TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Impian Bu Lisna, Penggerak SPR Kota Bangun

16/09/2016 , ,
sendok-es-krim

Sendok Es Krim. Ilustrasi Foto: margajayastik.wordpress.com

“Pertama sekali saya sempat mengalami kesulitan di kelompok penggunting tali selop yang ada di Kota Bangun, Kec. Medan Deli, Kota Medan, yang 70 persen, rata-rata bersuku Nias dan kalau dilihat dari pendidikannya rata-rata tamat SD, malah ada yang tidak sekolah. Dari pendekatan yang saya lakukan ke beberapa orang, ternyata masih ada yang tidak mengerti berbahasa Indonesia, bahkan menuliskan namanya-pun, mereka mengalami kesulitan. Sehingga, meskipun kelompok ada kepengurusan, namun tetap saja ada kesulitan ketika mengorganisir di lapangan.” Seperti dituturkan Ibu Lisna kepada Diana, orgaiser/pendamping lapangan pekerja rumahan.

Keadaan semakin berpihak pada Ibu Lisna Sarumaha, karena beliau juga terlahir sebagai suku Nias, “menurut saya Bu Lisna orang yang tepat untuk mengadakan pendekatan kepada ibu-ibu yang bersuku Nias. Hal ini terlihat ketika dalam proses diskusi, Ibu Lisna dapat menjelaskan ulang kepada ibu-ibu suku Nias dengan berbahasa Nias dan sesekali diselingi dengan berbahasa Indonesia.” Nilai Diana dalam hati.

Dari kejadian ini, Saya dapat memetik sebuah pelajaran bahwa, betapa pentingnya mengetahui beberapa bahasa daerah yang ada di Indonesia untuk memberikan penghargaan dan penghormatan pada keragaman dan memperlancar pekerjaan sebagai organiser. Hampir setahun Bu Lisna duduk pada bagian hubungan masyarakat pada kelompok dan Saya melihat beliau cukup bertanggung-jawab dalam tugasnya. Penilaian ini berasal dari dari setiap diskusi Ibu Lisna mengundang seluruh anggota dan mengajak ibu-ibu suku Nias untuk ikut berpartisipasi dan masuk menjadi anggota kelompok CU.

Berbeda dari sebelumnya, setelah Bu Lisna duduk sebagai pengurus saya melihat banyak sekali perkembangan dan perubahan pada dirinya. Awalnya Bu Lisna kurang lancar berbahasa Indonesia, sekarang sudah mulai piawai dan mulai mengajukan kritik serta saran dalam diskusi kelompok. Beliau terlihat lebih percaya diri dan punya kemauan belajar yang semakin kuat. Bu Lisna juga sangat giat untuk memotivasi setiap anggota kelompok, dari awalnya tidak mau membentuk CU sampai kini, sudah 14 orang anggotanya.

Kini, bersama Bu Ramlita (Ketua Kelompok CU), Bu Lisna mulai melakukan pendekatan dan mencari informasi tentang keberadaan pekerja pembungkus pipet (sedotan air minum) dan sendok es krim dengan menggunakan bahasa daerahnya (bahasa Nias). Ibu Lisna dan Ibu Ramlita juga akan melanjutkan petualangannya dalam mengorganisir pekerja rumahan pada kedua sektor tersebut. Bu Lisna punya impian, di masa yang akan datang, seluruh pekerja rumahan yang ada di Indonesia masuk menjadi anggota SPR Sejahtera. (Diana Silalahi, Organiser/Pendamping Lapangan BITRA Indonesia untuk Pekerja Rumahan).

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107