Karena memiliki potensi pasar yang sangat menjanjikan, Bupati Tapanuli Selatan Ir Ongku Parmonangan Hasibuan menyerukan kepada seluruh masyarakatnya untuk melakukan penanaman pohon jarak di lahan-lahan kritis dan pekarangan rumah.
“Masyarakat silakan menanam pohon jarak sebanyak-banyaknya. Buah jarak akan menjadi komoditas yang paling dicari, karena bisa dijadikan sebagai bahan baku pembuatan minyak oli dan solar sebagai pengganti bahan bakar minyak,” katanya dalam sebuah dialog terbuka Bupati dengan warga Tapsel, baru-baru ini di Lapangan Tiga Binanga, Barumun Tengah, Tapanuli Selatan.
Menurut Bupati, lahan-lahan di Tapanuli Selatan masih sangat potensial untuk pertanaman pohon jarak. Apalagi tanaman ini juga relatif tidak merusak struktur tanah seperti tanaman sawit. Untuk itu, ia akan lebih memprioritaskan pada pengembangan tanaman jarak.
Selain dari lahan-lahan kritis, tanaman jarak juga diharapkan dapat dikembangkan masyarakat di pekarangan rumah, sehingga bisa menjadi pendapatan tambahan yang akan membantu perekonomian keluarga. Pemkab sendiri sedang menyiapkan ribuan hektar lahan untuk penanaman komoditas tersebut.
“Tanaman sawit akan menyebabkan lahan pertanian menjadi kritis karena bisa merusak struktur tanah yang menyerap habis unsur hara di dalam tanah. Untuk itu kita akan lebih mengutamakan tanaman jarak, karet, dan coklat,” tambahnya.
Hal ini, lanjut Ongku, sejalan dengan kebijakan Pemkab Tapsel yang akan meletakkan program pengelolaan sumber daya alam dengan tetap mengedepankan aspek lingkungan hidup atau dengan kata lain, pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Ongku optimis, pada masa-masa mendatang, tanaman jarak akan menjadi salah satu komoditas yang paling dicari seiring dengan semakin kritisnya cadangan minyak nasional. Untuk itu, ia berharap masyarakat Tapsel bisa melihat ini sebagai peluang untuk meningkatkan perekonomian keluarganya.
sumber: medan bisnis (13/02/06)