TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Bermodalkan Rp 800.000, Petani Melon Peroleh Hasil hingga Rp 4 Juta

05/07/2009

Melon (Cucumis melo L) hingga saat ini masih menjadi primadona pertanian. Dengan harga jual yang tinggi serta biaya produksi relatif rendah, pertanian melon sangat menjanjikan. Bayangkan saja, dengan luas areal pertanian 1 rante (400 m2), modal yang dibutuhkan hanya Rp 800.000 sedangkan hasil yang diperoleh bisa mencapai Rp 4 juta.

Suhardjo (37), petani melon asal Dusun Wonogiri Desa Pasar V Kebun Kelapa Kecamatan Beringin, Deli Serdang menggeluti pertanian melon ini sejak tahun 2000. Ketika itu seorang petani yang disponsori oleh sebuah perusahana distributor benih melon menjelaskan kepada petani di desanya tentang teknik menanam melon.

Bersama dengan petani lainnya, ia langsung mengupayakan untuk melakukan penanaman melon berdasarkan petunjuk yang telah ia peroleh sebelumnya. Meskipun pekerjaannya petani, namun ia tidak memiliki lahan. Akhirnya untuk mengawalinya, ia memanfaatkan tanah dalam kawasan pembangunan Bandara Kuala Namu.

Tak disangka ternyata hasilnya sangat menguntungkan. Karenanya ia tetap meneruskan usaha ini sampai sekarang. Saat ini ia memiliki lahan pertanian melon seluas 14 rante yang berada di dua lokasi yaitu Desa Rambungan Kecamatan Batang Kuis dan Desa Serdang Kecamatan Pantai Labu.

Areal pertanian yang ada di Desa Rambungan seluas 10 rante, baru seminggu lalu ditanam. Sedangkan yang ada di Desa Serdang seluas 4 rante dan saat ini sedang panen. Dari areal seluas ini, produksinya bisa mencapai 4 ton. Harga jualnya saat ini Rp 4.500 per kg. Artinya, ia bisa mengantongi uang hingga Rp 18 juta saat panen.

Harga melon berfluktuasi. Namun kisarannya masih di level Rp 3.500 – Rp 4.500 per kilogram. “Saat ini harga melon memang masih cukup baik sehingga keuntungannya juga bisa lebih tinggi,” akunya.

Ia mengkalkulasikan, setelah dikurangi dengan modal Rp 800.000 per rante atau keseluruhannya mencapai Rp 3,2 juta, maka hasil yang diperolehnya menjadi Rp 14, 8 juta. Dengan masa tanam dua bulan, maka pendapatan yang diterimanya menjadi Rp 7,4 juta per bulan. Kalau diperhitungkan lagi, maka penghasilan untuk petani melon menjadi Rp 1,85 juta per bulan per rante.

Kendati hasilnya sangat menjanjikan, namun bertanam melon cukup sulit bahkan paling sulit jika dibandingkan dengan tanaman lainnya seperti semangka atau cabai. Kesulitan tersebut terletak pada pemeliharaannya seperti pengendalian hama dan penyakit serta pemangkasan.

Selama musim tanam, pemangkasan dilakukan tiga kali yaitu pada saat tanaman berusia 15, 25 dan 35 hari. Pemangkasan ini dilakukan untuk konstruksi tanaman sehingga hasil yang dicapai bisa lebih optimal.

Rumitnya pemeliharaan melon ini juga karena dari mulai usia seminggu hingga masa buah, tanaman ini sangat rentan dengan berbagai penyakit. Dari mulai penyakit bule yaitu keriting pada daun yang pada akhirnya bisa menurunkan produksi secara drastis, lalat buah, jamur pada daun serta berbagai penyakit lainnya.

Ia sendiri pernah tiga kali mengalami gagal panen. Yang terakhir terjadi pada pertengahan tahun lalu, sehingga penghasilannya hanya cukup menutupi modal saja. Sebagai petani tanpa lahan, ia kerap berpindah-pindah areal pertanaman. Untuk tanaman melon ini, setidaknya ia pernah pindah ke empat tempat yaitu Kuala Namu, Pantai Labu, Perbaungan dan Batang Kuis.

Biasanya ia hanya menanaminya dua atau tiga kali saja. Karena kalau terus-terusan ditanami produksinya menurun. Lahan yang sama bisa ditanami kembali setelah mengalami masa pemulihan yang membutuhkan waktu hingga 1 tahun.

Untuk mendukung pertumbuhan dan hasil produksi, jenis pupuk yang digunakan cukup banyak yaitu NPK, KCL, ZA, SP 36, ZA serta dolomit. Untuk pengendalian, penggunaan pestisida seperti fungisida juga sangat dibutuhkan. Pada penanaman yang kedua sangat dianjurkan untuk menggunakan pupuk kandang agar hasil yang diperoleh cukup menggembirakan

sumber: medan bisnis (10/02/06)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107