TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

MERAWAT MASYARAKAT DENGAN KLINIK HERBAL

26/03/2012

Profil Kelompok | Kesehatan Alternatif

Ternyata tak mudah untuk menjadi seorang praktisi herbalis. Setidaknya ada beberapa tahapan yang mesti dilakukannya, mulai dari mengenal dan mengklasifikasikan tanaman obat sampai meraciknya jadi obat herbal. Termasuk juga uji klinik obat herbal tersebut. Terkadang masuk keluar hutan pun harus dilakoni seorang praktisi herbalis demi mencari jenis tanaman obat yang tergolong langka.

Demikian sekelumit pengalaman dari Muhammad Yusuf Harahap, seorang praktisi herbalis dari Klinik Herbal Amarullah, Desa Bandar Klippa, Pasar X, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Lewat klinik herbal yang dikelolanya itulah, lelaki yang akrab disapa Yusuf ini telah mengabdikan dirinya merawat kesehatan masyarakat selama 8 tahun. Dan tak cuma masyarakat di sekitar kliniknya, pasiennya juga datang dari berbagai daerah dengan berbagai profesi. Beberapa orang dokter bahkan pernah berobat di kliniknya.

Mengenai pasien, agaknya ada cerita menarik yang membuat Yusuf sangat terkesan. Ini berawal ketika seorang dosen di sebuah universitas di Medan datang berobat ke kliniknya. Menurut cerita sang dosen, seperti dituturkan Yusuf, dia tahu Klinik Herbal Amarullah justru saat sedang berobat di Penang, Malaysia. Dan yang lebih mengejutkan Yusuf saat itu adalah, datangnya sang dosen ke Klinik Herbal Amarullah itu justru atas saran seorang dokter yang kebetulan merawat sang dosen ketika berobat di Penang. Kini beberapa teman sang dosen juga pernah menjadi pasien di Klinik Herbal Amarullah.

Kendati demikian, prestasi Yusuf dalam bidang pengobatan alternatif ini tidak lantas membuatnya berpuas diri. Apalagi bersikap tinggi hati. Pria yang murah senyum dan ramah ini bahkan tak pantang berbagi ilmu. Tak heran ketika Yusuf ditanya temannya, “Kok berani bagi-bagi ilmu, itu kan rahasia dapur?” Dengan rendah hati dia menjawab, “Kalau mau dicuri ya curi laut aja sekalian. Lagipula, ilmu itu kan anugerah dari Allah, makin kita berbagi maka semakin berkah.” Demikian prinsipnya.

Untuk itu, selain aktif mengikuti diskusi pengobatan alternatif yang diadakan BITRA Indonesia, Yusuf juga senantiasa aktif berbagi pengalaman dengan kelompok pengobatan alternatif lainnya. Misal saja dengan Kelompok Sirih Keraton, yang ketua-nya, Sri Mawarsih, kini ikut membantunya di Klinik Herbal Amarullah.
Ke depannya Yusuf juga berharap pelatihan-pelatihan pengobatan alternatif seperti yang diadakan BITRA Indonesia itu dapat memotivasi masyarakat untuk belajar memahami tanaman-tanaman obat yang ada. Sebab untuk mempelajari obat herbal, menurut Yusuf, yang pertama adalah mengenali tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar kita, termasuk khasiat-khasiatnya. Setelah itu bagaimana meraciknya menjadi obat herbal yang higienis. Dan soal uji klinis, terkadang Yusuf sendiri kerap jadi “kelinci percobaan” bagi obat-obatan herbal yang dibuatnya, bahkan terhadap obat-obatan buatan pabrik. Setelah yakin akan khasiatnya, barulah dia berani mempromosikan obat-obatan itu kepada para pasiennya. Tentu ini bukan perkara gampang karena perlu disiplin dan keuletan ibarat tabib atau ilmuwan.

Memang, selama ini Klinik Herbal Amarullah masih menerima pasokan obat herbal dari luar Sumatera (terutama Jawa) sekitar 70 persen, sedang 30 persen lagi racikan sendiri. Hal ini disebabkan selain bahan baku obat yang agak langka di Sumatera, pabrik herbal pun masih berpusat di Jawa. Kini seiring dengan pengetahuan pengolahan yang ada, sekitar 40 persen sudah dapat dihasilkan sendiri. Yusuf berharap suatu saat pengolahan obat herbal ini akan berjalan lancar dengan adanya pabrik obat herbal di Sumatera Utara, khususnya. Untuk itu, barangkali lewat Kongres SERATD (Serikat Rakyat Deli Serdang) yang bakal diadakan di Training Center Sayum Sabah, Maret nanti, ide itu dapat tertuang jadi bahan pemikiran bagi kelompok masyarakat yang ada, terutama pada kelompok pengobatan alternatifnya.

Adapun teknik pengobatan di Klinik Herbal Amarullah berupa akupunktur/akupresur dan beberapa teknik terapi lainnya. Termasuk juga konsultasi kesehatan masyarakat. Namun pada dasarnya, jelas lelaki yang pernah menjabat sebagai Sekjen SERATD ini, pengobatan selalu menerapkan prinsip: bagaimana pasien harus dikenali dulu tubuh dan penyakitnya (diagnosa), setelah itu barulah diberikan obat herbal yang tepat untuk pasien tersebut.

Kini, dengan dibantu sekitar 17 orang anggota Klinik Herbal Amarullah, Yusuf makin optimis dalam mengembangkan pengobatan alternatif berbasis obat herbal ini. Dan setelah sejak lama bersinergi dengan Klinik Harum, Pasar VII, Tembung, Kabupaten Deli Serdang, yang diketuai oleh Legiso (sehingga disebut Kelompok PA Harum Amarullah), Yusuf dan kelompok pengobatan alternatifnya pun kini telah memperluas jaringan di Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, yakni dengan mendirikan Klinik Anggrek Sehat. (jc) 

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107