Info Penting
Senin, 24 Jun 2024
  • Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sistem pangan dan energi, produktivitas ekonomi dan integritas lingkungan semuanya bergantung pada siklus air yang berfungsi dengan baik dan dikelola secara adil. Kita harus bertindak berdasarkan kesadaran bahwa air bukan hanya merupakan sumber daya yang dapat digunakan dan diperebutkan – namun merupakan hak asasi manusia, yang melekat pada setiap aspek kehidupan. ---Hari Air Sedunia tahun 2024 adalah 'Air untuk Perdamaian'.---
  • Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sistem pangan dan energi, produktivitas ekonomi dan integritas lingkungan semuanya bergantung pada siklus air yang berfungsi dengan baik dan dikelola secara adil. Kita harus bertindak berdasarkan kesadaran bahwa air bukan hanya merupakan sumber daya yang dapat digunakan dan diperebutkan – namun merupakan hak asasi manusia, yang melekat pada setiap aspek kehidupan. ---Hari Air Sedunia tahun 2024 adalah 'Air untuk Perdamaian'.---
23 April 2024

Aksi Teatrikal 6 Komunitas Peringati Hari Bumi di Medan

Sel, 23 April 2024 Dibaca 34x Demokrasi / Konservasi / Lingkunan Hidup

Bawa simbol bumi berkeliling

Sejumlah komunitas berkolaborasi menampilkan aksi teatrikal dalam rangka Hari Bumi (Dok. Iwan for IDN Times)

Medan, IDN Times – Dalam rangka memeringati hari bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April, sekelompok massa aksi yang terdiri dari 6 komunitas berkolaborasi menampilkan aksinya, Senin (22/4/2024). Salah satu aksi yang ditampilkan yakni aksi teatrikal dengan membawa simbol bumi berkeliling kawasan Lapangan Merdeka dan Kesawan.

Aksi ini berkolaborasi dengan beberapa lembaga diantaranya Bitra Indonesia, WALHI, DJI dan Mahasiswa Pecinta Alam.

1. Masyarakat diingatkan bahwa perubahan iklim itu tantangan bukan ancaman

Aksi Teatrikal 6 Komunitas Peringati Hari Bumi di MedanSejumlah komunitas berkolaborasi menampilkan aksi teatrikal dalam rangka Hari Bumi (Dok. Iwan for IDN Times)

Koordinator aksi, Taufiq Germatsyah dari Bitra Indonesia menyampaikan tujuan dari kegiatan ini ingin menyampaikan sekaligus mengingatkan kepada masyarakat bahwa perubahan iklim itu tantangan bukan ancaman.

Dia menilai selama 10-20 tahun ke depan, jika soal iklim tidak diatasi dengan signifikan bumi akan krisis ekonomi krisis pangan dan dampaknya akan sangat mengerikan.

“Hari bumi ini kita sebenarnya mau mensosialisasikan perubahan iklim. Bahwasanya, perubahan iklim itu tantangan bukan ancaman. Ini yang kita hadapi jika 10 atau 20 tahun kedepan iklim tidak diatasi secara signifikan dengan intens kita akan krisis ekonomi, pangan. Sangat mengerikan,” ucapnya.

“Jadi tujuan kita di sini mau mengajak teman-teman atau masyarakat untuk bisa beradaptasi bahkan memitigasi iklim tadi. Supaya semuanya itu bisa hidup berdampingan dan berkelanjutan. Kalau ini terus-terusan kita biarkan sangat berbahaya,” tambahnya.

2. Diminta untuk beradaptasi bahkan memitigasi iklim

Aksi Teatrikal 6 Komunitas Peringati Hari Bumi di MedanSejumlah komunitas berkolaborasi menampilkan aksi teatrikal dalam rangka Hari Bumi (Dok. Iwan for IDN Times)

Dia juga meminta masyarakat untuk beradaptasi bahkan memitigasi iklim. Sehingga, semuanya bisa hidup berdampingan dan berkelanjutan.

Dalam aksi ini, dia berharap kaum muda dapat terlibat agar lebih peduli dan kreatif dalam menjaga iklim.

Beberapa hal bisa dilakukan untuk mulai peduli dengan iklim, yang dimulai dari hal-hal kecil, misal dari penggunaan handphone, televisi dan listrik agar dapat digunakan dengan lebih bijak.

“Mungkin dari hal kecil bisa mengurangi energi, kayak di rumah itu kita pakai HP, TV dan segala macam. Kalau memang tidak perlu ya sudah jangan dipakai untuk menghemat air. Mungkin saat ini kita sudah bisa membudidayakan shower, itu bukan gaya lagi tapi sudah bisa meminimalisir pengurangan air,” jelasnya.

3. Aksi teatrikal menyampaikan pesan bahwa petani tengah di eksploitasi oleh corporate

Aksi Teatrikal 6 Komunitas Peringati Hari Bumi di MedanSejumlah komunitas berkolaborasi menampilkan aksi teatrikal dalam rangka Hari Bumi (Dok. Iwan for IDN Times)

Dalam aksi ini turut menampilkan aksi teatrikal yang menyampaikan pesan, seorang petani tengah dieksploitasi oleh corporate.

Pesan ini sebagai bentuk keluh kesah petani, dengan harga pupuk yang naik terus tak pernah turun, tetapi harga hasil tani naik turun, seperti ditarik ulur.

“Dari aksi teatrikal itu kita mau melihat bahwasannya petani ini sedang dieksploitasi dengan beberapa coorporate, kita tidak ingin menyebutkan coorporate-nya. Hari ini aksinya damai, kita hanya mengajak, petani-petani yang ada di Indonesia itu dieksploitasi kenapa, pupu tidak pernah turun harganya tetapi hasil panen selalu turun naik turun naik seperti dipermainkan,” jelas Taufiq.

“Di sini seharusnya petani-petani itu harus kita lindungi dan kita sejahterakan. Jaga hutan, jaga nama baik petani supaya hidup ini berkelanjutan,” pungkasnya

Sumber:

Https://sumut.idntimes.com/news/sumut/indah-permata-sari-15/aksi-teatrikal-6-komunitas-peringati-hari-bumi-di-medan.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar