Setelah pembentukan kawasan integrasi ternak sapi dengan kebun kelapa sawit yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) beberapa waktu lalu, pembentukan kawasan ini merupakan salah satu sarana mencapai swasembada daging sapi yang dicapai. Selain itu dukungan Iptek menjadi penting untuk mewujudkan swasembada melalui peningkatan kemampuan SDM termasuk juga kapasitas para peternak-petani sehingga menjamin ketersediaan pakan sepanjang tahun dengan teknologi pakan murah. Untuk mendukung sepenuhnya menuju program swasembada daging dan susu berkelanjutan, Pemkab Sergai mendirikan Pusat Pelatihan Integrasi Ternak Sapi sebagai inkubator dan sumber informasi teknologi.
Melalui pembangunan ini diharapkan akan menjadi contoh bagi peternak, petani maupun tenaga penyuluh yang pada gilirannya sarana ini akan mendorong dan menggairahkan usaha agribisnis peternakan terpadu di Kabupaten Sergai sehingga kedepannya menjadi role model di daerah Provinsi Sumut yang sukses mengembangkan kawasan integrasi ternak sapi.
Harapan ini disampaikan Bupati Sergai Ir. H. Soekirman pada sambutannya pada acara peresmian gedung Pusat Pelatihan Integrasi Ternak Sapi yang berada di Desa Mangga Dua Kecamatan Tanjung Beringin, Selasa (23/9/2014). Pembangunan gedung pelatihan merupakan bantuan dana dari Pemerintah Jepang sekitar Rp 1 miliar kepada Yayasan BITRA Indonesia melalui program “Grant Asistance for Grassroots Human Security Project. Dalam kesempatan acara ini Pemerintahan Jepang diwakilkan oleh Konjen Jepang untuk Medan Mr. Yuji Hamada.
Turut mendampingi Bupati Sergai, Ketua TP. PKK Ny. Hj. Marliah Soekirman, para Kepala SKPD, Direktur Pemasaran PT. Bank Sumut Ester Jenita Ginting, Wakil Direktur BITRA Rusdiana, Mr. Steven dari LSM ARI Jepang, Ms. Bev Abma dari LSM FRB, Camat dan jajaran Kades Tanjung Beringin, Kelompok Petani dan Peternak, Tenaga Penyuluh dan Masyarakat.
Kemudian diungkapkan Bupati Soekirman berkaitan dengan pendirian gedung pelatihan ini bahwa Sergai memiliki potensi yang cukup besar untuk pengembangan usaha dibidang pertanian dan peternakan, dengan jumlah populasi ternak yang dihasilkan peternak rata-rata 44.000 ekor. Maka itu komoditi dibidang peternakan berkontribusi besar mencapai ketahanan pangan di kabupaten Sergai dan telah menetapkan sektor pertanian dan peternakan menjadi salah satu prioritas pembangunan disamping sektor lainnya.
Diakhir sambutannya Bupati Sergai Ir. H. Soekirman berpesan kepada petani maupun peternakan dapat memanfaatkan gedung ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian bukan hanya beternak sapi tetapi dalam hal memanfaatkan teknologi limbah kotoran ternak menjadi biogas, pupuk kompos yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Dalam kesempatan itu, Bupati mengucapkan terima dan apresiasi atas bantuan dan dukungan pemerintahan Jepang dalam pembangunan dan fasilitas pusat pelatihan integrasi ternak sapi ini.
Sebelumnya Konjen Jepang Yuji Hamada mengatakan pusat pelatihan ini nantinya akan dilaksanakan pelatihan beternak sapi secara insentif, pembuatan pupuk organik yang berbahan dasar alami dan sarana belajar pemanfaatan limbah ternak sebagai energi alternatif bio gas bagi peternak dan petani. Disamping itu kedepannya diharapkan mampu berperan sebagai sentra pembuatan pupuk organik bagi dan menjadi model kerja sama yang konstruktif antara Bitra dengan Pemkab Sergai serta menyumbang terhadap upaya perlindungan sumber daya pertanian dan kehidupan kesejahteraan petani dan peternak. (Mt/Koko)
Sumber: MATATELINGA.con