{"id":2305,"date":"2013-10-29T20:53:57","date_gmt":"2013-10-29T13:53:57","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2305"},"modified":"2013-11-07T09:41:16","modified_gmt":"2013-11-07T02:41:16","slug":"pengontrak-jalan-pemerintah-desa-air-hitam-kurang-bertangungjawab","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/pengontrak-jalan-pemerintah-desa-air-hitam-kurang-bertangungjawab\/","title":{"rendered":"Pengontrak Jalan &#038; Pemerintah Desa Air Hitam Kurang Bertangungjawab"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_2307\" style=\"width: 265px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Jalan-Air-Hitam.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-2307\" class=\" wp-image-2307 \" alt=\"Foto: http:\/\/kabarlabura.com\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Jalan-Air-Hitam.jpg\" width=\"255\" height=\"192\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Jalan-Air-Hitam.jpg 319w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/10\/Jalan-Air-Hitam-300x225.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 255px) 100vw, 255px\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-2307\" class=\"wp-caption-text\">Foto: http:\/\/kabarlabura.com<\/p><\/div>\n<p>Jalan yang di kontrakan di Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong menuju ke kota kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tidak penuhi harapan masyarakat karena di sepanjang badan jalan kini berlubang cukup dalam. Lubang bertambah parah saat musim hujan tiba, jalan berubah menjadi kubangan. Lain lagi ceritanya bila musim panas atau kemarau, debu berterbangan sehingga mengganggu penduduk sekitar dan pengangkutan hasil pertanian masyarakat.<\/p>\n<p>Jalan yang di kontrakan sepanjang 20 km pada tahun 2010 ini akan berakhir kontraknya pada tahun 2015. Jalan ini dikontrakkan oleh desa kepada seorang pengusaha yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Labura. Kedua belah pihak seperti tutup mata dengan keadaan jalan tersebut. Padahal setiap truk pengangkut tandan bauh segar (TBS) sawit yang melintas jalan di kutip retribusi sebesar Rp 125,000,-. Sedikitnya 30 truk yang melintas jalan tersebut setiap harinya. Jika dihitung maka akan keluar aknga, sedikitnya 112 juta rupiah uang yang diraup perbulannya oleh pihak pengontrak dari hasil kutipan retribusi tersebut.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pihak pengelola berjanji akan memperbaiki jalan dengan baik. Kesepakatan yang ditandatangani dalam perjanjian kerjasama kontrak mestinya sebahagian besar hasil dari restribusi akan digunakan untuk perbaikan jalan. Namun kenyataannya hanya sebagian kecil uang yang di alokasikan untuk perbaikan jalan.<\/p>\n<p>\u201cMasyarakat masih mempunyai harapan besar ada niat baik dari pihak pengelola atau pemerintah Labuhanbatu Utara agar segera meperbaiki jalan tersebut, karena jika jalan tidak kunjung diperbaiki maka akan merugikan pihak petani, karena harga sawit akan jatuh\u201d, ungkap salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya.<\/p>\n<p>Berbeda dengan yang dikatakan Gendon, salah satu agen sawit, \u201ckami resah dengan keadaan jalan yang semakin hari semakin parah rusaknya, yang mengakibatkan truk pengangkut TBS kami <i>terpuruk<\/i> dan rusak . Kalau hal ini tidak diatasi maka kasihan petani dan kamipun agen sawit ikut merugi.\u201d Katanya dengan rasa kesal.<\/p>\n<p>Sebelum jalan desa Air Hitam di kontrakan pada pihak ketiga, masyarakat berswadaya untuk memperbaiki jalan tersebut, tetapi pada tahun 2010 yang lalu, pemerintah desa mengambil kebijakan dengan mengontrakkan jalan tersebut dengan harapan jalan akan lebih baik dari sebelumya. Namun kenyataannya kini jalan justru sebaliknya, semangkin rusak. Pemerintah desa kini seakan <i>cuci tangan<\/i> dengan keadaan jalan tersebut dan tidak melakukan tindakan atau sanksi apapun terhadap pihak pengelola\/pengontrak. (<i>AP \u00a0\u2013 Jurnalis Warga dari Kualuh Leidong<\/i>)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jalan yang di kontrakan di Desa Air Hitam, Kecamatan Kualuh Leidong menuju ke kota kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) tidak penuhi harapan masyarakat karena di sepanjang badan jalan kini berlubang cukup dalam. Lubang bertambah parah saat musim hujan tiba, jalan berubah menjadi kubangan. Lain lagi ceritanya bila musim panas atau kemarau, debu berterbangan sehingga mengganggu penduduk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[201,18],"tags":[293],"class_list":["post-2305","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jurnalis-warga","category-pedesaan","tag-jalan-pedesaan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2305","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2305"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2305\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2309,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2305\/revisions\/2309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2305"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2305"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2305"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}