{"id":2649,"date":"2014-05-28T17:05:06","date_gmt":"2014-05-28T10:05:06","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2649"},"modified":"2014-05-30T13:43:03","modified_gmt":"2014-05-30T06:43:03","slug":"petani-hidupkan-gerakan-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/petani-hidupkan-gerakan-organik\/","title":{"rendered":"Petani Jambi Hidupkan Gerakan Organik"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_2651\" style=\"width: 310px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Bokasi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2651\" class=\"wp-image-2651 size-medium\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Bokasi-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Bokasi-300x225.jpg 300w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/05\/Bokasi.jpg 576w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2651\" class=\"wp-caption-text\">Perbanyakan Trichoderma, sp untuk menanggulangi serangan jamur akar secara alami. |<\/p><\/div>\n<p><span style=\"color: #000000;\">Petani di 20 desa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menghidupkan kembali gerakan bertani secara organik. Gerakan ini berhasil membebaskan mereka dari ketergantungan konsumtif pada berbagai produk pertanian.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Eko Prasetyo, petani Desa Pandan, Kecamatan Geragai, Jumat (4\/4), mengatakan, petani selama ini menghabiskan biaya Rp 3 juta per hektar selama satu kali masa tanam padi atau empat bulan. Uang tersebut digunakan untuk membeli pupuk kimia, pestisida, herbisida, dan fungsisida serta membayar upah buruh tanam.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Setelah kembali pada sistem pertanian organik, Eko menambahkan, tidak hanya efektif memulihkan kesuburan tanah, tetapi juga berhasil menekan biaya produksi hingga lebih dari 90 persen. \u201dSekarang padi sudah menjelang dipanen, tetapi biaya yang saya keluarkan untuk pemupukan dan pembasmian hama baru Rp 98.000,\u201d ujar Eko.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Sejauh ini, petani menerapkan sistem organik secara menyeluruh, mulai dari pengolahan lahan hingga panen. Eko menambah kesuburan tanah dengan menebar kotoran sapi, abu, atau sedikit kapur.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Setelah penyemaian ditanam ke lahan, Eko memanfaatkan bahan alam di sekitar rumah untuk memacu pertumbuhan tanaman serta mengendalikan penyakit dan hama.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">\u201dSebelum disemai, benihnya direndam dengan air sirih semalaman. Tanaman jadi sehat dan tumbuh lebih cepat,\u201d lanjut Eko, yang memanfaatkan kunyit olahan sebagai pengganti insektisida, air kelapa sebagai pengganti herbisida, singkong olahan sebagai pembasmi tikus dan babi, serta urine sapi.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Sejak penggunaan sistem organik, tanamannya tidak mengalami masalah. \u201dBahkan, tikus dan babi tidak lagi mengganggu padi. Hama ini pasti akan mati setelah memakan singkong dengan olahan air kelapa yang disebarkan di sawah,\u201d kata Eko.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Relawan tani dari Lembaga Mitra Aksi, Ngatimin, menambahkan, pola pertanian yang diterapkan selama ini membuat petani konsumtif dan bergantung pada pasar. Pembasmi hama dan penyakit semuanya dari bahan kimia. \u201dPadahal, semestinya petani bisa diberdayakan untuk memproduksi sendiri. Seluruh bahan ada di desa,\u201d ujar dia.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Saat ini, Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur menggagas insentif bagi petani yang tidak mengalihfungsikan sawahnya untuk tanam sawit. Sebanyak 15.000 petani dengan lahan seluas 18.000 hektar masuk program insentif pengembangan pola pertanian organik. Namun, petani tetap dikondisikan jadi konsumtif dengan pupuk organik di pasaran.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><strong><span style=\"color: #000000;\">Kurang produksi<\/span><\/strong><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">Produksi padi di Provinsi Maluku setiap tahun hanya sekitar 180.000 ton gabah kering giling atau sepertiga dari total kebutuhan masyarakat. Salah satu penyebab kurangnya produksi karena alih fungsi lahan potensial menjadi daerah perkebunan.<\/span><br style=\"color: #ffffff;\" \/><br style=\"color: #ffffff;\" \/><span style=\"color: #000000;\">\u201dJumlah produksi padi di Maluku sangat kurang sehingga untuk pemenuhan kebutuhan masih disuplai daerah lain. Maluku belum bisa mencapai swasembada beras seperti diharapkan,\u201d kata Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Diana Padang. (ITA\/FRN\/VDL)<\/span><\/p>\n<p><em>Sumber:\u00a0<a style=\"color: #444444;\" href=\"http:\/\/epaper.kompas.com\/kompas\/books\/140405kompas\/#\/22\/\">http:\/\/epaper.kompas.com<\/a><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Petani di 20 desa di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, menghidupkan kembali gerakan bertani secara organik. Gerakan ini berhasil membebaskan mereka dari ketergantungan konsumtif pada berbagai produk pertanian.Eko Prasetyo, petani Desa Pandan, Kecamatan Geragai, Jumat (4\/4), mengatakan, petani selama ini menghabiskan biaya Rp 3 juta per hektar selama satu kali masa tanam padi atau empat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[382,514],"class_list":["post-2649","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pertanian-organik","tag-jambi","tag-pertanian-organik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2649","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2649"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2649\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2662,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2649\/revisions\/2662"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2649"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2649"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2649"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}