Kesadaran akan kesehatan setiap orang di Indonesia semakin lama semakin meningkat seiring banyaknya penyakit-penyakit degeneratif bermunculan akibat mengkonsumsi pangan tidak sehat. Fenomena ini tentunya merupakan peluang sekaligus tantangan bagi berkembangnya bisnis yang green oriented. Karena hal itulah maka, AOI (Aliansi Organis Indonesia) bekerja sama dengan AKSI (Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia) mengadakan Talkshow bertema “Green Economy: Bisnis Organik dan Herbal di Indonesia” yang diadakan dalam acara Bogor Organic Fair 3 dan Festival Herbal di halaman kampus IPB Baranangsiang, Bogor.
“Bisnis organik dan herbal ini prospeknya sangat cerah,” begitulah pandangan Bambang Ismawan salah satu narasumber dalam talkshow ini yang merupakan ketua AKSI. Pernyataannya tersebut juga disetujui oleh narasumber lainnya yang merasakan betul perkembangan bisnisnya dari tahun ke tahun.
Ibu Ning misalnya yang awal karirnya dari kegiatan PKK hingga sekarang ke mancanegara karena mengusahakan bisnis herbal Mahkota Dewa. Dokter Prapti pun mengatakan hal yang sama, pasien yang memilih pengobatan dengan herbal semakin bertambah. Dokter Prapti menilai kasiat obat herbal memang tidak kalah kemampuan menyembuhkannya jika dibanding obat-obatan kimia. Inilah yang membuat obat herbal semakin menjadi pilihan pasien untuk sembuh. Bahkan obat herbal fungsinya tidak hanya untuk penyembuh melainkan juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga orang sehat pun boleh mengkonsumsinya.
Untuk memulai berbisnis organik atau herbal, diperlukan modal yang ternyata sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak seperti investor. David Darmawan seorang CEO muda yang juga pencetus konsep Green Investment menilai investor-investor asing dari luar negeri banyak yang tertarik dengan konsep tersebut sehingga sangat memungkinkan untuk berkembangnya bisnis organik ini.
“Pada akhirnya seluruh dunia akan mengarahkan ekonominya ke konsep Green Economy karena konsep itulah yang akan mendukung pembangunan berkelanjutan” jelas David. (PUT/SNY)
Sumber: http://www.organicindonesia.org
Foto: Cita Ariani/SIEJ www.beritalingkungan.com