TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Nurzanah:Yakinkan Petani dengan Keberhasilan ICS Padi Organik

10/03/2012

ICS Pertanian Organik | Aliansi Organis Indonesia (AOI)

Memulai sesuatu yang berbeda dengan kebiasaan masyarakat kebanyakan tidaklah mudah.
Termasuk dalam hal pertanian organik. Di saat sebagian besar petani mengembangkan pertanian konvensional yang menggunakan pupuk dan pestisida kimia sintetis, Nurzanah bertekad mengembangkan pertanian organik yang tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia sintetis.

Bersama BITRA Indonesia yang mendampingi petani organik di kawasan Sumatera Utara, Nurzanah sejak tahun 2009 ingin mengembangkan pertanian padi organik untuk mendapatkan beras yang sehat karena bebas bahanbahan kimia sintetis. Dan yang terpenting juga ingin menekan biaya produksi.

Dengan pertanian organik, petani bisa menghemat biaya produksi karena mereka bisa mendapatkan bahan-bahannya seperti pupuk dan pestisida dengan membuatnya sendiri. Pupuk organik dan pestisida alami yang dibuat petani secara mandiri tak kalah dengan pupuk dan pestisida kimia sintetis. Bahkan kualitasnya jauh lebih baik karena pembuatan dan penggunaannya mengutamakan keselarasan alam sekitarnya.

Meski tak mudah mengembangkan pertanian organik di tengah pengembangan pertanian konvensional, apalagi meyakinkan petani konvensional bahwa bisa berhasil dengan pertanian organik bahkan mau mengikuti pilihannya bertani organik, Nurzanah bersama Bitra Indonesia tak putus asa.

Untuk menjaga kualitas produksi dan hasil panen padi organiknya, Nurzanah bersama BITRA Indonesia menerapkan Sistem Pengawasan Internal (Internal Control System – ICS) sejak 2009 di Desa Lubuk
Bayas, Kecamatan Perbaungan Sergai, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Dengan ICS, petani padi organik melakukan pertanian padi organik sesuai dengan standar yang ada.

Petani juga melakukan pengawasan pertanian padi organik di antara petani anggota kelompoknya.
”Yang paling penting dalam menjalankan ICS adalah kejujuran, kerjasama dan pengawasan yang berkelanjutan,” jelas Nurzanah, inspektor ICS BITRA Indonesia.

”Dengan cara ini kita bisa membuktikan pertanian padi organik bisa berhasil, dengan sendirinya petani lain ikut bertani organik dan alhamdulillah sekarang lahan yang diikutkan dalam ICS sudah seluas 20 hektar,” tambahnya.

Arahkan petani organik sesuai ICS
Dalam proses ICS padi organik, kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi ICS pada anggota kelompok, melakukan Sekolah Lapang, latihan tentang pembuatan pupuk dasar dan cair, serta diskusi
kelompok. Sebagai inspektor ICS, Nurzanah juga mengarahkan kelompok petani supaya tetap berjalan sesuai ICS. Nurzanah juga sekaligus bertani sesuai ICS sambil memberi bukti ke petani yang
belum ICS bahwa bertani organiklah yang terbaik, bukan pertanian konvensional.

Nurzanah juga mengikuti kegiatan penting lainnya dalam ICS padi organik yaitu membuat standar ICS beras organik saat melakukan pelatihan ICS dasar di Sayum Sabah bersama anggota kelompok yang lain dan akhirnya ditunjuk sebagai salah satu inspektor lokal. Setelah melakukan pertanian padi organik dengan ICS, Nurzanah berharap ke depan makin banyak petani yang au ikut bertani padi organik dan melakukan ICS. Nurzanah bersama kelompok petaninya juga berharap bisa menuju sertifikasi organik dan pemasaran beras organik lebih baik dan cerah.

Saat ini ada tiga kelompok petani yang melakukan ICS padi organik dengan jumlah petani keseluruhan 30 orang. Jenis padi dalam proses ICS itu ialah jenis Ciherang dan mintanur. Dengan luas lahan keseluruhan kurang lebih 20 hektar, hasil panen per musim maksimal yang pernah dicapai adalah 10,4 ton gabah per hektar.

Menurut Nurzanah, pada tahun 2011 permintaan pasar beras organik baru mencapai kurang lebih 2 ton per bulan, tetapi mulai Januari 2012 permintaan pasar meningkat menjadi 4 ton lebih per bulannya.
Jangkauan pasarnya baru di dua daerah yaitu daerah Sumatera Utara dan Riau. Untuk perluasan pemasaran beras organik, kelompok petani ICS Bitra Indonesia saat ini bermitra dengan Jaringan Pemasaran Pertanian Selaras Alam (JaPPSA) dan Serikat Petani Serdang Bedagai (SPSB). (ANP/SNY)

Sumber: www.organicindonesia.org

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107