- Sosialisasi Langsung
- Dilakukan melalui pertemuan tatap muka dan patroli pencegahan kebakaran.
- Peserta diberikan pelatihan tentang teknik pengolahan lahan tanpa bakar, seperti mencincang sisa tanaman untuk dijadikan kompos atau arang. Selain itu, mereka diajarkan cara membuat sekat bakar untuk meminimalkan risiko kebakaran jika pembakaran tidak dapat dihindari.
- Media Poster
- Poster edukasi dipasang di lokasi strategis, seperti warung dan pondok masyarakat. Media ini ditujukan untuk menjangkau mereka yang tidak dapat hadir dalam sosialisasi langsung.
- Dampak Pembukaan Lahan dengan Membakar:
- Menyebabkan polusi udara.
- Mematikan musuh alami hama dan penyakit.
- Berisiko menimbulkan kebakaran lahan yang lebih luas.
- Manfaat Pengolahan Lahan Tanpa Bakar:
- Memperbaiki kesuburan tanah melalui penguraian sisa tanaman.
- Mengurangi risiko kekeringan.
- Menjaga kelestarian lingkungan dan ekosistem.
Kegiatan ini melibatkan beberapa pihak, termasuk BITRA Indonesia, pengurus LPHD Jambo Papeun, serta Tim Patroli Pencegahan Karhutla (Pamhut BKPH Tapaktuan dan masyarakat). Dalam pelaksanaannya: BITRA Indonesia mendesain dan menyebarkan poster serta selebaran edukasi. Poster dan selebaran ditempatkan di lokasi strategis, seperti pondok masyarakat di kawasan patroli. Tim patroli berperan aktif menyampaikan informasi selama patroli di sekitar kawasan hutan.
Kegiatan "Sosialisasi dan Penyadaran Pembukaan Lahan Tanpa Bakar" menjadi langkah konkret dalam upaya pelestarian lingkungan. Diharapkan, dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, metode ini dapat diterapkan secara luas untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan. Desa Jambo Papeun menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan generasi mendatang.