
Selanjutnya Puzzel Rantai Dampak: Materi ini dibawakan oleh Sudarmanto, di mana peserta diajak untuk menyusun dan memahami rantai dampak dari perubahan iklim, dari level global hingga ke tingkat komunitas lokal. Analisis Perubahan dan Bahaya: Berliana Siregar memfasilitasi sesi ini, di mana melalui diskusi kelompok, peserta menganalisis perubahan yang terjadi di lingkungan mereka dan bahaya apa saja yang muncul akibat perubahan iklim. Diskusi Kelompok: Diskusi ini dipandu oleh Quadi Azam, yang memisahkan kelompok laki-laki dan perempuan untuk mendalami perspektif dan pengalaman masing-masing terkait dampak perubahan iklim. Kalender Musim: Berliana Siregar membawakan materi ini, di mana peserta membuat kalender musim untuk memahami perubahan pola cuaca dan bagaimana hal ini mempengaruhi kegiatan pertanian dan kehidupan sehari-hari.
Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga diajak untuk mengenal lebih jauh tentang lokasi Desa Dame melalui kegiatan transek, yaitu jalan keliling desa dan berbincang dengan masyarakat yang ditemui. Kegiatan ini bertujuan untuk mengonfirmasi pelajaran yang diperoleh di kelas dengan kondisi nyata di lapangan, serta mengidentifikasi kesenjangan yang mungkin ada antara teori dan praktik.
Kegitan yang diagendakan berlangsung selama 4 hari ini akan dilanjutkan pada tanggal 3 dan 4 September 2024. Penundaan ini dilakukan karena banyaknya agenda dan kegiatan lain yang tidak bisa ditinggalkan oleh peserta pelatihan. Hal ini memberikan waktu tambahan bagi peserta untuk mempersiapkan diri lebih baik dan memastikan bahwa mereka dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan optimal.
Pelatihan ini diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi terkait penilaian kerentanan iklim yang terjadi di desa, yang nantinya dapat dijadikan basis untuk menyusun strategi mitigasi dan adaptasi terhadap dampak risiko bencana. Selain itu, peserta diharapkan mampu merumuskan strategi adaptasi yang sesuai dengan kondisi lokal dan menyampaikan hasilnya kepada pemerintah desa dan dinas terkait.
Melalui pelatihan ini, BITRA Indonesia berharap dapat memperkuat kapasitas masyarakat dalam menilai dan merespons perubahan iklim, serta mendorong partisipasi aktif mereka dalam menyusun strategi yang berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen BITRA untuk memberdayakan masyarakat dan menghadirkan solusi nyata terhadap tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak.