{"id":4701,"date":"2018-10-27T23:02:30","date_gmt":"2018-10-27T16:02:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=4701"},"modified":"2018-10-28T11:58:56","modified_gmt":"2018-10-28T04:58:56","slug":"sepuluh-desa-dianggap-paling-sukses-manfaatkan-dana-desa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/sepuluh-desa-dianggap-paling-sukses-manfaatkan-dana-desa\/","title":{"rendered":"Sepuluh Desa Dianggap Paling Sukses Manfaatkan Dana Desa"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_4702\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/2018\/10\/27\/sepuluh-desa-dianggap-paling-sukses-manfaatkan-dana-desa\/malang\/\" rel=\"attachment wp-att-4702\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4702\" class=\"wp-image-4702 size-medium\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Malang-300x199.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"199\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Malang-300x199.jpg 300w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/Malang.jpg 567w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4702\" class=\"wp-caption-text\"><em>Pemandangan di lokasi wisata Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang, yang berkembang dengan menggunakan Dana Desa, Medom.id &#8211; Hadi\u00a0 \u00a0|\u00a0 \u00a0<\/em><\/p><\/div>\n<p>Pemanfaatan Dana Desa tak sekadar membangun infrastruktur, tapi juga meningkatkan perekonomian warga. Sepuluh desa pun disebut-sebut sukses memberdayakan dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat itu untuk menjadi sumber penghasilan bagi warganya.<\/p>\n<p>Kepala Biro Humas dan Kerjasama Bonny Prasetya mengatakan pemanfaatan awal Dana Desa untuk membangun infrastruktur seperti jalan desa dan membangun kamar mandi. Setelah itu, desa-desa diarahkan untuk meningkatkan sumber daya manusia berikut perekonomian warga.<\/p>\n<p>Bonny mengatakan total jumlah Dana Desa yang dikucurkan mulai 2018 yaitu Rp187 triliun untuk lebih 74.957 desa. Semula, tiap desa mendapatkan nilai yang sama. Namun, jumlah tersebut berbeda di tahun berikutnya.<\/p>\n<p>&#8220;Karena besaran itu disesuaikan dengan kategori desa, yaitu desa tertinggal, berkembang, dan mandiri. Dana desa untuk kategori miskin bisa jadi lebih besar daripada mandiri. Karena kebutuhan untuk membangun desa tertinggal lebih banyak,&#8221; ujar Bonny kepada Medcom.id ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 24 Oktober 2018.<\/p>\n<p>Dari pemanfaatan Dana Desa, pemerintah juga mendapat pengembalian dari bisnis yang dikembangkan. Pengembalian itu berupa pajak penghasilan, penataan daerah wisata yang menambah pendapatan asli daerah, dan pemasukan dari devisa.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi Dana Desa itu hanya pemicu untuk desa-desa berkembang. Ada juga desa yang dapat mengekspor hasil kerajinan tangan, seperti kain tenun dari Nusa Tenggara Timur. Kain tenunnya menjadi komoditi ekspor yang bernilai,&#8221; lanjut Bonny.<\/p>\n<p>Bonny mengakui banyak desa yang telah menyumbangkan pendapatan tahunan hingga miliaran rupiah melalui pemberdayaan BUMDes. Berikut daftar sepuluh desa itu yang menyumbang pendapatan tahunan terbesar, yaitu:<\/p>\n<p>1. Desa: Ponggok<br \/>\nKabupaten: Klaten, Jawa Tengah<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: kolam renang dan wisata<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp10,3 miliar<\/p>\n<p>2. Desa: Tirtinirmolo<br \/>\nKabupaten: Bantul, DIY<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: simpan pinjam<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp8,7 miliar<\/p>\n<p>3. Desa: Tajun<br \/>\nKabupaten: Buleleng, Bali<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: wisata<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp5,18 miliar<\/p>\n<p>4. Desa: Karang Kandri<br \/>\nKabupaten: Cilacap, Jateng<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: pembangkit listrik tenaga uap<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp3 miliar<\/p>\n<p>5. Desa: Kampar<br \/>\nKabupaten: Rokan Hulu, Riau<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: pertanian dan simpan pinjam<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp3 miliar<\/p>\n<p>6. Desa: Bleberan<br \/>\nKabupaten: Gunungkidul, DIY<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: wisata<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp2 miliar<\/p>\n<p>7. Desa: Landih<br \/>\nKabupaten: Bangli, Bali<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: pertanian<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp1,6 miliar<\/p>\n<p>8. Desa: Pakisan<br \/>\nKabupaten: Buleleng, Bali<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: wisata<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp1,4 miliar<\/p>\n<p>9. Desa: Kedungprimpen<br \/>\nKabupaten: Bojonegoro, Jatim<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: sewa pompa dan tenda<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp1,3 miliar<\/p>\n<p>10. Desa: Tunjung<br \/>\nKabupaten: Buleleng, Bali<br \/>\nBisnis yang dikembangkan: wisata<br \/>\nPendapatan tahunan: Rp1,3 miliar. (RRN)<\/p>\n<p><em>Sumber (teks &amp; foto):\u00a0http:\/\/news.metrotvnews.com\/daerah\/ObzqOBeN-sepuluh-desa-dianggap-paling-sukses-manfaatkan-dana-desa<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemanfaatan Dana Desa tak sekadar membangun infrastruktur, tapi juga meningkatkan perekonomian warga. Sepuluh desa pun disebut-sebut sukses memberdayakan dana yang dikucurkan dari pemerintah pusat itu untuk menjadi sumber penghasilan bagi warganya. Kepala Biro Humas dan Kerjasama Bonny Prasetya mengatakan pemanfaatan awal Dana Desa untuk membangun infrastruktur seperti jalan desa dan membangun kamar mandi. Setelah itu, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,18],"tags":[469,171],"class_list":["post-4701","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi-rakyat","category-pedesaan","tag-dana-desa","tag-pemberdayaan-pedesaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4701"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4701\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4706,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4701\/revisions\/4706"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}