TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Bisnis Organik: Prospek & Tantangannya

24/06/2013 , ,

Sayur OrganikKesadaran akan kesehatan setiap orang di Indonesia semakin lama semakin meningkat seiring banyaknya penyakit-penyakit degeneratif bermunculan akibat mengkonsumsi pangan tidak sehat. Fenomena ini tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi berkembangnya bisnis yang green oriented. Karena hal itulah maka, AOI (Aliansi Organis Indonesia) bekerja sama dengan AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia) mengadakan Talkshow bertema “Green Economy: Bisnis Organik dan Herbal di Indonesia”   yang diadakan dalam acara Bogor Organic Fair 3 dan Festival  Herbal di halaman kampus IPB Baranangsiang, Bogor.

“Bisnis organik dan herbal ini prospeknya sangat cerah,” begitulah pandangan Bambang Ismawan salah satu narasumber dalam talkshow ini yang merupakan ketua  AKSI. Pernyataannya tersebut juga disetujui oleh narasumber lainnya yang merasakan betul perkembangan bisnisnya dari tahun ke tahun.

Ibu Ning misalnya yang awal karirnya dari kegiatan PKK hingga sekarang ke mancanegara karena mengusahakan bisnis herbal Mahkota Dewa. Dokter Prapti pun mengatakan hal yang sama, pasien yang memilih pengobatan dengan herbal semakin bertambah. Dokter Prapti menilai kasiat obat herbal memang tidak kalah kemampuan menyembuhkannya jika dibanding obat-obatan kimia. Inilah yang membuat obat herbal semakin menjadi pilihan pasien untuk sembuh. Bahkan obat herbal fungsinya tidak hanya untuk penyembuh melainkan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga orang sehat pun boleh mengkonsumsinya.

Untuk memulai berbisnis organik atau herbal, diperlukan modal yang ternyata sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti investor. David Darmawan seorang CEO muda yang juga pencetus konsep Green Investment menilai investor-investor asing dari luar negeri banyak yang tertarik dengan konsep  tersebut sehingga sangat memungkinkan untuk berkembangnya bisnis organik ini.

“Pada akhirnya seluruh dunia akan mengarahkan  ekonominya ke konsep Green Economy karena konsep itulah yang akan mendukung pembangunan berkelanjutan” jelas David.  (PUT/SNY)

Sumber: http://www.organicindonesia.org

Foto: Cita Ariani/SIEJ www.beritalingkungan.com 

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107