Betapa malang nasib yang dialami masyarakat Dusun Sido Makmur, Desa Air Hitam Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara sudah berpuluh tahun dirugikan oleh PLN akibat pelayan yang sangat buruk. pasalnya tegangan listrik yang dialirkan ke masyarakat tidak mencukupi bahkan tidak sampai 80 volt, padahal tegangan yang seharusnya diterima adalah 220 volt. Karena daya listrik di rumah masyarakat rata-rata 900 VA.
“Tegangan daya yang kami terima tidak sampai 80 volt. Jangankan televisi bisa menyala lampu rumah saja redup nyalanya”, tutur Tugimin (45) warga Pasar IX, Dusun Sidomakmur saat ditemui dirumahnya (5/9/15).
Persoalan ini dirasakan masyarakat di sekitar semenjak tahun 2001 sampai sekarang, sudah beberapa kali keluhan ini disampaikan kepada Cabang PLN Tanjung Balai dan pihak terkait namun tidak juga ada perbaikan.
Akibat daya yang tidak mencukupi ini, hampir setiap bulan bahkan ada yang setiap minggu mereka mengganti bola lampu, tidak hanya itu saja peralatan elektronik seperti televisi, kulkas, mesin air dan yang lainnya sering rusak.
“Kalau pelayan PLN masih seperti ini tambah miskin kami dibuat PLN, soalnya hampir setiap bulan kami mengganti bila lampu ditambah lagi peralatan elektronik lainnya yang ikut rusak gara-gara daya listrik yang tidak mencukupi”, sambung Tugimin.
Masyarakat sekitar merasa sangat geram dengan pelayanan yang diberikan PLN, hingga saat sekarang tidak ada perbaikan dan penambahan trafo yang dilakukan PLN, padahal masyarakat sudah mengadukan tentang permasalah ini kepada pihak terkait tetapi tidak ada tanggapan. “Kami sudah muak dengan PLN yang tidak mau menggubris aduan kami, lihat saja dalam waktu dekat, jika mungkin akan kami gugat PLN”. Tukas Tugimin.
Ditempat terpisah masyarakat Dusun Sido Makmur juga mengeluhkan mahalnya pemasangan PLN. Masyarakat harus membayar uang 6 sampai 7 juta rupiah untuk pemasangan per-unit rumah. Itupun meteran listriknya diberikan beberapa bulan setelah pemasangan, bahkan ada yang mencapai tahun lamanya.
“Untuk pemasangan daya 900 VA kami disini harus mengeluarkan uang sebesar 6 sampai 7 juta ditambah lagi untuk biaya pembelian tiang sekitar 2,5 juta. Pokonya puaslah PLN menghisap darah kami”, ungkap Sipon (59) masyarakat pasar VIII, Dusun Sidomakmur.
Pengadaan jalur PLN di daerah ini sendiri berasal dari swadaya masyarakat yang dihibahkan kepada PLN, sebanyak 19 keluarga mengumpulkan uang sebesar lebih dari 90 juta rupiah untuk pengadaan tiang dan kabel utama, hal ini dilakukan karena masyarakat sangat ingin merasakan penerangan dari PLN sebagai salah satu kebutuhan akan listrik dan hak sebagai warga negara yang belum diperoleh. Namun demikian upaya dan pengorbanan mereka sepeertinya sama sekali tidak dipandang oleh Pihak PLN. (Andi Putra/Hadi Siswoyo, Jurnalis Warga, Desa Air Hitam).