{"id":92,"date":"2009-07-05T04:54:23","date_gmt":"2009-07-05T04:54:23","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/bitra\/?p=92"},"modified":"2009-07-05T04:54:23","modified_gmt":"2009-07-05T04:54:23","slug":"kronologi-bentrokan-pengorekan-parit-pembatas-oleh-pt-pp-lonsum","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/kronologi-bentrokan-pengorekan-parit-pembatas-oleh-pt-pp-lonsum\/","title":{"rendered":"Kronologi Bentrokan Pengorekan Parit Pembatas oleh PT. PP. LONSUM"},"content":{"rendered":"<p>Minggu 18 April 2004 jam 17.30 WIB<br \/>11 truk berwarna hijau bertuliskan PHH mengangkat personil Brimob dan dikawal oleh 1 mobil patroli polisi berikut 1 ambulan memasuki perkebunan Rambung Sialang (Batu Pihit). Sebagaimana disebutkan dalam surat pemberitahuan Kepala Satuan Brimob Polda Sumut No. Pol. : B \/ 222 \/ IV \/ 2004 tanggal 16 April 2004 dengan rujukan surat telegram Kakorbrimob Polri No. Pol. : STR \/ 50\/ IV \/ 2004 tanggal 7 April 2004 dan tembusannya disampaikan kepada Kepala Desa Pergulaan, menerangkan adanya Latihan Pra Ops Tegak Rencong II 2004 &#8211; NAD terhitung mulai tanggal 16 s\/d 29 April 2004.<\/p>\n<p>Pada saat dimulainya latihan Brimob masyarakat Desa Pergulaan awalnya tidak menanggapi secara serius. Namun setelah letusan peluru terdengar setiap malam dan menyaksikan anggota brimob hilir mudik di sekitar perkebunan yang berbatasan langsung dengan Desa Pergulaan, sebagian besar masyarakat merasa ketakutan terutama kaum perempuan dan anak-anak. Beberapa orang tua yang mengalami perlakukan kasar dari aparat pada proses pengambilan lahan oleh PT.PP. Lonsum tahun 1974 merasa trauma termasuk anggota keluarganya.<\/p>\n<p>Disisi lain, pelatihan Brimob yang melibatkan tidak kurang dari 300 personil (2 SSK\/Satuan Setingkat Kompi) ini, secara tidak langsung telah mengintimidasi masyarakat desa Pergulaan dengan melarang berjualan di lokasi latihan sementara pedagang dari desa lain dibolehkan. Peristiwa ini dialami Ngatini (50) pedagang keliling peduduk desa Pergulaan.<\/p>\n<p>Kamis 22 April 2004 pagi<br \/>Belum lagi hilang rasa takut masyarakat, tanpa pemberitahuan sebelumnya, pihak PT.PP. Lonsum melakukan pengorekan parit pembatas menggunakan alat berat (eskavator) batas desa dengan Perkebunan yang masih dalam sengketa. Dengan adanya pengorekan parit tersebut, secara tidak langsung telah mengurung wilayah desa, karena letak Desa Pergulaan persis di tengah perkebunan. Kenyataan ini diperkuan dengan adanya patok-patok bercat putih yang dipasang pihak Lonsum di sekeliling batas desa.<\/p>\n<p>Pengorekan dimulai dari ujung pintu masuk desa sebelah Utara menuju Barat dengan lebar 4 meter dan kedalaman 3 meter. Meskipun parit tersebut akan mengancam jiwa anak-anak yang selama ini bebas bermain di wilayah tersebut, namun masyarakat tidak berani melarang. Karena personil brimob pada saat itu masih di wilayah perkebunan melakukan latihan.<\/p>\n<p>Atas pengorekan parit oleh perkebunan Lonsum dan pelaksanaan latihan Brimob di lokasi yang berdekatan dengan desa, masyarakat telah menyurati pihak Lonsum dan pemerintahan daerah yakni Bupati Serdang Bedagai, BPN Tk. II, Polres sei rampah, Gubernur dan BPN Tk. I Sumut.<\/p>\n<p>Jum&#8217;at 28 Mei 2004<br \/>Meskipun pelatihan brimob telah selesai pada tanggal 27 April 2004, ternyata pihak Lonsum seakan tidak bersalah mengorek parit yang akan mengurung desa. Malah semakin brutal lagi melakukan pemutusan salah satu jalan keluar-masuk warga desa yang sejak lama dibangun masyarakat. Hal ini memancing kemarahan masyarakat. Akhirnya pada jam 11.00 WIB, seluruh masyarakat desa Pergulaan berkumpul di lokasi pengorekan dan meminta untuk menutup kembali jalan yang sebagian telah dikorek. Pada saat itu terjadi perang mulut antara petugas keamanan kebun yakni Saipul Bahri Siregar dari kesatuan Brimob dengan masyarakat. Dalam adu mulut ini terjadi pemukulan terhadap Tukimin (mandor kebun) oleh masyarakat, karena dianggap mengawal proses pengorekan tersebut.<\/p>\n<p>Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, akhirnya Brimob Saipul melerai dan jalan yang hendak diputus kembali ditimbun.<\/p>\n<p>Kemudian tanpa diduga masyarakat, selepas sholat Jum&#8217;at, pada jam 14.00 WIB alat berat kembali beroperasi melanjutkan pengorekan di seberang jalan. Serta-merta masyarakat kembali berkumpul dan menghadang eskavator yang mulai beroperasi. Karena sekitar 30 meter dari lokasi pengorekan terdapat kuburan masyarakat yang dikuatirkan akan terkena. Tanpa dikomandoi, masyarakat berdatangan dan berteriak &#8220;bakar&#8221; seiring pengorekan semakin dekat dengan kuburan.<\/p>\n<p>Pada saat itu sempat terjadi adu mulut antara masyarakat dan pihak keamanan perkebunan karena seorang wartawan yang meliput peristiwa terkesan hendak dihalang-halangi oleh pihak perkebunan.<\/p>\n<p>Akhirnya pada jam 16.00 WIB, untuk kedua kalinya pengorekan kembali dihentikan dan masyarakat tetap berjaga-jaga di lokasi.<br \/><strong><br \/>Informasi terakhir<\/strong><br \/>Menurut informasi yang diterima masyarakat, besok (29 Mei 04) pihak Lonsum akan mengerahkan sedikitnya 60 personil Brimob untuk mengawal proses kelanjutan pengorekan. Meskipun tekad masyarakat sudah bulat untuk menghentikan pengorekan, namun disisi lain pihak Lonsum juga akan mengerahkan pengamanannya. Apapun yang terjadi besok terpulang kepada masyarakat.<\/p>\n<p>Salam Perjuangan,<\/p>\n<p>Ngatimin K<br \/>Ketua Badan Perjuangan Masyarakat Pergulaan (BPMP)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Minggu 18 April 2004 jam 17.30 WIB11 truk berwarna hijau bertuliskan PHH mengangkat personil Brimob dan dikawal oleh 1 mobil patroli polisi berikut 1 ambulan memasuki perkebunan Rambung Sialang (Batu Pihit). Sebagaimana disebutkan dalam surat pemberitahuan Kepala Satuan Brimob Polda Sumut No. Pol. : B \/ 222 \/ IV \/ 2004 tanggal 16 April 2004 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-92","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advokasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=92"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/92\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=92"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=92"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=92"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}