Peserta pelatihan, Agus Riva, juga menyampaikan antusiasmenya setelah mengikuti sesi pertama. “Pelatihan ini membuka mata kami tentang pentingnya organisasi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Saya merasa lebih siap untuk berkontribusi dalam mengembangkan desa kami,” ujar Agus Riva, peserta dari LPHD Jambo Papeun.
Kegiatan dimulai dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Materi pertama yang dibawakan oleh Iswan Kaputra, Msi, membahas tentang proses terbentuknya organisasi, manfaatnya, serta peranannya dalam kehidupan sosial. Peserta juga menonton video inspiratif “Semut” untuk memahami pentingnya kolektivitas dalam organisasi. Selain itu, sesi diskusi kelompok juga dilaksanakan dengan peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk membahas topik-topik seperti visi-misi organisasi dan kekuatan kebersamaan. Presentasi hasil diskusi menunjukkan beragam perspektif yang memperkaya pemahaman peserta.
Pada hari kedua, kegiatan dimulai dengan senam otak yang dipimpin oleh PIC, diikuti dengan review materi dari hari pertama untuk memperkuat pemahaman. Berliana Siregar kemudian memberikan materi tentang "Pengembangan Masyarakat", dengan pendekatan kreatif seperti menggambar dan mempresentasikan makna gambar tersebut. Selain itu, peserta mempelajari teori pengembangan masyarakat melalui pendekatan Bottom-Up dan Top-Down. Pendekatan Bottom-Up mengutamakan partisipasi aktif masyarakat, sedangkan Top-Down lebih terpusat. Sesi ini juga mencakup berbagai model pemberdayaan masyarakat, mulai dari aksi sosial, peningkatan keterampilan, orientasi ekonomi, hingga pendekatan berbasis hak asasi manusia.
Pelatihan ditutup dengan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga lebih dari 90%, yang mencerminkan keberhasilan pelatihan. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat diaplikasikan untuk memajukan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Jambo Papeun. Pelatihan Keorganisasian dan Pengembangan Masyarakat di Jambo Papeun Berhasil Tingkatkan Pemahaman Peserta
Peserta pelatihan, Agus Riva, juga menyampaikan antusiasmenya setelah mengikuti sesi pertama. “Pelatihan ini membuka mata kami tentang pentingnya organisasi dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Saya merasa lebih siap untuk berkontribusi dalam mengembangkan desa kami,” ujar Agus Riva, peserta dari LPHD Jambo Papeun.
Kegiatan dimulai dengan pretest untuk mengukur pengetahuan awal peserta. Materi pertama yang dibawakan oleh Iswan Kaputra, Msi, membahas tentang proses terbentuknya organisasi, manfaatnya, serta peranannya dalam kehidupan sosial. Peserta juga menonton video inspiratif “Semut” untuk memahami pentingnya kolektivitas dalam organisasi. Selain itu, sesi diskusi kelompok juga dilaksanakan dengan peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk membahas topik-topik seperti visi-misi organisasi dan kekuatan kebersamaan. Presentasi hasil diskusi menunjukkan beragam perspektif yang memperkaya pemahaman peserta.
Pada hari kedua, kegiatan dimulai dengan senam otak yang dipimpin oleh PIC, diikuti dengan review materi dari hari pertama untuk memperkuat pemahaman. Berliana Siregar kemudian memberikan materi tentang "Pengembangan Masyarakat", dengan pendekatan kreatif seperti menggambar dan mempresentasikan makna gambar tersebut. Selain itu, peserta mempelajari teori pengembangan masyarakat melalui pendekatan Bottom-Up dan Top-Down. Pendekatan Bottom-Up mengutamakan partisipasi aktif masyarakat, sedangkan Top-Down lebih terpusat. Sesi ini juga mencakup berbagai model pemberdayaan masyarakat, mulai dari aksi sosial, peningkatan keterampilan, orientasi ekonomi, hingga pendekatan berbasis hak asasi manusia.
Pelatihan ditutup dengan post-test yang menunjukkan peningkatan pemahaman peserta hingga lebih dari 90%, yang mencerminkan keberhasilan pelatihan. Diharapkan, hasil dari pelatihan ini dapat diaplikasikan untuk memajukan desa dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Jambo Papeun.