TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Pemerintah Tempuh 3 Langkah Amankan Pangan

25/08/2010

 

 

Oleh: Linda T. Silitonga

JAKARTA: Pemerintah melakukan tiga langkah untuk mengamankan kecukupan pangan di dalam negeri, menyusul terjadinya cuaca ekstrim di berbagai belahan dunia. 

Kondisi itu diperkirakan bisa mengakibatkan negara pengekspor mengambil kebijakan lebih mengamankan produksinya untuk kebutuhan di dalam negerinya.

Tiga langkah tersebut diambil pemerintah setelah melakukan dua kali sidang kabinet paripurna pada 23-24 Agustus 2010 yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama sejumlah menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II di Istana Presiden.

“Perlu memantau tiga pangan pokok yaitu beras, daging, dan gula,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa dalam jumpa pers hari ini usai sidang paripurna di Istana Presiden, didampingi Menteri Pertanian Suswono, Menteri BUMN Mustafa Abubakar, Menteri ESDM Darwin Saleh, dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa.

Menurut dia, dalam memantau kestabilan pangan di dalam negeri tersebut pemerintah akan memantau terutama tiga pangan pokok yaitu beras, daging, dan gula.

Adapun tiga langkah pengamana ketersediaan pangan di dalam negeri tersebut, pertama mengamankan stok beras. Berdasarkan angka ramalan (aram) II terjadi kenaikan produksi sebesar 1,17% dari total pada 2009, dan diperkirakan Aram III akan terjadi persentase peningkatan yang lebih tinggi, maka stok beras pada akhir tahun akan mencapai lebih dari 5 juta ton.

Kedua, diperlukan pemanfaatan musim kering basah dengan mempercepat pembagian bibit, pupuk, dan pendistribusian alat pertanian pada petani agar bisa mempercepat melakukan penanaman untuk memanfaatkan musim kemarau basah ini.

Ketiga, pemerintah akan terus melakukan operasi pasar untuk melakukan stabilisasi harga. Baik pada tingkat petani maupun di tingkat pasar. Untuk itu akan terus dilakukan peningkatan stok Perum Bulog. Untuk hari ini stok di Bulog ada 1,5 juta ton beras yang ada di gudang Bulog si seluruh Tanah Air.

Hatta mengatakan pemerintah juga menilai untuk jangka pendek ini perlu melakukan antisipasi terhadap perubahan iklim ekstrim dengan dua cara. Pertama, meningkatkan penyuluh pertanian bahkan memberi insentif pada mereka untuk memberikan penjelasan pade petani bahwa iklim ekstrim bisa mendatangkan banjir, penyakit yang bisa menimbulkan kerugian. Kedua, memberikan informasi cuaca lebih awal pada penyuluh dan petani.

Khusus untuk pengamanan gula, pemerintah akan melakukan retaksasi sampai akhir Agustus terhadap total produksi gula. Setelah itu baru akan melihat apa perlu melakukan impor gula.

“Terkait dengan cadangan Bulog, Presiden memberi arahan dengan tegas Bulog harus ditingkatkan cadangan minimal 1,5 juta ton dalam keadaan ektrim yang sangat tidak menentu. Presiden memberi arahan agar melakukan antisipasi jangka pendek, menengah, dan panjang,” kata Hatta.(bas)

 

Sumber Bisnis Indonesia, Selasa, 24/08/2010 (www.bisnis.com).

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107