{"id":3162,"date":"2015-06-15T15:44:56","date_gmt":"2015-06-15T08:44:56","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=3162"},"modified":"2015-06-15T15:44:56","modified_gmt":"2015-06-15T08:44:56","slug":"pedagang-desak-walikota-segera-resmikan-pasar-induk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/pedagang-desak-walikota-segera-resmikan-pasar-induk\/","title":{"rendered":"Pedagang Desak Walikota Segera Resmikan Pasar Induk"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/2015\/06\/15\/pedagang-desak-walikota-segera-resmikan-pasar-induk\/pengunjuk-rasa-di-depan-kantor-walikota\/\" rel=\"attachment wp-att-3163\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignright wp-image-3163 size-medium\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Pengunjuk-rasa-di-depan-kantor-walikota-300x200.jpg\" alt=\"Pengunjuk-rasa-di-depan-kantor-walikota\" width=\"300\" height=\"200\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Pengunjuk-rasa-di-depan-kantor-walikota-300x200.jpg 300w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/06\/Pengunjuk-rasa-di-depan-kantor-walikota.jpg 567w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a>Sekitar 1.500-an pedagang dari Pasar Induk di kawasan Medan Tuntungan berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan, Jumat (12\/6). Para pengunjuk rasa yang memulai aksinya sejak pukul 7 pagi, yang memadati ruas Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Raden Saleh, ini mendesak Walikota Medan Drs. Dzulmi Eldin S, M.Si. agar meresmikan Pasar Induk, sekaligus menertibkan para pedagang yang masih berjualan di kawasan Jalan Sutomo.<\/p>\n<p>Selain terkesan diskriminasi, menurut para pengunjuk rasa, masih adanya pedagang di kawasan Jalan Sutomo itu justru sangat berpengaruh terhadap berkurangnya omset para pedagang yang kini direlokasi ke Pasar Induk. \u201cJadi, kalau mau dipindahkan, ya dipindahkan semualah, digabungkan semua di Pasar Induk, biar adil,\u201d ujar Nurdiana, salah seorang pedagang yang ikut direlokasi ke Pasar Induk.<\/p>\n<p>Kepada <em>Bitranet<\/em>, beberapa pengunjuk rasa menjelaskan, mereka bukan tidak mau direlokasi ke Pasar Induk, tapi sikap mendua pemko yang masih membiarkan pedagang lain berjualan di kawasan Jalan Sutomo justru menimbulkan kecemburuan. Alasan mereka, banyak masyarakat, khususnya masyarakat Medan, lebih memilih berbelanja di Jalan Sutomo karena lebih dekat, ketimbang ke Pasar Induk. Selain itu, para pengunjuk rasa juga menilai, pasar induk yang mereka tempati sekarang ini sebenarnya masih belum memadai untuk mereka tempati karena pembangunan Pasar Induk belum selesai 100%. Untuk itu, para pengunjuk rasa meminta walikota agar secepatnya membenahi Pasar Induk.<\/p>\n<p>Aksi yang sempat ricuh, karena sampai jam 15.30 WIB walikota tidak juga menemui para pengunjuk rasa, ini akhirnya mereda saat Sekda Kota Medan Ir. Syaiful Bahri, M.Si. bersedia menemui para pengunjuk rasa. Saiful menjelaskan, pihak Pemko Medan akan segera meresmikan Pasar Induk pada Rabu (17\/6), dan pemko juga akan menertibkan para pedagang yang masih berjualan di sekitar Jalan Sutomo. \u201cRabu ini kami akan resmikan Pasar Induk, dan kami akan melakukan operasi penertiban untuk pedagang di kawasan Jalan Sutomo. Kami akan lakukan sesegera mungkin. Kalau pun terjadi apa-apa, saya akan mempertanggungjawabkannya dan saya siap dicopot untuk itu,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Usai menyampaikan pernyataan tersebut, Sekda Syaiful pun menyalami para pengunjuk rasa yang kemudian mulai membubarkan diri dengan tenang. <em>(jc)<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekitar 1.500-an pedagang dari Pasar Induk di kawasan Medan Tuntungan berunjuk rasa di depan Kantor Walikota Medan, Jumat (12\/6). Para pengunjuk rasa yang memulai aksinya sejak pukul 7 pagi, yang memadati ruas Jalan Kapten Maulana Lubis dan Jalan Raden Saleh, ini mendesak Walikota Medan Drs. Dzulmi Eldin S, M.Si. agar meresmikan Pasar Induk, sekaligus menertibkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3,16,14],"tags":[485,484],"class_list":["post-3162","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advokasi","category-ekonomi-rakyat","category-small-enterprise-umkm","tag-pedagang","tag-unjuk-rasa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3162","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3162"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3162\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3165,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3162\/revisions\/3165"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3162"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3162"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3162"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}