TC Kebun Polikultur (TCSS)

TC PPPT Mangga Dua

Info Desa

Partners

Past Supporting Partners & Experience

Majalah/Newsletter

Hasil Riset

Flag Counter

Gerakan Rakyat di Asia Gugat Pertemuan Asian Development Bank Annual Governors Meeting (ADB AGM) ke-42 di Bali

05/07/2009

Denpasar, 1 Mei 2009
Kami rakyat Asia, yang terdiri dari petani, buruh, nelayan, aktifis lingkungan, aktifis pembela HAM, gerakan perempuan, dan mahasiswa yang tergabung dalam Asian People’s Movement Against ADB menyatakan bahwa ertemuan Annual Governors Meeting (ADB AGM) yang akan dilaksanakan pada tanggal 2 – 5 Mei 2009 di Bali tidak akan menjawab krisis-krisis yang terjadi saat ini. ADB sebagai satu lembaga keuangan di tingkat regional justeru merupakan penyebab dari krisis pangan, krisis iklim, krisis energi, dan krisis keuangan.

Operasi proyek-proyek dan kebijakan utang ADB selama ini telah menimbulkan kerusakan sosial dan ekonomi bagi rakyat, khususnya kaum perempuan serta melanggar prinsip-prinsip kedaulatan ekonomi dan politik di Negara-negara Asia. Kami menyatakan bahwa krisis keuangan global tidak dapat menjadi alasan untuk memperkuat peran-peran ADB di tingkat regional, salah satunya dengan cara memberikan penambahan modal bagi ADB (dari US$55 milyar menjadi US$165 milyar). Sebaliknya, kenyataan mengenai krisis kapitalisme global justeru menjadi momentum melakukan koreksi secara total terhadap peran-peran lembaga keuangan seperti ADB.

Untuk itulah, kami, Asian People’s Movement Against ADB akan menyikapi agenda ini langsung di tempat pertemuan ADB AGM di Bali. Gerakan rakyat di Asia merasa momentum ini sangatlah krusial untuk menyuarakan kepada publik konsekuensi program dan utang ADB terhadap kehidupan rakyat, terutama yang tinggal di pedesaan dan terlibat dalam sektor-sektor perekonomian yang sangat rentan terhadap krisis saat ini. Paralel dengan ADB AGM, kami gerakan rakyat di Asia akan berkonsolidasi untuk mengajukan alternatif baru untuk pembiayaan pembangunan di negara miskin dan berkembang, terutama di kawasan Asia. Alternatif pembiayaan ini haruslah lebih adil dan demokratis sehingga dalam jangka panjang akan mendorong ekonomi kerakyatan yang akan memecahkan masalah kemiskinan, kelaparan, pengangguran, kebodohan dan diskriminasi.

Sehubungan dengan rangkaian Asian People’s Movement Against ADB yang diselenggarakan sejak tanggal 30 April – 4 Mei 2009, kami membentuk “Crisis Center” yang akan bertugas melakukan pendampingan dan pembelaan hukum bagi delegasi gerakan rakyat di tingkat nasional dan internasional yang melakukan perjuangan melawan penjajahan gaya baru yang dilakukan ADB. Crisis Center ini terdiri lebih dari 20 pengacara dan advokat publik yang dikoordinasikan oleh Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI Bali) dan Lembaga Bantuan Hukum Bali (LBH Bali).

Untuk itu, kami mengajak masyarakat seluas-luasnya untuk terlibat dalam acara rakyat ini dan untuk mendesak pemerintah Indonesia pada khususnya, dan negara-negara di Asia pada umumnya, agar tidak terlibat dalam upaya memperkuat peran ADB yang justru akan melanjutkan krisis di negara dan kawasan ini. *****

Search

Arsip

Desa Penerap SID di Sumut

Data Kelompok

Kab/Kota Lk Pr Jlh Jlh Kel
Langkat 173 142 315 12
Binjai 26 31 57 3
Deli Serdang 783 766 1549 31
Serdang Bedagai 815 620 1435 49
Tebing Tinggi 36 126 162 5
Batu Bara 26 170 196 5
Lab Batu Uatara 490 306 796 2
Jumlah 2349 2161 4510 107