Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut merupakan desa yang sangat tertinggal sejak tahun 1970an. Kurang mendapat perhatian dari pemerintah dan karena tanahnya yang berkontur gambut membuat desa ini sangat sulit untuk berhubungan dengan pihak luar, karena jalan yang tidak pernah baik. Untuk menembus ke luar dari desa ke pusat kota kabupaten, waktu itu, bisa memakan waktu 2 hari 2 malam. Begitu juga akses informasi yang sangat minim. Padahal, saat itu, daerah ini merupakan penghasil padi berkualitas dan terbaik di Sumatera Utara.
Sampai akhirnya pada 23 Februari 2005 sekelompok anak muda putus sekolah mendirikan kelompok simpan pinjam masyarakat yang diberi nama Credit Union (CU) Bina Maju Bersama (BIMA) yang belakangan berganti nama menjadi CU Amarta. Dengan modal yang sangat minim, yakni Rp 273.000,- (dua ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah), 9 anak muda putus sekolah ini mengembangkan CU dengan terseok-seok. Dengan kegigihan dan tekad yang kuat CU Amarta akhirnya berkembang dengan cukup pesat dan kini berhasil meningkatkan kemakmuran ekonomi masyarakat di desa Air Hitam dan sekitarnya.
Kini uang yang dikelola CU sudah hampir mencapai 2 milyar. “Dengan tekad yang kuat, kerja keras dan ketekunan yang konsisten tentunya akan membuahkan hasil”, ungkap Hadi Siswoyo (32), ketua CU Amarta yang pada tahap awal sebagai penggagas utama berdirinya CU ini. Kini CU terbukti membangun ekomi kerakyatan di desa tersebut. Perkembangan CU yang signifikan setiap tahunnya mendorong para pengurus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. Salah satunya dengan memberikan pinjaman yang meningkat, lebih besar dari tahun ke tahun, dengan bunga yang relatif rendah.
“Dengan bergabung menjadi anggota CU Amarta, taraf kehidupan saya lebih baik, karena di CU Amarta saya diajarkan berbagai hal untuk kehidupan yang lebih baik. Contohnya, saya diajarkan bagaimana mengatur keuangan keluarga juga. Bukan hanya sekedar simpan pinjam semata. CU Amarta juga memberikan pendidikan dan pelatihan keahlian yang bagi anggotanya”. Ungkap Priadi (33).
Priadi dengan nomor buku anggota (NBA) 000134, merasa kehidupan dan ekonomi keluarganya mulai lebih membaik secara bertahap setelah bergabung menjadi anggota CU Amarta dan memanfaatkan pinjaman anggota untuk memperbaiki perekonomiannya. Pinjaman kedua Priadi digunakannya untuk membeli sepeda motor, sebagai alat transportasi yang paling dibutuhkan setiap orang bagi daerah pedalaman seperti Air Hitam. Sedangkan pinjaman ketiga Priadi dimanfaatkannya untuk membeli sepetak tanah untuk pertapakan rumah yang telah lama diimpikannya.
Lain lagi yang dirasakan Ahmad Ali (38), sejak bergabung dengan CU Amarta tahun 2009 lampau, dengan NBA 00037, kini usaha jual beli pakaiannya mengalami peningkatan cukup pesat, semenjak mendapat pinjaman modal pertama dari CU Amarta. “Pinjaman kedua masih saya gunakan untuk lebih meningkatkan modal usaha supaya lebih besar lagi. Sedangkan pinjaman ketiga saya manfaatkan untuk membangun rumah”, ungkapnya gembira.
Ahmad Ali juga berharap, “CU Amarta dapat benar-benar memberikan perubahan ekonomi bagi masyarakat. Dapat menjawab keinginan masyarakat dengan menyediakan pelayanan keuangan yang bertanggungjawab dan dapat lebih meningkatkan pelatihan dan pendidikan untuk para anggota, khususnya pendidikan manajemen keuangan agar supaya pinjaman yang diberikan dapat dimanfaatkan oleh anggota dengan bijaksana”, tuturnya. (Andy Putra – Jurnalis Warga dari Air Hitam & Penggiat Radio Komunitas SMART FM)