{"id":2964,"date":"2015-01-28T15:42:18","date_gmt":"2015-01-28T08:42:18","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2964"},"modified":"2015-01-28T15:45:38","modified_gmt":"2015-01-28T08:45:38","slug":"hidup-harus-bermanfaat-bagi-sesama","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/hidup-harus-bermanfaat-bagi-sesama\/","title":{"rendered":"Hidup Harus Bermanfaat Bagi Sesama"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_2965\" style=\"width: 296px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/2015\/01\/28\/hidup-harus-bermanfaat-bagi-sesama\/bu-wah\/\" rel=\"attachment wp-att-2965\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2965\" class=\"wp-image-2965 size-medium\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Bu-Wah-286x300.jpg\" alt=\"Bu Wah sedang menangani pasien dengan teknik akupresur pada salah satu bakti sosial kesehatan di Serdang Bedagai, Desember 2014 lalu.\" width=\"286\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Bu-Wah-286x300.jpg 286w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2015\/01\/Bu-Wah.jpg 376w\" sizes=\"auto, (max-width: 286px) 100vw, 286px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2965\" class=\"wp-caption-text\">Bu Wah sedang menangani pasien dengan teknik akupresur pada salah satu bakti sosial kesehatan di Serdang Bedagai, Desember 2014 lalu.<\/p><\/div>\n<p>Sapaan akrabnya,\u00a0Bu Wah. Profesi sehari-harinya sebagai praktisi pengobat kesehatan alternatif akupresur, sekaligus mengolah tanaman berkhasiat obat di seputar pekarangan rumahnya menjadi obat herbal. Selain pekarangan, untuk memaksimalkan dunia pengobatan alternatif herbal yang digelutinya, perempuan yang lahir di Desa Sukajadi, Perbaungan, 46 tahun silam, ini juga fokus mengolah lahan pertaniannya dengan menanam tanaman palawija dan tanaman berkhasiat obat.<\/p>\n<p>Meskipun cuma tamatan Madrasah Tsanawiyah (setingkat SMP), perempuan yang bernama lengkap Sri Wahyuni ini tak berhenti untuk belajar. Misalnya dengan mengikuti pendidikan akupresur yang diadakan BITRA Indonesia, Asosiasi Pengobat Alternatif Sumatera Utara (APASU), dan Klinik Kesehatan Alternatif Bethesda, Yogyakarta.<\/p>\n<p>Seminggu sekali Bu Wah juga berdiskusi dengan teman-teman seprofesinya yang tergabung di APASU, seperti dengan Pak Iwan, Bu Yanti dan Bu Neneng. Hal ini untuk mengasah pengetahuannya tentang akupresur dan tanaman berkhasiat obat (obat herbal).<\/p>\n<p>Ketertarikan Bu Wah pada akupresur, bermula pada pertemuannya dengan Siska Barimbing (staf BITRA Indonesia), pada tahun 2010 lalu. Ketika itu mereka bertemu dalam diskusi Kelompok Anggrek, salah satu kelompok petani dampingan BITRA Indonesia. Dan ketika anak bungsunya yang sering demam selalu minta dipijat, hal ini membuatnya teringat kembali pada tawaran Siska untuk belajar akupresur. Akhirnya, pada tahun 2011, Bu Wah pun mengikuti pelatihan Akupresur Dasar Angkatan ke-6, di Training Center Sayum Sabah (TCSS), yang diadakan BITRA Indonesia.<\/p>\n<p>Kini, selain melakukan praktek pengobatan pijat akupresur di rumahnya, perempuan <em>single parent<\/em> ini (suaminya telah meninggal dunia) juga meracik obat-obatan sendiri. Berbekal pengetahuan yang didapatnya dari berbagai pendidikan, pelatihan dan diskusi dengan sesama praktisi akupresur. Sudah bermacam tanaman obat yang diolahnya, seperti daun dewa, pegagan, tomat, kol, temu putih, jahe, dll. Biasanya obat-obatan hasil racikannya ini dia salurkan ke pasiennya sendiri, juga ke sesama praktisi akupresur, seperti Pak Noto sekitar 150 bungkus\/minggu.<\/p>\n<p>Selain bergiat di APASU, kelompok Anggrek dan kelompok Sawi Langit, Bu Wah juga rajin mengikuti kegiatan bakti sosial yang diadakan APASU dengan BITRA Indonesia, seperti baksos di Deli Serdang, Serdang Bedagai, dan Langkat. Termasuk baksos untuk pengungsi korban Sinabung di Lau Gumba dan Sumbul, Kabupaten Tanah Karo, tahun lalu. Berbagai kegiatan ini diikutinya karena pengabdiannya sebagai sesama masyarakat.<\/p>\n<p>Dengan belajar akupresur dan pengolahan tanaman berkhasiat obat, Bu Wah selalu optimis menjalani kehidupannya. Apalagi dengan 4 orang anaknya yang mendukung profesinya, yang juga ikut membantunya dalam mengolah tanaman obat. Saat ini, anak sulungnya kuliah di salah satu universitas swasta di Medan, 3 lagi masih sekolah di SMA, SMP, dan SD.<\/p>\n<p>Ke depan, Bu Wah ingin lebih mendalami akupresur dan mempraktekkan pengetahuannya tersebut. Menyikapi kepercayaan masyarakat terhadap praktek akupresur, terutama dari para pasiennya, Bu Wah pun bercita-cita untuk membuka klinik. \u201cHidup memang harus melayani sesama, bermanfaat bagi masyarakat,\u201d ujarnya. (<em>jc<\/em>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sapaan akrabnya,\u00a0Bu Wah. Profesi sehari-harinya sebagai praktisi pengobat kesehatan alternatif akupresur, sekaligus mengolah tanaman berkhasiat obat di seputar pekarangan rumahnya menjadi obat herbal. Selain pekarangan, untuk memaksimalkan dunia pengobatan alternatif herbal yang digelutinya, perempuan yang lahir di Desa Sukajadi, Perbaungan, 46 tahun silam, ini juga fokus mengolah lahan pertaniannya dengan menanam tanaman palawija dan tanaman [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[51],"tags":[116,371],"class_list":["post-2964","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesehatan-alternatif-obat-herbal","tag-kesehatan-alternatif","tag-profil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2964","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2964"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2964\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2969,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2964\/revisions\/2969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2964"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2964"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2964"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}