Salah satu terobosan paling menonjol adalah pemasangan plang nama jalan di seluruh wilayah desa. Bukan sekadar penanda, plang-plang ini menjadi simbol keteraturan, aksesibilitas, dan identitas lokal. Ide tersebut lahir dari diskusi panjang antara mahasiswa dan warga, lalu diwujudkan bersama dengan memanfaatkan sumber daya desa secara mandiri.
“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan warga Desa Mekar Makmur. Mereka antusias, penuh ide kreatif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dengan bersatu, kita bisa menciptakan solusi untuk masalah yang kita hadapi,” ujar Putri, Koordinator KKN STKIP AL-MAKSUM.
Kepala Desa Suwito pun menyambut hangat kehadiran para mahasiswa.
“Inovasi-inovasi yang mereka ciptakan bersama warga sangat bermanfaat. Kehadiran mereka membantu kami melihat potensi desa dari sudut pandang baru,” tuturnya.
Dari Sosialisasi hingga Aksi Nyata
Tak berhenti di plang jalan, mahasiswa juga menginisiasi berbagai kegiatan sosial:- Sosialisasi anti-bullying di sekolah
- Kegiatan belajar-mengajar untuk anak-anak
- Pembersihan masjid dan gotong royong lingkungan
- Kampanye kebersihan dan toleransi sosial