{"id":2555,"date":"2014-03-12T16:43:31","date_gmt":"2014-03-12T09:43:31","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2555"},"modified":"2014-03-13T20:34:56","modified_gmt":"2014-03-13T13:34:56","slug":"pemerintah-jepang-dukung-pusat-pelatihan-ternak-pertanian-organik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/pemerintah-jepang-dukung-pusat-pelatihan-ternak-pertanian-organik\/","title":{"rendered":"Pemerintah Jepang Dukung Pusat Pelatihan Ternak &#038; Pertanian Organik"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/98Peta-Lokasi.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2556 alignright\" alt=\"98Peta Lokasi\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/98Peta-Lokasi.jpg\" width=\"289\" height=\"158\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/98Peta-Lokasi.jpg 602w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2014\/03\/98Peta-Lokasi-300x163.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 289px) 100vw, 289px\" \/><\/a>Pemerintah Jepang telah memutuskan memberikan dana sebesar US$ 91.238 atau setara \u00b1 Rp. 1 Milyar kepada Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia khususnya untuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project (GGP).<\/p>\n<p>Demikian dikatakan Konjen Jepang Yuji Hamada, di kediaman Konjen Jepang, Jalan Cut Nyak Dien, Medan. Menurutnya, program ini merupakan program peningkatan sarana lingkungan dan sosial untuk proyek pembangunan pusat pelatihan terintegrasi ternak sapi dan pupuk organik di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin, serdang Bedagai.<\/p>\n<p>\u201cKerjasama ini merupakan kerjasama yang direalisasikan Pemerintah Jepang dan disampaikan melalui Konsulat Jenderal (Konjen) Jepang di Medan sebagai wujud nyata dari kepedulian masyarakat Jepang terhadap masyarakat Indonesia dibidang lingkungan dan sosial,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Kerjasama ini diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik sehingga masyarakat serta petani di Kabupaten Sergai khususnya dapat menikmati pembangunan tersebut, begitu juga masyarakat serta petani yang lain. Dengan adanya pusat pelatihan ternak sapi dan pupuk organik, pembangunan biogas serta rumah kompos, masyarakat dapat beternak sapi secara baik dan benar. Pemanfaatan limbahnya dapat digunakan untuk pupuk organik padat, pupuk organik cair dan zat perangsang tumbuh (ZPT) yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman dan untuk pengurangan akibat dari\u00a0<em>gas rumah kaca<\/em>. Kesemuanya ini sangat berguna dan bernilai ekonomis bagi peningkatan taraf hidup masyarakat dan petani, sedangkan manfaat lainnya lingkungan menjadi sehat, bersih serta menurunnya emisi gas rumah kaca.<\/p>\n<p>Sementara itu, Bupati Sergai Ir. H. Soekirman, atas nama Pemkab Sergai memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintahan Jepan melalui Konjen Yuji Hamada dan berterima kasih karena ikut berpartisipasi dalam memfasilitasi pembangunan masyarakat petani dan peternak di Kabupaten Serdang Bedagai.<\/p>\n<p>\u201cUntuk itu diharapkan kerjasama ini terus ditingkatkan ke sektor lainnya yang bertujuan untuk memperbaiki taraf kehidupan sosial ekonomi masyarakat di masa mendatang.\u201d Menurutnya, Sebagaimana diketahui negara Jepang sebagai negara yang mempunyai tekhnologi canggih khususnya dibidang <em>organic farm system<\/em>. Oleh karenanya Kabupaten <em>Tanah Bertuah Negeri Beradat<\/em> ini sangat memerlukan dukungan baik ilmu pengetahuan maupun wawasan dari negara tersebut agar dapat diimplementasikan melalui kerjasama dibidang pembangunan.<\/p>\n<p>Ia menghimbau juga kepada BITRA Indonesia agar benar-benar menjalankan program hibah dari Jepang ini agar dapat dipertanggungjawabkan serta dipergunakan sebaik-baiknya demi kemakmuran masyarakat Sergai.<\/p>\n<p>Keprihatinan terhadap degradasi lahan pertanian, menurunnya drastisnya generasi muda yang menekuni bidang pertanian pangan padi untuk mendukung kedaulatan pangan, dan pentingnya sistem pertanian baru yang ramah lingkungan pada kalangan petani, dan untuk meningkatkan perbaikan daerah aliran sungai (DAS), khususnya DAS Ular membuat para pihak seperti NGO BITRA Indonesia, Pemkab Sergai dan juga Konsul Jepang di Medan ingin turut berkontribusi terhadap perbaikannya.<\/p>\n<p>Ketua BITRA Indonesia, Wahyudi, dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa, BITRA Indonesia sendiri telah sejak tahun 1988 bekerjasama dengan organisasi masyarakat sipil Jepang dalam bidang pertanian organik. Dimana 2 orang staf BITRA Indonesia telah belajar selama 1 tahun di <em>Asian Rural Institute<\/em> (ARI), Jepang, dan bekerjasama dengan <em>Asian Comunity Trust<\/em> (ACT) untuk pemberdayaan masyarakat petani di Sergai (waktu itu masih kabupaten Deli serdang), berupa proyek irigasi dan revitalisasi lahan terlantar persawahan.<\/p>\n<p>Menurutnya, hibah yang diberikan ini sangat berharga dan bermanfaat karena untuk merespon isu degradasi lingkungan, serta perlindungan terhadap sumber daya pertanian. Saat ini laju kerusakan lingkungan tidak lebih lambat dari upaya merehabilitasinya. Kerusakan ekologis pada lahan pertanian akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan belum menemukan jalan keluar yang setara untuk memulihkannya. Mitigasi yang dilakukan adalah pengendalian penggunaan bahan-bahan kimia dan merehabilitasi lingkungan dengan menerapkan pertanian organik. Sehingga pembangunan pusat pelatihan ternak ini, salah satu langkah yang diharapkan akan menyumbang terhadap upaya perlindungan sumber daya pertanian.<\/p>\n<p>Diharapkan pusat pelatihan ini menjadi sarana dan prasarana pelatihan beternak sapi secara intensif serta pembuatan pupuk organik bagi peternak dan petani. Mengembangkan model kerjasama yang konstruktif antara BITRA Indonesia dengan Pemkab Sergai.<\/p>\n<p>Hadir dalam acara itu, Konsul Jepang Suzuki, Kepala Bappeda Sergai Ir. H. Taufik Batubara, Kabag Humas Dra. Indah Dwi Kumala, Mewakili Kepala Badan Lingkungan Hidup Provsu, Pembina BITRA Indonesia Prof Ningrum Natasha Sirait, Ketua BITRA Indonesia Wahyudi, Ketua Badan Pengawas BITRA Job Rahmat Purba. (nov|sb)<\/p>\n<p><em>Dikembangkan dari Sumber:\u00a0http:\/\/www.dnaberita.com<\/em><\/p>\n<p><em>Foto: DNA Berita<\/em><\/p>\n<p>============================<\/p>\n<p>Jepang Hibahkan Rp 1 Miliar Dukung Pusat Pelatihan Ternak<\/p>\n<p>Pemerintah Jepang memberikan dana hibah sebesar US$ 91.238 atau lebih kurang Rp 1 miliar kepada Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia khususnya untuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project (GGP).<\/p>\n<p>Manajer Riset, Informasi Komunikasi dan Teknologi BITRA Indonesia Iswan K Putra kepada MedanBisnis (12\/3) di Medan, mengatakan hibah yang diserahkan Konjen Jepang Yuji Hamada, baru-baru ini merupakan program\u00a0 peningkatan sarana lingkungan dan sosial untuk proyek pembangunan pusat pelatihan terintegrasi ternak sapi dan pupuk organik di Desa Mangga Dua, Kecamatan Tanjung Beringin Kabupaten Sergai.<br \/>\n&#8220;Kerja sama ini merupakan wujud nyata dari kepedulian masyarakat Jepang terhadap masyarakat Indonesia di bidang lingkungan dan sosial,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Dikatakannya, kerja sama\u00a0 antara pemerintah Jepang dengan Bitra Indonesia diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga masyarakat serta petani di Kabupaten Sergai, khususnya dapat menikmati pembangunan tersebut. Begitu juga masyarakat serta petani lainnya.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Dengan adanya pusat pelatihan ternak sapi dan pupuk organik, pembangunan biogas serta rumah kompos, masyarakat dapat beternak sapi secara baik dan benar. Karena pemanfaatan limbah\u00a0 ternak sapi dapat digunakan untuk pupuk organik padat, pupuk organik cair dan zat perangsang tumbuh (ZPT) yang dapat dimanfaatkan untuk kesuburan tanaman dan untuk pengurangan akibat dari gas rumah kaca,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ketua Bitra Indonesia, Wahyudi, menyebutkan Bitra Indonesia sejak tahun 1988 bekerjasama dengan organisasi masyarakat sipil Jepang dalam bidang pertanian organik. Dua orang staf BITRA Indonesia telah belajar selama satu tahun di Asian Rural Institute (ARI), Jepang, dan bekerjasama dengan Asian Comunity Trust (ACT) untuk pemberdayaan masyarakat petani di Bedagai, berupa proyek irigasi dan revitalisasi lahan terlantar persawahan.<\/p>\n<p>Dikatakan Wahyudi, hibah yang diberikan sangat berharga dan bermanfaat untuk merespon isu degradasi lingkungan, serta perlindungan terhadap sumber daya pertanian.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Saat ini laju kerusakan lingkungan tidak lebih lambat dari upaya merehabilitasinya. Kerusakan ekologis pada lahan pertanian akibat penggunaan bahan kimia secara berlebihan belum menemukan jalan keluar yang setara untuk memulihkannya,&#8221; sebut pegiat LSM tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>Pembangunan pusat pelatihan ternak, kata dia, sebagai salah satu langkah yang diharapkan dapat menyumbang\u00a0 perlindungan sumber daya pertanian.<\/p>\n<p>Bupati Sergai H Soekirman, atas nama Pemkab Sergai memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintahan Jepang melalui Konjen Yuji Hamada dan menyatakan terima kasih karena ikut berpartisipasi dalam memfasilitasi pembangunan masyarakat petani dan peternak di Kabupaten Sergai.<\/p>\n<p>&#8220;Diharapkan kerja sama ini terus ditingkatkan ke sektor lainnya untuk memperbaiki taraf kehidupan sosial ekonomi masyarakat di masa mendatang,&#8221; ujar Soekirman. <em>(chairul anwar)<\/em><br \/>\n<em>Sumber: Harian Medan Bisnis<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemerintah Jepang telah memutuskan memberikan dana sebesar US$ 91.238 atau setara \u00b1 Rp. 1 Milyar kepada Yayasan Bina Keterampilan Pedesaan (BITRA) Indonesia khususnya untuk wilayah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) melalui program Grant Assistance for Grassroots Human Security Project (GGP). Demikian dikatakan Konjen Jepang Yuji Hamada, di kediaman Konjen Jepang, Jalan Cut Nyak Dien, Medan. Menurutnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[360,361],"class_list":["post-2555","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pertanian-organik","tag-konsul-jepang","tag-pusat-pelatihan-ternak"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2555"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2558,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2555\/revisions\/2558"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2555"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2555"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2555"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}