Direktur BITRA Indonesia, Rusdianah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim. "Kita tidak bisa menutup mata terhadap perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya. Generasi muda adalah garda terdepan yang akan mewarisi bumi ini, oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami dan terlibat dalam aksi nyata untuk menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda bisa terlibat aktif dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya di sektor pertanian dan kehutanan," ujar Rusdianah.
Sementara itu, Iswan Kaputra, selaku pemateri dalam workshop ini, menyampaikan bahwa pendekatan teknis yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi pengenalan praktik pertanian yang ramah lingkungan, serta bagaimana memanfaatkan teknologi pertanian untuk mengurangi emisi karbon. "Praktik pertanian nol emisi sangat penting untuk diterapkan guna menekan emisi GRK, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta menjaga ketahanan pangan. Generasi muda memiliki peran krusial dalam mendukung inovasi dan penerapan teknologi ini," jelas Iswan.
Melalui kegiatan ini, BITRA Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal, dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak utama perubahan. Kompetisi antar sekolah ini akan menjadi ajang untuk menguji kreativitas dan komitmen para siswa dalam mengembangkan inovasi di bidang pertanian berkelanjutan.
Workshop ini sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan global, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui langkah-langkah konkret di tingkat lokal. BITRA Indonesia Ajak Generasi Muda Berperan dalam Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim melalui School Challenge
Direktur BITRA Indonesia, Rusdianah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam menghadapi perubahan iklim. "Kita tidak bisa menutup mata terhadap perubahan iklim yang semakin nyata dampaknya. Generasi muda adalah garda terdepan yang akan mewarisi bumi ini, oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami dan terlibat dalam aksi nyata untuk menjaga lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap generasi muda bisa terlibat aktif dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim, khususnya di sektor pertanian dan kehutanan," ujar Rusdianah.
Sementara itu, Iswan Kaputra, selaku pemateri dalam workshop ini, menyampaikan bahwa pendekatan teknis yang diterapkan dalam kegiatan ini meliputi pengenalan praktik pertanian yang ramah lingkungan, serta bagaimana memanfaatkan teknologi pertanian untuk mengurangi emisi karbon. "Praktik pertanian nol emisi sangat penting untuk diterapkan guna menekan emisi GRK, meningkatkan produktivitas hasil pertanian, serta menjaga ketahanan pangan. Generasi muda memiliki peran krusial dalam mendukung inovasi dan penerapan teknologi ini," jelas Iswan.
Melalui kegiatan ini, BITRA Indonesia berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam upaya mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal, dengan melibatkan generasi muda sebagai penggerak utama perubahan. Kompetisi antar sekolah ini akan menjadi ajang untuk menguji kreativitas dan komitmen para siswa dalam mengembangkan inovasi di bidang pertanian berkelanjutan.
Workshop ini sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk bertukar pikiran dan berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan global, serta berkontribusi pada pelestarian lingkungan melalui langkah-langkah konkret di tingkat lokal.