TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

MEKARNYA “MAWAR” DI NAMO PINANG

10/02/2012

Kabar dari Kampung | Dataran Tinggi

Di antara dataran rendah dan daerah pegunungan di Kecamatan Namo Rambe, Kabupaten Deli Serdang Propinsi Sumatera Utara, terletaklah Desa Namo Pinang. Desa yang dilalui Sungai Petani atau Sungai Deli ini berpenduduk rata-rata bersuku Karo, yakni sekitar 97%.

Mata pencaharian penduduk kebanyakan bertani seperti menanam padi, sayur-sayuran, ataupun yang lainnya. Ada juga yang memelihara ikan (kolam) dan sebagian memasak gula dari air pokok aren (ekpola, bahasa karo). Sayangnya, ini semua belum mampu memberikan perubahan bagi taraf hidup masyarakatnya yang rata-rata masih terbelenggu oleh kemiskinan.

Tak heran kalau masyarakat Desa Namo Pinang pun sangat mendambakan bantuan, baik berupa pemikiran, bimbingan, maupun penyuluhan dalam mengerjakan pertanian mereka. Paling tidak, bantuan ini diharapkan dapat merubah cara pikir mereka, termasuk untuk menuju taraf  hidup yang lebih layak. Misalnya dengan menyekolahkan anak mereka sampai ke jenjang perguruan tinggi, persis seperti harapan para orang tua di Desa Namo Pinang tadi.

Gayung pun bersambut saat Bitra Indonesia mendirikan Training Center-nya di Sayum Sabah. Tak ayal sebagian masyarakat Namo Pinang mulai melirik dan mempelajari apa sebenarnya kegiatan Training Center Sayum Sabah (TCSS) tersebut. Sejak itu mulailah Bitra Indonesia membimbing dan mendampingi masyarakat Namo Pinang tadi.

Kemudian atas saran Bitra pulalah masyarakat Namo Pinang mendirikan suatu Kelompok Tani. Namanya Kelompok Tani Mawar, yang sudah beranggotakan 56 orang. Hal ini berkat binaan Bitra Indonesia dan juga mulai timbulnya kesadaran masyarakat dalam berorganisasi.

Kini, para petani di Namo Pinang juga mulai menanam coklat (kakao), yang boleh dikatakan masih baru. Melalui sekolah lapang (SL) coklat selama ± 6 bulan, masyarakat yang dengan bimbingan Bitra Indonesia, juga diajarkan bagaimana cara penanggulangan hama coklat, pemangkasan yang benar dan perawatan buah yang baik. Termasuk dalam hal pembuatan berbagai macam pupuk organik serta penempelan atau penyambungan tanaman coklat. Sehingga coklat yang tadinya tak berbuah kini menjadi subur dan hasil panennya pun semakin bagus. Sebelumnya hasil panen coklat masyarakat sangat jauh dari memuaskan.

Pada 21 Juni 2009, Kelompok Tani Mawar juga membentuk sebuah CU (Credit Union) Mawar, yang kini anggotanya 156 orang.  Selain simpan pinjam, anggota Kelompok Tani Mawar ini juga melaksanakan kegiatan sosial. Misalnya bila ada anggota mengadakan pesta maka setiap anggota wajib menyumbang Rp.3000,-/anggota. Demikian juga bila ada yang sakit/opname maupun meninggal dunia. Selain mendapat bibit jagung, mereka juga dapat meminjam dari CU mawar sebesar Rp 5.000.000,- (lima juta rupiah) dengan waktu 20 bulan cicilan dengan bunga hanya 2%.

Akhirnya, para anggota kelompok tani ini pun berharap, semoga Desa Namo Pinang menjadi harum mekar laksana mawar, sesuai namanya Kelompok Tani Mawar dan CU Mawar.

Penulis: Djendam Depari, Kelompok Tani Mawar, Namo Pinang, Sibolangit.
Penulis adalah pensiunan Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhan Batu.

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107