Keberadaan program PNPM sejauh ini memang sangat bermanfaat bagi masyarakat, karena dengan PNPM masyarakat dapat terlibat secara langsung dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan, hanya saja PNPM belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap pemenuhan sarana dan prasarana yang sangat dibutuhkan.
Program PNPM Mandiri memang sangat bermanfaat bagi masyarakat, terlebih bagi masyarakat pedesaan terpencil yang jarang tersentuh pembangunan pemerintah, namun demikian program tersebut belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat.
Seperti yang dirasakan oleh masyarakat lorong Pasar Lima, dusun Sidomulyo, Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Meski baru mencicipi 1 paket pembangunan jembatan berukuran tiga kali empat meter dengan material cor beton, hal ini sudah layak disukuri mengingat sebelum mendapat pembangunan PNPM, masyarakat hanya mengandalkan balok kayu untuk jembatan yang dibangun secara swadaya.
Jembatan yang dibangun pada April 2012 tersebut merupakan proyek PNPM Mandiri reguler dengan nilai proyek sebesar empat puluh dua juta rupiah. Menurut Supriadi (34), salah satu warga, manfaat program PNPM memang sangat dirasakan khusunya masyarakat lorong pasar lima, karena dengan terbangunya jembatan tersebut transportasi masyarakat menjadi lancar, selain itu bangunanya masih sangat kokoh sampai saat ini sehingga mampu dilalui truk-truk pengangkut sawit bermuatan penuh.
“Kami sangat puas dengan adanya program PNPM ini, karena lebih sesuai dengan keininan masyarakat, dimana setiap pembangunan di rencanakan dan dilakukan oleh masyarakat langsung sehingga anggaran yang sedikit itu bisa maksimal hasilnya karena 80 persen dananya memang untuk membangun dibanding dengan proyek yang dikerjakan pemborong. Taksiran kami paling banyak yang dibangunkan cuman 60 persen saja” Begitu keterangan Supri.
Masyarakat berharap program PNPM akan terus berlanjut karena masih banyak perbaikan sarana yang dibutuhkan seperti pengerasan jalan dan sarana-sarana lain. Sebagaimana diungkapkan Tunut (39) yang merupakan RT lorong Pasar Lima sekaligus pelaku PNPM kelompok Tani Jati, “tahun 2012 ini, kita mendapat proyek pembangunan jembatan. Ini sudah sangat membantu untuk masyarakat desa Air Hitam yang selama ini biasanya semua pembangunan itu dilakukan dengan swadaya. Harapanya kedepan program ini berkelanjutan karena sangat bermanfaat”, ujar Tunut.
“PNPM mandiri adalah program nasional dari oleh dan untuk masyarakat, oleh karena itu semua masyarakat harus turut serta manjaga dan mengawasinya sehingga penggunaanya akan dapat dinikmati secara berkesinambungan”. Tambah Tunut.
Hadi Siswoyo. Penilis adalah Jurnalis Warga dari radio komunitas Smart FM dan Koperasi CU Amarta, Desa Air Hitam, Kualuh Leidong, Labura.
Foto: http://www.bawean.net