{"id":2412,"date":"2013-12-11T12:55:04","date_gmt":"2013-12-11T05:55:04","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2412"},"modified":"2013-12-16T10:32:37","modified_gmt":"2013-12-16T03:32:37","slug":"unesco-hutan-sumatera-di-daftar-38-warisan-dunia-yang-terancam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/unesco-hutan-sumatera-di-daftar-38-warisan-dunia-yang-terancam\/","title":{"rendered":"UNESCO: Hutan Sumatera di Daftar 38 Warisan Dunia Yang Terancam"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_2413\" style=\"width: 278px\" class=\"wp-caption alignright\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Gajah-Sumatra.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2413\" class=\"wp-image-2413 \" alt=\"Gajah Sumatera, yang terus kehilangan habitatnya. Foto: Rhett A. Butler   |   \" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Gajah-Sumatra.jpg\" width=\"268\" height=\"178\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Gajah-Sumatra.jpg 425w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/12\/Gajah-Sumatra-300x199.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 268px) 100vw, 268px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2413\" class=\"wp-caption-text\">Gajah Sumatera, yang terus kehilangan habitatnya. Foto: Rhett A. Butler |<\/p><\/div>\n<p>Hutan Hujan Tropis Sumatera di Indonesia masuk ke dalam daftar UNESCO sebagai salah satu dari 38 Warisan Dunia Yang Terancam. Hal ini terungkap lebih jauh dalam sidang World Heritage Committee (WHC) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) di Saint Petersburg, Rusia, 24 Juni hingga 6 Juli 2012.<\/p>\n<p>Dalam sidang ini dibahas seputar upaya untuk menjaga dan melestarikan situs-situs tersebut. Dalam sidang ini, Direktur International Union for Conservation of Nature (IUCN) yang ikut memberi rekomendasi, Tim Badman mengatakan, satu dari sepuluh situs alam warisan dunia dalam keadaan terancam. Situs alam paling terancam terutama yang berada Afrika barat dan tengah, terutama akibat pertambangan minyak dan gas.<\/p>\n<p>Ancaman-ancaman terhadap situs alam dan budaya warisan dunia tersebut, tidak hanya mengancam ekosistem alam tetapi juga budaya yang terkandung di dalamnya, terutama jika terdapat artefak di dalamnya. Jika tidak dapat mengatasi ancaman itu, situs terancam itu akan terlempar dari daftar situs warisan dunia.<\/p>\n<p>Salah satu situs alam warisan dunia yang ada di Indonesia, yakni hutan tropis di Sumatera juga masuk daftar terancam sejak tahun lalu. Anggota delegasi Indonesia dari Direktorat Jenderal Perlindungan Hutan dan Konservasi Kementerian Kehutanan, Nining Ngudi Purnamaningtyas mengatakan, sejak awal ditetapkan sebagai warisan dunia pada tahun 2004, kawasan itu sudah mulai dibayangi persoalan penebangan liar, pembangunan jalan melintasi kawasan konservasi, pertambangan, dan perambahan (perkebunan masyarakat).<\/p>\n<p>\u201cPemerintah sudah mempunyai rencana aksi untuk mengatasi masalah-masalah itu agar situs itu bisa keluar dari daftar terancam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam sesi sidang pada hari Jumat tanggal 29 Juni 2012, misalnya, terungkap pemerintah negara tempat situs budaya, situs alam, dan situs gabungan alam dan budaya warisan dunia berlokasi umumnya menghadapi masalah konflik politik, pertambangan, pencemaran penangkapan ikan, penebangan pohon, hingga kepunahan satwa.<\/p>\n<p>Ancaman itu merusak situs, baik ekosistem alam maupun artefak atau peninggalan sejarah di dalamnya. Masalah yang sama, juga dihadapai oleh hutan hujan tropis di Sumatera.<\/p>\n<p>Menurut deskripsi dari UNESCO, wilayah hutan hujan tropis di Sumatera yang terancam ini meliputi wilayah seluas 2.5 juta hektar yang terdiri dari Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat, dan Taman Nasional Bukit Barisan. Wilayah ini, menurut catatan UNESCO memiliki lebih dari 10.000 jenis tanaman, 200 jenis mamalia, 580 spesies burung (465 jenis adalah resident dan 21 jenis endemik). Dari jenis mamalia yang ada di Sumatera, 22 hanya ditemukan di Asia dan tidak bisa dijumpai di belahan dunia lainnya, 15 diantaranya adaah spesies asli Indonesia, termasuk orangutan Sumatra. Pulau Sumatera, juga menjadi bukti sejarah biologis dari proses evolusi panjang wilayah paparan sunda di wilayah barat Indonesia.<\/p>\n<p>Berikut ini, adalah daftar Warisan Dunia Yang Terancam versi UNESCO:<\/p>\n<p>Afghanistan:\u00a0Cultural Landscape and Archaeological Remains of the Bamiyan Valley (2003),\u00a0Minaret and Archaeological Remains of Jam (2002)<\/p>\n<p>Belize:\u00a0Belize Barrier Reef Reserve System (2009)<\/p>\n<p>Central African Republic (Republik Afrika Tengah):\u00a0Manovo-Gounda St Floris National Park (1997)<\/p>\n<p>Chile:\u00a0Humberstone and Santa Laura Saltpeter Works (2005)<\/p>\n<p>Colombia:\u00a0Los Kat\u00edos National Park (2009)<\/p>\n<p>C\u00f4te d\u2019Ivoire (Pantai Gading):\u00a0Como\u00e9 National Park (2003),\u00a0Mount Nimba Strict Nature Reserve (1992)<\/p>\n<p>Democratic Republic of the Congo (Republik Demokratik Kongo):\u00a0Garamba National Park (1996),\u00a0Kahuzi-Biega National Park (1997),\u00a0Okapi Wildlife Reserve (1997),\u00a0Salonga National Park (1999),\u00a0Virunga National Park (1994)<\/p>\n<p>Egypt (Mesir):\u00a0Abu Mena (2001)<\/p>\n<p>Ethiopia:\u00a0Simien National Park (1996)<\/p>\n<p>Georgia:\u00a0Bagrati Cathedral and Gelati Monastery (2010),\u00a0Historical Monuments of Mtskheta (2009)<\/p>\n<p>Guinea:\u00a0Mount Nimba Strict Nature Reserve (1992)<\/p>\n<p>Honduras:\u00a0R\u00edo Pl\u00e1tano Biosphere Reserve (2011)<\/p>\n<p>Indonesia:\u00a0Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (2011)<\/p>\n<p>Iran:\u00a0Bam and its Cultural Landscape (2004)<\/p>\n<p>Iraq:\u00a0Ashur (Qal\u2019at Sherqat) (2003),\u00a0Samarra Archaeological City (2007)<\/p>\n<p>Jerusalem (Site proposed by Jordan):\u00a0Old City of Jerusalem and its Walls (1982)<\/p>\n<p>Madagascar:\u00a0Rainforests of the Atsinanana (2010)<\/p>\n<p>Mali:\u00a0Timbuktu (2012),\u00a0Tomb of Askia (2012)<\/p>\n<p>Niger:\u00a0Air and T\u00e9n\u00e9r\u00e9 Natural Reserves (1992)<\/p>\n<p>Palestina:\u00a0Birthplace of Jesus: Church of the Nativity and the Pilgrimage Route, Bethlehem(2012)<\/p>\n<p>Panama:\u00a0Fortifications on the Caribbean Side of Panama: Portobelo-San Lorenzo (2012)<\/p>\n<p>Peru:\u00a0Chan Chan Archaeological Zone (1986)<\/p>\n<p>Senegal:\u00a0Niokolo-Koba National Park (2007)<\/p>\n<p>Serbia:\u00a0Medieval Monuments in Kosovo (2006)<\/p>\n<p>Tanzania:\u00a0Ruins of Kilwa Kisiwani and Ruins of Songo Mnara (2004)<\/p>\n<p>Uganda:\u00a0Tombs of Buganda Kings at Kasubi (2010)<\/p>\n<p>United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland (Inggris Raya):\u00a0Liverpool \u2013 Maritime Mercantile City (2012)<\/p>\n<p>United States of America (Amerika Serikat):\u00a0Everglades National Park (2010)<\/p>\n<p>Venezuela:\u00a0Coro and its Port (2005)<\/p>\n<p>Yemen:\u00a0Historic Town of Zabid (2000)<\/p>\n<p><em>Sumber tulisan &amp; foto:\u00a0http:\/\/www.mongabay.co.id<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hutan Hujan Tropis Sumatera di Indonesia masuk ke dalam daftar UNESCO sebagai salah satu dari 38 Warisan Dunia Yang Terancam. Hal ini terungkap lebih jauh dalam sidang World Heritage Committee (WHC) United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) di Saint Petersburg, Rusia, 24 Juni hingga 6 Juli 2012. Dalam sidang ini dibahas seputar upaya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[322,56],"class_list":["post-2412","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-lingkungan","tag-ancaman-deforestasi","tag-hutan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2412"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2418,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2412\/revisions\/2418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}