TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Kawanan Gajah Rusak Pohon Karet Petani di Sei Lepan

04/05/2014 , ,
Pohon karet rakyat yang diserang kawanan gajah di Dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Sei Lepan, Langkat, Sumut.

Pohon karet rakyat yang diserang kawanan gajah di Dusun Damar Hitam, Desa Mekar Makmur, Sei Lepan, Langkat, Sumut.

Sejak tiga hari terakhir, petani karet di Dusun V Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat resah karena puluhan ekor gajah melintas di perkebunan karet milik petani. Tak hanya itu, kawanan gajah tersebut mengakibatkan banyak pohon karet petani yang rusak, khususnya yang masih muda.
Petani karet diĀ  Dusun V Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, Suparno mengungkapkannya kepada MedanBisnis, Sabtu (3/5). Awalnya, kawanan gajah yang memasuki perkebunan karet petani sekitar pukul 22.00 WIB, diketahui dari beberapa orang warga masyarakat yang bermalam di kebun yang kemudian secara hati-hati keluar dari kebun untuk melaporkannya ke warga lainnya agar berramai-ramai mengusir kawanan gajah tersebut.

Dalam menghalau kawanan gajah, warga menggunakan bunyi-bunyian yang suaranya keras seperti meriam sederhana terbuat dari pipa besi dengan pemantik karbit. Selain itu, warga juga membawa obor. Namun sebelum warga sampai di kebun, kawanan gajah yang berjumlah lebih dari 20 ekor terdiri dari induk dan anak, sudah terlanjur merusak tanaman karet petani.

“Sudah menjadi kebiasaannya, gajah selalu melintas pada malam hari, dan sebentar aja mereka melintas, pasti sudah banyak tanaman karet rusak, misalnya, tanaman yang masih muda biasanya patah-patah, tapi kalo yang tua, kulitnya itu dikelupasnya, kalo udah gitu, ya gak bisa lagi,” katanya.

Situasi tersebut menyulitkan masyarakat karena tak tahu kemana mengadu. Padahal, kerugian yang dialami tidaklah sedikit. Apalagi, saat ini produksi getah karet menurun 40% karena musim kemarau. Begitu juga dengan harga yang juga sedangg jatuh, menjadi sebesar Rp5000 – Rp8000/kg dari sebelumnya Rp9000 – Rp11000/kg. “Selama ini tak ada patroli dari petugas, misalnya dari Polisi Kehutanan, atau yang lainnya, karena kan kita masyarakat maunya juga dapat bantuan dari pemerintah karena serangan gajah,” katanya.

Ketika ditanya asal gajah tersebut, menurutnya berasal dari kawasan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL). Kecamatan Sei Lepan sendiri, kata dia, berbatasan dengan kawasan TNGL. “Gajahnya dari dalam kawasan (TNGL) lah,” katanya singkat.

Sementara itu, staf Fungsional Perlindungan Pengawetan dan Perpetaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (P3 BBKSDA SU), Fitri Noorch mengatakan, kawanan gajah yang melintas di Sei Lepan merupakan gajah yang berasal dari kawasan TNGL. Salah satu cara menghalau gajah adalah dengan bunyi-bunyian keras seperti meriam buatan yang sederhana untuk mengarahkannya ke dalam hutan. Selain itu juga dengan membuat nyala api yang bisa dibuat dengan obor.

“Sei Lepan ini memang kawasan perintasannya. Untuk menghindari gajah masuk ke kawasan milik masyarakat, nah kalau soal patroli, itu kami lakukan tentunya dengan koordinasi pihak terkait lainnya, misalnya dengan Polhut, BBTNGL maupun Satuan Polisi Reaksi Cepat (SPORC), dan lainnya bersama masyarakat,” katanya. (dewantoro)
Sumber: Harian Medan Bisnis

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107