
Bupati Serdang Bedagai, Ir H Soekirman didampingi Kadishutbun, M. Aliauddin, Kepala Balai BPDAS Wampu-Sei Ular Sumut, A Syofian, KBP BITRA Indonesia, Wahyudhi, sedang melakukan penanaman perdana pohon untuk konservasi DAS Ular.
Sebagai upaya perlindungan bantaran hulu daerah aliran sungai (DAS) Ular, Bupati Serdang Bedagai dan perangkatnya serta Yayasan Bina Ketrampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia melakukan penanaman pohon sebanyak 3100 batang, di Desa Pulau Gambar, Kecamatan Serbajadi, Serdang Bedagai.
Penanaman pohon dilakukan tepatnya di kawasan pintu air DAM Areal Desa Pulau Gambar dan Pulau Tagor. Pohon yang ditanam terdiri bibit mahoni (600 batang), durian (300), jengkol (100), trembesi (600), petai (250), sengon (250), dan kelapa (1.000).
“Harapannya, pohon yang ditanam juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” kata Direktur BITRA Indonesia, Wahyudi, Rabu (30/10).
Wahyudi mengatakan, dalam pelestarian bantaran hulu DAS Ular, pihaknya bekerja sama dengan Pemkab Serdang Bedagai, BP DAS Wampu-Sei Ular, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumut, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Sergai, Kantor Lingkungan Hidup Sergai, Pengelolaan Sumber Daya alam (PSDA), Camat Serbajadi.
Bupati Serdang Bedagai, Soekirman, mengungkapkan, penanaman pohon sangat penting untuk mengajak masyarakat ikut menanam pohon. Jika untuk saat ini, penanaman pohon hanya dilakukan di Desa Pulau Gambar dan Pulau Tagor, harapannya masyarakat di desa lain juga akan melakukannya.
Sebagaimana semboyan Kabupaten Sergai, Gerbangswara, yakni gerakan pembangunan swadaya rakyat. Apalagi, kata dia DAS Ular memiliki peran sangat penting dan vital bagi perkembangan masyarakat di Sergai yang mayoritas merupakan petani.
“Karena itu, penting bagi kita untuk menanam pohon di sepanjang DAS Ular ini,” katanya.
Ia menjelaskan, melalui penanaman pohon tersebut bisa nantinya bisa menjadi contoh nyata bagi masyarakaty lain sebagai pendidikan lingkungan bahwa bantaran sungai yang merupakan kawasan hijau harus dihijaukan dan dipelihara kelestariannya.
“Harapannya bisa memicu masyarakat untuk melakukan reboisasi di desa lain di kawasan DAS Ular. Misalnya ada forum-forum masyarakat yang melakukan reboisasi, akan ada hadiah bagi masyarakat yang berhasil melakukannya dengan baik,” ungkapnya.
Kepala Balai Pengelolaan DAS Ular-Sei Wampu, Ahmad Shofian, mengatakan, pihaknya siap untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang ingin melakukan penanaman pohon sebanyak yang diminta masyarakat.
Misalnya untuk menghijaukan bantaran DAS Ular di Desa Pulau Gambar sepajang 9 km, pihaknya siap untuk menyediakan.
“Jangankan 10.000 batang pohon kelapa, 25.000 batang pun kami siap,” katanya. (dewantoro)
Sumber: www.medanbisnisdaily.com
==============================
Bitra Tanam 3.100 Pohon di Serdang Bedagai
Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (Bitra) Indonesia yang bekerja sama dengan Pemkab Serdang Bedagai, Balai Pengolahan Daerah Aliran Sungai (BPDAS), Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Serdang Bedagai, Kantor Lingkungan Hidup Serdang Bedagai, Camat Serbajadi, serta Kelompok Tani Desa Pulau Gambar dan Desa Pulau Tagor, melakukan kegiatan peduli lingkungan dengan menanam 3.100 bibit pohon di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ular. Penanaman pohon ini dilakukan di kawasan Pintu Air DAM areal Desa Pulau Gambar dan Pulau Tagor, Kec. Serbajadi, Serdang Bedagai (Sergei), Rabu (30/10).
Ketua Yayasan Bitra Indonesia, Wahyudi mengatakan, 3.100 bibit pohon yang ditanam ini merupakan sumbangan dari Bupati Sergei, Soekirman 1.000 pohon, BPDAS 1.000 pohon, dan yayasan Bitra Indonesia 1.100 pohon.”Sebanyak 3.100 batang bibit pohon itu terdiri dari 600 pohon mahoni, 300 pohon durian, 100 pohon jengkol, 600 pohon trambesi, 250 pohon petai, 250 pohon sengon, dan 1.000 pohon kelapa,” sebutnya.
Ia menjelaskan, kegiatan penanaman pohon ini bertujuan untuk melakukan upaya penanaman kembali (reboisasi) hulu bantaran Sungai Ular sebagai kawasan penyangga daerah resapan dan tangkapan air guna membangkitkan swadaya masyarakat Desa Pulau Gambar dan Pulau Tagor.
“Kegiatan ini bagian dari implementasi konservasi daerah tepi sungai kritis, seperti Sungai Ular (Sergei), Sungai Deli (Deli Serdang), dan Sungai Wampu (Langkat). Penanaman pohon ini adalah untuk konservasi DAS dan menyelamatkan lahan-lahan kritis di daerah bantaran sungai.”kata Wahyudi saat memberi sambutan di lokasi penanaman pohon.
Menurutnya, kegiatan penanaman pohon ini sesuai dengan motto Kab. Serdang Bedagai yang menggalakkan Gerakan Pembangunan Swadaya Rakyat (Gerbangswara) guna memberikan contoh nyata sebagai pendidikan lingkungan bagi masyarakat, bahwa kawasan hijau sempadan sungai harus dihijaukan kembali dan dipelihara kelestariannya. “Selain itu, ini merupakan pemicu untuk masyarakat yang lain agar melakukan reboisasi yang sama di desa lain dalam kawasan DAS Ular,” ungkap Wahyudi.(MID/MBB)
Sumber: www.starberita.com