{"id":3282,"date":"2015-09-16T10:00:26","date_gmt":"2015-09-16T03:00:26","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=3282"},"modified":"2015-09-16T10:00:26","modified_gmt":"2015-09-16T03:00:26","slug":"aoi-cetuskan-konsep-sni-multikualitas-beras-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/aoi-cetuskan-konsep-sni-multikualitas-beras-organik\/","title":{"rendered":"AOI Cetuskan Konsep SNI Multikualitas Beras Organik"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/wpid-18-27-39-269560_petani-memotong-batang-padi_663_382.jpg\"><img decoding=\"async\" title=\"18-27-39-269560_petani-memotong-batang-padi_663_382.jpg\" class=\"alignright size-full\"  alt=\"image\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/09\/wpid-18-27-39-269560_petani-memotong-batang-padi_663_382.jpg\" \/><\/a><\/p>\n<p>Aliansi Organis Indonesia (AOI) mengusulkan adanya penerapan sistem standar nasional Indonesia (SNI) beras baru, yakni multikualitas beras organik. Penerapan sistem itu berfungsi untuk membedakan antara beras kualitas umum dan kualitas khusus yang organik.<\/p>\n<p>Direktur AOI, Rasdi Wangsa, optimistis sistem itu bisa meningkatkan kualitas produksi beras organik Indonesia. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan petani, karena harga hasil panen yang bagus.<\/p>\n<p>&#8220;Selain meningkatkan pendapatan penggiling, meningkatkan keuntungan pedagang gabah\/ beras, dan menekan impor beras premium\/ organik, bermanfaat pula untuk konsumen,&#8221; ujarnya dalam helatan\u00a0<em>Bogor Organic Fair<\/em>(BOF) 2015 di GOR Pajajaran Bogor, Sabtu (12\/9).<\/p>\n<p>Rasdi menjelaskan, pencetusan ide SNI multikualitas untuk beras dilatari kondisi petani dan bahan makanan pokok masyarakat di Indonesia. Menurut dia, sistem yang memadai diperlukan untuk menyesuaikan dengan perubahan pola konsumsi beras serta tantangan impor dan potensi beras organik.<\/p>\n<p>SNI multikualitas beras organik, ia menambahkan, juga penting untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Sebab, beras organik berkualitas hasil petani bisa berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan aneka produk organik, terlebih dengan adanya program pangan yang mencanangkan pengembangan 1.000 Desa Organik,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p>AOI mendata, produksi beras nasional mengalami peningkatan selama 20 tahun terakhir, meskipun rata-rata di bawah 3 persen. Pada 2012, produksi beras nasional mencapai 39,1 juta ton dengan konsumsi sekitar 33,4 juta ton; sehingga ada surplus sekitar 5,6 juta ton.<\/p>\n<p>Hambatan produksi beras di antaranya beras diproduksi sebagian besar oleh petani skala kecil. Jumlah rumah tangga petani padi mencapai 15 juta, di mana 75,98 persen memiliki kurang dari 0,5 persen hektare (ha) sawah.<\/p>\n<p>Rata-rata kepemilikan lahan sawah hanya 0,3 ha, sementara sumber daya seperti lahan, air, SDM, pupuk, dan pestisida semakin terbatas dan mahal.<\/p>\n<p>Rasdi menyebutkan, perlu terobosan teknologi untuk meningkatkan produktivitas beras. &#8220;Untuk itu, selain penerapan standar yang baik, konsumen dan petani skala kecil juga harus dilindungi,&#8221; katanya.<\/p>\n<p><em>Sumber: www.republika.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aliansi Organis Indonesia (AOI) mengusulkan adanya penerapan sistem standar nasional Indonesia (SNI) beras baru, yakni multikualitas beras organik. Penerapan sistem itu berfungsi untuk membedakan antara beras kualitas umum dan kualitas khusus yang organik. Direktur AOI, Rasdi Wangsa, optimistis sistem itu bisa meningkatkan kualitas produksi beras organik Indonesia. Sehingga, dapat meningkatkan pendapatan petani, karena harga hasil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[64,527],"class_list":["post-3282","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pertanian-organik","tag-organik","tag-standar"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3282","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3282"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3282\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3283,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3282\/revisions\/3283"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3282"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3282"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3282"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}