Tidak kurang dari 20,000 masa dari seluruh elemen (mahasiswa, buruh, petani, sopir, nelayan, NGO, dan elemen masyarakat sipil lainnya) yang ada di Sumatera Utara melakukan demontrasi menuntut dibatalkannya kenaikan BBM.
Masa terkonsentrasi pada 6 titik, pada Lapangan Merdeka, Bundaran SIB jalan Gatot Subroto, Simpang 4 Cambridge jalan Supratman, Kantor DPRD Sumut, Kantor Gubernur Sumut dan Bandara Polonian Medan.
“Kenaikan BBM telah membuat rakyat panik, padahal rakyat tidak tahu apa penyebabnya…? Seb
agai kaum kritis yang sangat peduli dengan nasib dan kesejahteraan rakyat, memperjuangkan hak rakyat dari penindasan ekonomi yang dilakukan pemerintahan sekarang adalah kewajiban kita semua, terutama mahasiswa”. Ucap salah seorang mahasiswa dari GRMI.
Aksi demonstrasi yang secara umum dikoordinir oleh Kongres Rakyat Sumatera Utara (KRSU). “Paling sedikit 58 elemen dan organisasi masyarakat bergabung dalam KRSU yang melakukan aksi demonstrasi hari ini”. Kata Rabualamsyah Putra (Koordinator Aksi).
Aksi sempat diwarnai 2 kali bentrok antara pengunjuk rasa dengan pasukan keamanan dari pasukan huru-hara (PHH). Sedangkan pada bentrok yang kedua kali PHH & Kepolisian dibantu oleh pasukan dari TNI.
“Dalam 1 minggu terakhir ini telah terjadi demo-demo penolakan kenaikan BBM, namun hal tersebut hanya merupakan langkah awal. Pada hari senin (26/3) ini merupakan puncak, jika tuntutan tidak dipenuhi maka akan dilakukan demo hingga berhari-hari sampai kedepan. Dipastikan aksi ini aksi damai jika terjadi bentrokan kecil, ini merupakan provokasi dari pihak di luar masa aksi”. Kata Ahmadsyah dari KRSU. 
Selain meratakan kawat duri dengan tanah, masa aksi juga sempat merobohkan plang besar di depan terminal Internasional, Bandara Polonia yang berisikan larangan melakukan aksi demonstrasi pada kawasan Bandara.
Terlihat aktivitas penerbangan berhenti sekitar 3 jam dan hamper seluruh sisi inti kota medan lumpuh dari aktivitas dan lalu lintas. (isw)