi, pelayanan umum dan penyelenggaraan pemerintahan. Hal-hal tersebut menjadi ukuran apakah desa tersebut masuk ke dalam kategori desa tertinggal, berkembang, maupun mandiri.
Hasil pendataan menunjukkan, jumlah desa tertinggal pada 2014 sebesar 19.750 (26,81 persen) turun menjadi 13.232 desa (17,96 persen) di 2018. Kemudian desa berkembang pada 2014 tercatat sebanyak 51.026 desa (69,26 persen) naik menjadi 54.879 desa (74,49 persen) di 2018, dan terakhir kategori desa mandiri juga tumbuh dari 2014 sebesar 2.894 (3,93 persen) menjadi 5.559 desa (7,55 persen) di 2018.
“Dari 5 dimensi ini kita bisa lihat bahwa capaian tertinggi adalah penyelenggaraan untuk pemerintah desa, kondisi infrastruktur meningkat 5,42 persen. Di sisi lain pelayanan dasar juga mengalami peningkatan,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Senin (10/12).
Selanjutnya, lanjut dia, penyebab penurunan desa tertinggal lantaran penyelenggaraan pemerintah desa naik 9,81 persen dari sebelumnya di 2014 61,59 persen menjadi 71,40 persen.
Pelayanan dasar angkanya bergerak pada 2014 56,73 persen menjadi 57,65 persen, secara persentase naik 0,92 persen.
“Ini menyangkut pendidikan dan kesehatan. Bahwa jumlah yang ada SMU itu mejingkat 19 persen. Kuncinya itu adalah pendidikan. Terutama ke depan bagaimana memasuki revolusi industri 4.0,” kata dia.
“Jumlah desa yang ada apotik juga meningkat bagus. Jadi ini yang menyebabkan dimensi pelayanan dasar mengalami peningkatan,” tambahnya.
Perihal kondisi infrastruktur, faktor pendorongnya didasari oleh meningkatnya pangkalan LPG, selain itu juga banyak beberapa jalan desa yang sudah di aspal.
“kita harapkan waktu tempuhnya bisa semakin cepat. Sehingga kalau ada keperluan ini bisa dilakukan dengan cepat,” tandasnya. (hap/JPC)
Editor: Teguh Jiwa Brata
Sumber: https://www.jawapos.com/ekonomi/10/12/2018/2018-jumlah-desa-tertinggal-turun-signifikan