{"id":3229,"date":"2015-07-14T19:32:32","date_gmt":"2015-07-14T12:32:32","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=3229"},"modified":"2015-07-14T19:32:32","modified_gmt":"2015-07-14T12:32:32","slug":"35-ha-lahan-kritis-untuk-energi-terbarukan-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/35-ha-lahan-kritis-untuk-energi-terbarukan-2\/","title":{"rendered":"35 Ha Lahan Kritis untuk Energi Terbarukan"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/wpid-6energi-terbarukan-_130118125659-6151.jpg\"><img decoding=\"async\" title=\"6energi-terbarukan-_130118125659-615.jpg\" class=\"alignright size-full\"  alt=\"image\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/07\/wpid-6energi-terbarukan-_130118125659-6151.jpg\" \/><\/a><\/p>\n<p><strong>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan pemerintah daerah Kalimantan Tengah menyiapkan lahan kritis untuk pengembangan bioenergi lestari.<\/strong><\/p>\n<p>Nota kesepahaman ditandatangani pada Senin (13\/7\/2015). Dua kabupaten di Kalimantan Tengah, yaitu Pulang Pisau dan Katingan, akan menjadi wilayah target utama. Selanjutnya, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat akan menjadi target selanjutnya. <\/p>\n<p>&#8220;Total kita siapkan 35.000 hektar lahan untuk proyek ini,&#8221; kata Agustin Teras Narang, Gubernur Kalimantan Tengah.<\/p>\n<p>Lahan tersebut merupakan hutan yang terdegradasi dan area bekas tambang. Beberapa ribu hektar lahan berasal dari bekas konsesi sementara sejumlah lahan lain merupakan lahan milik masyarakat.<\/p>\n<p>Rencananya, lahan itu akan ditanami tumbuhan yang berpotensi menghasilkan biofuel. &#8220;Ada beberapa alternatif seperti jarak pagar, tebu, jagung, macam-macam,&#8221; kata Agustin.<\/p>\n<p>Penanaman akan bekerjasama dengan masyarakat. Dengan demikian, warga lokal juga bisa memetik keuntungan lewat bagi hasil dari penanaman tersebut. Keuntungan yang bisa didapatkan masyarakat akan dibicarakan kemudian.<\/p>\n<p>Agustin mengungkapkan, &#8220;Saat ini kita sedang inventarisasi tanamannya sesuai jenis tanahnya dan yang biasa ditanam oleh masyarakat.&#8221;<\/p>\n<p>&#8220;Kita juga inventarisasi lahannya, mana yang masuk kawasan tambang, mana yang masuk kawasan konservasi, dan lainnya,&#8221; imbuh Agustin. Menurutnya, Kalimantan Tengah secara total sebenarnya punya potensi lahan 20.000 hektar untuk mendukung program energi terbarukan.<\/p>\n<p>Belum ditetapkan kapan program akan dimulai. Namun, Agustin mengatakan segera setelah inventarisasi selesai. <\/p>\n<p>Menteri ESDM, Sudirman Said mengungkapkan, kerjasama dengan pemda Kalimantan Tengah ini merupakan upaya untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan yang saat ini baru sekitar 6 persen. Target Indonesia, tahun 2025, pemakaian energi terbarukan 25 persen.<\/p>\n<p>&#8220;Bergerak dari 6 persen ke 25 persen dalam 10 tahun itu target yang ambisius. Butuh banyak terobosan strategi dan kebijakan,&#8221; kata Sudirman. <\/p>\n<p>Sudirman menuturkan, kerjasama dengan pemerintah daerah adalah salah satu upayanya. Pendanaan untuk perogram kerjasama ini akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jumlahnya akan diketahui setelah inventarisasi. <em>(Yunanto Wiji Utomo)<\/em><\/p>\n<p><em>Sumber: kompas.com <\/em><br \/>\n<em>Ilustrasi foto: www.citizendaily.net<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerjasama dengan pemerintah daerah Kalimantan Tengah menyiapkan lahan kritis untuk pengembangan bioenergi lestari. Nota kesepahaman ditandatangani pada Senin (13\/7\/2015). Dua kabupaten di Kalimantan Tengah, yaitu Pulang Pisau dan Katingan, akan menjadi wilayah target utama. Selanjutnya, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Papua, dan Papua Barat akan menjadi target selanjutnya. &#8220;Total [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,11],"tags":[188,505],"class_list":["post-3229","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advokasi","category-lingkungan","tag-energi-terbarukan","tag-green-planning"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3229","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3229"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3229\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3230,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3229\/revisions\/3230"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3229"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3229"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3229"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}