TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Zul: Hidup Harus Berbagi

21/04/2014 , ,

ZulBagi Zul, istilah NATO (no action talk only) itu tidak berlaku. Menurut lelaki yang bernama asli Zulkarnain, kelahiran 19 Juli 1968 ini, dalam melakukan sesuatu kita harus serius. “Dan sebagai motivasi ke kawan-kawan, kita harus berbuat dulu, baru dicontoh. Karena sifatnya di masyarakat kita ini, kalau ada yang berhasil, baru mau ikut. Kalau cerita aja, masyarakat tidak percaya. Jadi, tidak bisa cerita aja, harus ada tindakan, baru kita bisa mengajak orang lain,” ujarnya.

Demikian sepenggal kisah saat bertemu dengan Zul, disela-sela kegiatannya mengikuti Sekolah Lapang (SL) karet yang diadakan Bitra Indonesia, pertengahan April lalu, di Desa Stabat Lama Barat. Lelaki yang sehari-hari bertani karet, pisang, coklat, dan durian ini memang selalu tampak antusias dalam melakukan sesuatu, termasuk saat mengikuti pelatihan SL karet. “Karet memang saya kembangkan betul karena tanaman ini sebagai tumpuan hidup keluarga saya,” tuturnya.

Kenapa karet? “Karena bersamaan dengan karet, kita bisa menanam durian, manggis, pisang, dan tanaman lainnya secara polikultur. Kalau sawit kan gak bisa disela tanaman lain,” papar Zul mengenang masa kecilnya saat dinasehati almarhum kedua orangtuanya, yaitu Muhammad Nuh dan Siti Rahma, untuk bertanam karet.

Bahkan suami dari Tristiani dan ayah dari Muhammad Raihan ini mengakui, cintanya makin merekat berkat rezeki getah karet. Ceritanya begini: semasa sekolah di SMA Persiapan Stabat, Jurusan Biologi, Zul pernah menanam karet, tapi begitu tamat sekolah dia malah pergi merantau, jadi buruh kebon di PTP V, Kisaran. Kembali ke kampung, ternyata karet sudah siap dideres. “Nah, karena sudah ada persiapan (tabungan selama di Kisaran dan ditambah rezeki dari getah karet), maka saya lamarlah istri saya,” kisah Zul sambil tersenyum.

Kini, dari kerja kerasnya bertanam karet selama 25 tahun, Zul sudah bisa membangun rumah dan menambah luas lahan karetnya. Lahan yang dulu kurang lebih 1 hektar (pemberian orang tua), sekarang sudah bertambah hampir 3 hektar. Karena itu, Zul pun mempekerjakan beberapa orang untuk mengelola lahannya. “Rezeki harus dibagi,” katanya.

Mengenai SL karet yang diikutinya, Zul berharap bisa belajar lebih banyak tentang karet, mulai pembibitan sampai panen, dan berniat untuk dikembangkan di masyarakat. Sebagai ketua SL dan ketua Kelompok Tuah Tani, Zul juga berharap, semoga makin banyak petani karet yang bikin bibit sendiri. Termasuk tidak lagi menjual hasil karetnya ke penadah, tapi menjual langsung ke pabrik. Untuk itu, bersama teman-teman kelompoknya, Zul berniat membentuk koperasi sebagai pemasar karet petani.

Selain bertani karet, Zul juga mulai memperdalam ilmu terapi akupresur, satu teknik pemijatan kesehatan alternatif yang dipelajarinya dari Bitra, sejak 2011 lalu. Awalnya, Zul diajak Misdi, staf Bitra yang selalu memotivasinya untuk belajar akupresur. Setelah mengikuti beberapa pelatihan akupresur, Zul mulai mempraktekkan keahlian barunya ini di rumahnya, baik kepada keluarga sendiri maupun orang lain. Bahkan sepulang mengikuti pelatihan akupresur di Jogja, Zul semakin mantap untuk mengembangkan akupresur di kampungnya, dengan niat mendirikan klinik akupresur. Bagi Zul, ada kepuasan tersendiri dan rasa senang bisa mengobati orang lain. “Karena hidup harus berbagi,” ujar Zul yang kini dipercayakan sebagai koordinator pendidikan Asosiasi Pengobat Alternatif Sumatera Utara (APASU). Tak heran kalau Zul selalu aktif dalam berbagai kegiatan bakti sosial yang diadakan Bitra dan APASU.

Ditanya soal aktifitasnya berladang karet dan praktek akupresur, Zul mengaku optimis, bahwa keduanya bisa dilakukan secara beriringan. Kalau secara ekonomi bertani karet menjadi ladang nafkah bagi keluarganya, akupresur merupakan ladang pengabdiannya. Demikian yang tersirat dari cita-cita Zul. (jc)

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

https://www.youtube.com/watch?v=Yg5mzpjmOrI

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107