{"id":958,"date":"2012-10-01T17:55:06","date_gmt":"2012-10-01T10:55:06","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=958"},"modified":"2012-10-01T17:55:06","modified_gmt":"2012-10-01T10:55:06","slug":"pewarta-warga-untuk-tingkatkan-akses-kreasi-rakyat-pada-media","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/pewarta-warga-untuk-tingkatkan-akses-kreasi-rakyat-pada-media\/","title":{"rendered":"Pewarta Warga untuk Tingkatkan Akses &#038; Kreasi Rakyat pada Media"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/Pel-Jurnalis-Langkat1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignleft size-medium wp-image-960\" title=\"Pel-Jurnalis-Langkat\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/Pel-Jurnalis-Langkat1-300x90.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"90\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/Pel-Jurnalis-Langkat1-300x90.jpg 300w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/Pel-Jurnalis-Langkat1-1024x310.jpg 1024w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2012\/10\/Pel-Jurnalis-Langkat1.jpg 1204w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Antusiasnya para petani Langkat yang mengikuti pelatihan jurnalistik kali ini dinilai cukup baik. Terbukti banyaknya pertanyaan seputar jurnalistik yang menjadi bahan diskusi pada pelatihan tersebut. Demikian kesimpulan Iswan Kaputra, Manager ICT&amp;RD, BITRA Indonesia, saat menutup acara Pelatihan Jurnalistik Dasar Bagi Petani Langkat yang diselenggarakan BITRA Indonesia, di Gedung Pelayanan Sosial-PPTKS, Stabat, Kabupaten Langkat, Minggu (30\/9).<\/p>\n<p>Pelatihan jurnalistik merupakan program BITRA Indonesia untuk meningkatkan kemampuan akses masyarakat petani terhadap media, minimnya ruang ekspose pada media umum untuk masalah yang dihadapi masyarakat, selama ini menjadi kendala. Sehingga para pengambil kebijakan selalu salah arah karena tidak memahami masalah sejati yang terjadi pada masyarakat, khususnya petani dan masyarakat pedesaan.<\/p>\n<p>Selain itu pelatihan ini juga ditujukan agar masyarakat dapat berkreasi mengekspresikan tulisan dalam media alternative yang dapat dikelola oleh komunitas. Akses masyarakat terhadap informasi, dimana internet kini juga telah masuk desa melalui telepon genggam dan program Kemenkominfo, diharapkan masyarakat dapat mempublikasikan persoalannya melalui berbagai media dan jejaring sisial yang ada di internet.<\/p>\n<p>Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari (29-30\/9) ini diikuti 24 petani dari berbagai kelompok tani dampingan BITRA yang ada di wilayah Kabupaten Langkat. Peserta tamu juga mengikuti dari Labuhan Batu Utara dan Dairi(3 orang).<\/p>\n<p>\u201cTujuan kegiatan ini adalah untuk menjadikan para peserta pelatihan sebagai jurnalis (pewarta warga) yang punya idealisme tinggi dari kelompok-kelompok masyarakat. Secara khusus, untuk tahap awal (tahap berlatih), para pewarta warga tersebut diminta memberikan informasi dan mengungkapkan masalah yang mereka hadapi sehari-hari di kampung dan sekitarnya, melalui tulisan-tulisan mereka untuk dipublikasikan di <em>Newsletter Bitranet, Website Bitra.or.id dan portal berita masyarakat se-Indonesia Suarakomunitas.net <\/em>agar dibaca kelompok masyarakat yang lain. Begitupun, silakan menulis kemana saja. Sebab tak tertutup kemungkinan tulisan para peserta pelatihan ini bisa dimuat di media lain, ataupun di media cetak lokal yang ada di Sumatera Utara,\u201d jelas Iswan memotivasi.<\/p>\n<p>\u201cPelatihan jurnalistik semacam ini,\u201d tambah Iswan lagi, \u201cbukan semata-mata untuk menciptakan pewarta warga. Tetapi untuk mengajarkan masyarakat bagaimana mengenal media dan dunia tulis-menulis. Hal terpenting adalah soal kesadaran bahwa informasi bisa merubah keadaan.\u201d<\/p>\n<p>Sebelumnya, pada sesi pertama, Sabtu (29\/9), fasilitator pelatihan Tohap Simamora dari Suara Komunitas, memaparkan \u201cDasar-dasar Jurnalistik\u201d dan \u201cKode Etik Jurnalistik\u201d. Paparannya dimulai dengan kajian \u201cSembilan Elemen Jurnalisme\u201d karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, pengertian berita, teknik membuat berita, dan unsur-unsur jurnalistik lainnya. Menurut Tohap, bahasa jurnalistik harus singkat, padat dan tegas dengan melihat aspek penentu nilai berita; seperti aspek waktu, aspek jarak, aspek penting, aspek akibat\/dampak, aspek keluarbiasaan, aspek pertentangan\/konflik, aspek kemajuan\/kebaruan dan aspek <em>human interest<\/em>.<\/p>\n<p>Mengenai Kode Etik Jurnalistik, Tohap mengingatkan, wartawan harus professional dalam melaksanakan tugas jurnalistiknya. Tidak menyalahgunakan profesi dan tidak menerima suap. Adapun soal kebebasan pers, sebenarnya kebebasan sudah ada. Hanya saja wartawan banyak yang tak peduli pada etika jurnalistik, sehingga kebebasannya kebablasan. \u201cUntuk itulah, meski warga (bukan wartawan) juga dapat memberitakan sendiri masalahnya, sebagai pewarta warga, tetapi warga tersebut juga harus mematuhi kode etik jurnalistik yang ada,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>\u201cSebagai pewarta warga,\u201d lanjut Tohap, \u201cwarga yang melakukan tugas jurnalistik harus sadar akan perannya. Menulis tentang lokasi sekitarnya. Sebab kita berhak mengelola informasi demi kebaikan dan kemajuan warga itu sendiri.\u201d<\/p>\n<p>Senada dengan Tohap, Muhamad Hidayat, fasilitator selanjutnya, dari Jaringan Radio Komunitas (JRK) Sumut, mempertegas tentang fungsi dan peran warga sebagai pewarta, yang tentunya harus memahami kerja jurnalistik. Hidayat menjelaskan bagaimana sebuah informasi (berita) disebarluaskan, dan bagaimana mengubah informasi menjadi aksi.\u00a0 \u201cMelalui \u201cmedia konvergensi\u201d seperti <em>Suara Komunitas<\/em> misalnya, berita yang dimuat akan tersebar secara cepat dan meluas, hingga terbaca ke pihak-pihak yang berkompeten (pengambil kebijakan-red), bahkan jika disertakan nomor kontak pihak yang berkompeten akan mendapatkan sms tentang berita ini langsung ke telepon genggamnya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p>Pada sesi praktek jurnalistik, para peserta ditugaskan untuk menulis reportase singkat sesuai dengan materi pelatihan yang telah diberikan fasilitator. Dimulai dengan wawancara antarpeserta pelatihan, lantas membuat tulisan \u201cprofil kelompok\u201d yang diwawancarai, baik kisah suka (<em>success story<\/em>) maupun kisah duka (kendala-kendala yang dihadapi kelompok).<\/p>\n<p>Hasan, seorang peserta dari Kelompok Tani Subur, Pantai Gemi, Stabat, mengaku senang atas pelatihan jurnalistik yang diadakan BITRA ini. Menurut Hasan, wawasannya tentang dunia jurnalistik jadi bertambah. Kepada BITRA, lanjutnya berharap, pelatihan jurnalistik seperti ini jangan sampai terputus hanya sampai di sini saja.<\/p>\n<p>Untuk itu, menyambut baik harapan Hasan tadi, Iswan dari BITRA, siap menerima apresiasi para peserta yang berasal dari berbagai kelompok tersebut (seperti KT Subur, Salam FM, Secanggang, SERBILA, Rosella, Murni, Mawar, ARSUB). \u201cBitra Indonesia sangat terbuka bagi peserta yang ingin berdiskusi lebih \u201cdalam\u201d mengenai jurnalistik, baik yang datang langsung ke kantor BITRA maupun saat BITRA berkunjung ke tempat peserta masing-masing,\u201d katanya. <em>(juhendri)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Antusiasnya para petani Langkat yang mengikuti pelatihan jurnalistik kali ini dinilai cukup baik. Terbukti banyaknya pertanyaan seputar jurnalistik yang menjadi bahan diskusi pada pelatihan tersebut. Demikian kesimpulan Iswan Kaputra, Manager ICT&amp;RD, BITRA Indonesia, saat menutup acara Pelatihan Jurnalistik Dasar Bagi Petani Langkat yang diselenggarakan BITRA Indonesia, di Gedung Pelayanan Sosial-PPTKS, Stabat, Kabupaten Langkat, Minggu (30\/9). [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[113,114],"class_list":["post-958","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-information-communcation-technologi","tag-pelatihan-jurnalistik","tag-pewarta-warga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=958"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/958\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":962,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/958\/revisions\/962"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}