Radio Komunitas | MITRA FM
Festival budaya rakyat diharapkan dapat menjalin kebersamaan masyarakat lewat kesadaran pentingnya melestarikan budaya lokal sebagai benteng pertahanan dari invasi budaya dan produk-produk asing. Budaya lokal juga menumbuhkan kesantunan dan tata sosial yang arif dan baik, yang paling penting budaya lokal merupakan perilaku sosial masyarakat yang tidak eksploitatif dan memiliki daya dukung lingkungan yang sangat tinggi.
Mengingat pentingnya kesadaran masyarakat terhadap identitas diri dan budayanya, radio komunitas Media Transformasi Rakyat (MITRA) FM didukung oleh National Forest Programm Facility, badan PBB Food and Agriculture Organisation (FAO), dan BITRA Indonesia, menggelar Festival Budaya Rakyat yang diadakan di Dusun Tanjung Anom, Desa Tandem Hilir II, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, dengan thema “Melestarikan Seni, Budaya dan Lingkungannya”.
Kegiatan yang diselenggarakan 3 hari, tanggal 31 Desember 2010 sampai 2 Januari 2011 ini menggelar berbagai kegiatan, seperti; penghijauan dengan penanaman pohon mahoni, lomba masak berbahan lokal, Lomba mewarnai untuk tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar (SD), lomba baca puisi untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), pasar murah (bazaar), pagelaran kesenian tradisional reog, kuda lumping/kuda kepang, pertunjukan madihin, pagelaran musik band lokal, pemutaran film layar tancap dan wayang yang semua kegiatan dilakukan oleh masyarakat setempat dan pendengar radio komunitas Mitra FM.
Melalui festival budaya rakyat ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mengenal budaya yang dimiliki bangsa Indonesia. Lebih dari itu lewat festival budaya rakyat ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan lingkungan melalui budaya lokal dapat ditumbuhkan. “Festival ini sangat diharapkan dapat membawa pengaruh positif bagi seluruh masyarakat, sehingga nilai-nilai budaya lokal dapat kembali tumbuh. Apalagi masyarakat kita sudah tergilas oleh modernisasi dan pola hidup materialistik. Festival ini mengajak masyarakat membina persatuan dan kesatuan. Festival ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran bersama dalam melestarikan lingkungan melalui budaya lokal yang arif memperlakukan alam, sehingga alam yang telah rusak dapat hijau kembali,” kata Ridwan, Wakil Ketua Panitia.
Tidak hanya itu, acara ini dianggap menjadi awal yang baik untuk mentransformasikan desa ke pihak luar. “Ini adalah kali pertama kami membuat kegiatan seperti ini. Kami berharap ini bisa menjadi kegiatan berkesinambungan untuk tahun-tahun berikutnya. Kami dari pihak Forum Kelompok Pendengar (Foker) radio komunitas Miyra FM juga berusaha mentransformasikan kegiatan-kegiatan yang positif kepada masyarakat,” kata Agus Salim, salah satu anggota Foker.
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini mendapatkan sambutan baik dari seluruh elemen masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari dukungan yang diberikan oleh Sekretaris Camat Hamparan Perak, ketua Dewan Perwakilan Radio Komunitas (DPRK), ketua Badan Penyelenggara Penyiaran Radio Komunitas (BPPK), Kepala Biro Lingkungan Hidup (BLH), Ketua Badan Pengurus (KBP) Yayasan BITRA Indonesia dan masyarakat lain yang hadir.
“Banyak radio yang hanya menyampaikan hiburan saja kepada para pendengarnya, sehingga sedikit pelajaran yang dapat diambil. Kegiatan radio yang kami istilahkan dengan “off air” ini tentunya menjadi agenda yang cukup menarik untuk memberikan pendidikan budaya terhadap masyarakat. Apalagi kegiatan yang dijadwalkan, bertepatan dengan pergantian tahun. Ini cukup baik karena masyarakat tidak harus pergi meninggalkan kampungnya untuk merayakan pergantian tahun. Kegiatan ini tentunya harus kita dukung bersama-sama. Harapan saya ke depannya kegiatan ini dapat berkembang lebih baik lagi,” tandas Sekretaris Camat Hamparan Perak.
“Semoga acara ini dapat terselenggara dengan baik, seperti yang kita harapkan bersama dan dapat diterima oleh masyarakat. Bukan cuma itu masyarakat dapat mengambil pelajaran yang ada didalamnya,” tutur Suyetno, Ketua BPPK. Selain menu
mbuhkan kesadaran masyarakat terhadap budaya lokal, kesadaran melestarikan lingkungan, dan menjalin persatuan dan kesatuan, festival ini juga dapat mengembangkan dan memperkenalkan produk-produk dalam negeri kepada masyarakat. “Sangat baik, jika kegiatan ini dapat berkesinambungan ke depannya, karena kegiatan ini juga dapat memberikan informasi kepada masyarakat tentang jenis-jenis produk dalam negeri. Selama ini orang sudah tidak tertarik dengan produk lokal. Untuk itu, masyarakat juga harus mendukung baik kegitan ini,” papar Suardi, S.Pd, Ketua DPRK.
“Kegiatan ini tidak hanya bagus, tetapi menjadikan ibu-ibu lebih kreatif. Contohnya saja pada lomba masak, ibu- ibu harus berpikir tentang penggunaan sumber pangan lokal. Kebudayaan yang ditampilkan juga sangat memberikan pengetahuan yang baik kepada masyarakat. Semoga untuk ke depannya, kegiatan ini dapat terlaksana kembali dan lebih baik,” harap Wira (16), masyarakat yang mengikuti acara Festival Budaya Rakyat tersebut. (Elfa/Eka)