TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Sebanyak 65 Persen Wilayah di Sumut Rawan Longsor

05/07/2009

Bencana longsor dan banjir menjadi ancaman utama di Sumatera Utara (Sumut). Dari total wilayah Sumut yang luasnya mencapai 71.680 kilometer persegi, lahan yang berpotensi terjadi longsor mencapai 46.592 kilometer persegi. Jumlah itu terbagi rata pada 19 daerah, dari keseluruhan 25 kabupaten dan kota di Sumut.

Menurut Koordinator Dewan Pakar Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatera Utara – Nanggroe Aceh Darussalam, Jonathan I Tarigan, penyebab utama ancaman bencana longsor maupun banjir itu karena masalah penebangan di kawasan pegunungan. Degradasi hutan konversi lahan yang terus menerus terjadi, mengakibatkan

“Ini sangat mengkhawatirkan. Sebab itu pemerintah, terutama pemerintah daerah harus mengambil langkah-langkah taktis dan strategis di masa sekarang, untuk mencegah bencana di masa depan,” kata Jonathan I Tarigan dalam seminar Mencermati dan Mewaspadai Ancaman Bencana Ekologis di Sumut, yang berlangsung di Universitas Medan Area, Jalan Kolam Medan, Senin (5/6/2006).

Daerah-daerah yang berpotensi longsor itu, kata Jonathan masing-masing Kabupaten Nias, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Toba Samosir, Labuhan Batu, Asahan, Simalungun, Dairi, Karo, Deli Serdang, Langkat, Nias Selatan, Humbang Hasundutan, Pakpak Bharat dan Samosir. Ke 19 daerah ini masuk dalam kategori sangat rawan longsor.

“Dari 19 daerah itu, yang potensinya sangat tinggi adalah Kabupaten Langkat yang mencapai 30 persen, Tapanuli Tengah 20 persen, serta Mandailing Natal, Nias Selatan dan Pakpak Bharat yang masing-masing 15 persen,” kata Jonathan.

Dengan kondisi ini, sambung Jonathan, maka pemerintah daerah semestinya melakukan antisipasi untuk memperkecil dampak bencana longsor dan menghindari banyaknya jatuh korban jiwa. Salah satunya, melakukan program Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat (MBBM). Dengan program ini masyarakat diberitahukan mengenai potensi bencana di daerahnya sehingga dapat menyiapkan lebih siaga dan tahu apa yang harus dilakukan bila bencana datang.

Dikatakan, jika antisipasi tidak segera dilakukan, maka korban akibat longsor ini akan tidak terhindarkan. Salah satu contoh kasus adalah bencana banjir bandang di Bahorok, Kabupaten Langkat, Sumut, pada 2 November 2003 yang menyebabkan 155 korban tewas dan 87 orang dinyatakan hilang.

Sumber: detikcom, Senin (5/6/2006).

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107