{"id":3805,"date":"2016-08-14T19:25:23","date_gmt":"2016-08-14T12:25:23","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=3805"},"modified":"2016-08-14T19:25:23","modified_gmt":"2016-08-14T12:25:23","slug":"lebih-untung-petani-pun-melirik-jengkol","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/lebih-untung-petani-pun-melirik-jengkol\/","title":{"rendered":"Lebih Untung, Petani pun Melirik Jengkol"},"content":{"rendered":"<p><span id=\"img_container_1471177334327\" class=\"img_container\"><progress id=\"progress_1471177334327\" value=\"0.9\" class=\"wp_media_indicator\" contenteditable=\"false\"><\/progress><\/span><div style=\"width: 340px\" class=\"wp-caption alignkanan\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/jenkol1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"330\" height=\"218\" alt=\"\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/jenkol1.jpg\" title=\"JENGKOL\" class=\"size-full wp-image-3804\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/jenkol1.jpg 700w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/jenkol1-300x198.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 330px) 100vw, 330px\" \/><\/a><p class=\"wp-caption-text\">JENGKOL &#8211; Seorang petani menunjukkan buah jengkol yang baru dipetiknya dari pohon yang ditanam secara tumpang sari dengan karet. SuaraTani.com-iwan<\/p><\/div><\/p>\n<p><span style=\"line-height: 24px; font-size: 16px;\">\u200b<\/span><strong style=\"line-height: 24px; font-size: 16px;\">SuaraTani.com \u2013<\/strong><span style=\"line-height: 24px; font-size: 16px;\">&nbsp;<\/span><span style=\"line-height: 24px; font-size: 16px;\">Langkat| Tahun 2000-an, banyak masyarakat rela menebang pohon jengkolnya karena dianggap tidak bernilai dan mengganggu pertumbuhan karet sebagai komoditas utamanya.&nbsp; Kini, anggapan itu dianggap salah karena naiknya harga jengkol dan disaat yang sama harga karet rendah.<\/span><\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Suparno, petani di Dusun Damar Itam Desa Mekar Makmur Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kepada SuaraTani.com, Senin (8\/8), mengatakan saat ini dia mulai menanam kembali tanaman jengkol.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">\u201cSekarang ini, harga jengkol lebih menguntungkan daripada karet. Dan, saya menanam tanaman jengkol secara tumpang sari,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Saat ini, harga jengkol yang sudah dikupas di tingkat petani berkisar Rp 15.000 per kilogram (kg). Sedangkan jengkol yang belum dikupas harganya Rp 5.000 per kg.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">\u201cDi musim trek seperti sekarang ini ditambah musim kemarau panjang yang ditandai dengan minimnya curah hujan produksi jengkol hanya berkisar 50 kg per pohon. Sedangkan ketika musim penghujan atau dengan curah hujan mencukupi, produksinya bisa naik menjadi 1,2 ton per pohon,\u201d jelas Suparno.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Saat ini, Suparno masih menanam lima pohon jengkol yang ditanamnya di antara tanaman karet miliknya. Dan, dia akan memperbanyak lagi tanaman jengkolnya mengingat harga getah karet saat ini anjlok. \u201cSekarang saya lagi melakukan pembibitan tanaman jengkol,\u201d kata dia.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Suparno mengatakan, pemahaman petani terhadap jengkol kini sudah berubah. Dari sebelumnya dianggap tak lebih berharga dari karet, petani mulai menanami jengkol biarpun karet tetap dipertahankan.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Memang kata dia, ditahun 2000-an, banyak petani menebangi tanaman jengkolnya karena merasa tanaman karet lebih menguntungkan. Selain itu, tanaman jengkol juga dapat mempengaruhi produksi getah karet, menjadi lebih sedikit dan sebaliknya.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">\u201cMakanya, pemilik tanaman jengkol memilih menebangnya daripada membiarkannya hidup berdampingan dengan tanaman karet. Sebagian petani menjual pohonnya untuk diambil kayunya meskipun harganya sangat murah. Untuk 8-10 pohon jengkol harganya hanya Rp 800.000 saja,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Tapi dengan harga jual jengkol kupas sekarang ini Rp 15.000 per kg di tingkat petani, bertanam jengkol sudah lebih menguntungkan dibanding karet meskipun usia tanam jengkol mulai berbuah paling cepat berumur 7 tahun. \u201cJengkol ini untuk investasi jangka panjang. Artinya, kalau bisa tumpang sari, di saat harga karet cuma Rp 6.750 per kg, kita pilih jengkol lah,\u201d katanya.<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\">Sementara itu, Suep Manto Bangun dari Kelompok Tani Usaha Bersama, di Dusun Damar Itam Desa Mekar Makmur mengatakan, saat ini petani sudah mulai membuat pembibitan tanaman jengkol untuk memenuhi permintaan bibit jengkol yang mulai banyak.&nbsp; \u201cHarapannya, petani bisa tetap mendapatkan untung ketika harga karet rendah. Bisa saling mengisi lah antara jengkol dana karet,\u201d kata Suep. * (<i>iwan<\/i>)<\/p>\n<p style=\"margin-bottom: 20px;\"><i>Sumber:&nbsp;http:\/\/suaratani.com\/news\/headlinenews\/lebih-untung-petani-pun-melirik-jengkol<\/i><\/p>\n<p class=\"mom-social-share ss-horizontal border-box php-share\" data-id=\"285\" style=\"box-sizing: border-box; margin-right: -20px; margin-bottom: -20px; margin-left: -20px; padding: 20px 20px 10px; border-top: 1px solid rgb(234, 234, 234); position: relative;\">\n<p class=\"ss-icon facebook\" style=\"float: left; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; color: rgb(0, 0, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22.4px; background-color: rgb(240, 255, 239);\"><a href=\"http:\/\/suaratani.com\/news\/headlinenews\/lebih-untung-petani-pun-melirik-jengkol#\" style=\"transition: all 0.2s linear; color: rgb(240, 146, 23); outline-style: none; background: transparent;\"><span class=\"icon\" style=\"display: inline-block; line-height: 28px; height: 28px; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-size: 12px; float: left; padding-left: 7px; padding-right: 10px; background: rgb(93, 114, 164);\"><span class=\"fa-icon-facebook\" style=\"font-family: font-awesome; speak: none; line-height: inherit; font-feature-settings: 'liga' 1; -webkit-font-smoothing: antialiased; font-size: 15px; display: inline-block; vertical-align: middle; margin-right: 4px;\"><\/span>Share<\/span><\/a><span class=\"count\" style=\"font-family: Play, sans-serif; -webkit-font-smoothing: antialiased; display: inline-block; line-height: 26px; border: 1px solid rgb(234, 234, 234); text-align: center; color: rgb(55, 60, 67); position: relative; float: left; padding: 0px 9px 0px 6px; font-size: 12px; background: rgb(245, 245, 245);\">0<\/span><\/p>\n<p class=\"ss-icon twitter\" style=\"float: left; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; color: rgb(0, 0, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22.4px; background-color: rgb(240, 255, 239);\"><a href=\"http:\/\/twitter.com\/share?text=Lebih%20Untung,%20Petani%20pun%20Melirik%20Jengkol&amp;url=http:\/\/suaratani.com\/news\/headlinenews\/lebih-untung-petani-pun-melirik-jengkol\" style=\"transition: all 0.2s linear; color: rgb(240, 146, 23); outline-style: none; background: transparent;\"><span class=\"icon\" style=\"display: inline-block; line-height: 28px; height: 28px; text-align: center; color: rgb(255, 255, 255); font-size: 12px; float: left; padding-left: 7px; padding-right: 10px; background: rgb(0, 186, 255);\"><span class=\"fa-icon-twitter\" style=\"font-family: font-awesome; speak: none; line-height: inherit; font-feature-settings: 'liga' 1; -webkit-font-smoothing: antialiased; font-size: 15px; display: inline-block; vertical-align: middle; margin-right: 4px;\"><\/span>Tweet<\/span><\/a><span class=\"count\" style=\"font-family: Play, sans-serif; -webkit-font-smoothing: antialiased; display: inline-block; line-height: 26px; border: 1px solid rgb(234, 234, 234); text-align: center; color: rgb(55, 60, 67); position: relative; float: left; padding: 0px 9px 0px 6px; font-size: 12px; background: rgb(245, 245, 245);\">0<\/span><\/p>\n<p class=\"ss-icon googleplus\" style=\"float: left; margin-right: 10px; margin-bottom: 10px; color: rgb(0, 0, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 22.4px; background-color: rgb(240, 255, 239);\"><a href=\"http:\/\/suaratani.com\/news\/headlinenews\/lebih-untung-petani-pun-melirik-jengkol#\" style=\"transition: all 0.2s linear; color: rgb(240, 146, 23); outline-style: none; background: transparent;\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u200bSuaraTani.com \u2013&nbsp;Langkat| Tahun 2000-an, banyak masyarakat rela menebang pohon jengkolnya karena dianggap tidak bernilai dan mengganggu pertumbuhan karet sebagai komoditas utamanya.&nbsp; Kini, anggapan itu dianggap salah karena naiknya harga jengkol dan disaat yang sama harga karet rendah. Suparno, petani di Dusun Damar Itam Desa Mekar Makmur Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kepada SuaraTani.com, Senin [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[16,502,32,599],"tags":[618,619],"class_list":["post-3805","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-ekonomi-rakyat","category-kearifan-lokal","category-kedaulatan-pangan","category-pertanian","tag-alih-komoditi","tag-petani-pekebun"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3805","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3805"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3805\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3806,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3805\/revisions\/3806"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3805"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3805"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3805"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}