{"id":222,"date":"2011-06-04T03:29:23","date_gmt":"2011-06-04T03:29:23","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/bitra\/?p=222"},"modified":"2011-06-04T03:29:23","modified_gmt":"2011-06-04T03:29:23","slug":"penghuni-areal-bandara-kuala-namun-kian-terjepit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/penghuni-areal-bandara-kuala-namun-kian-terjepit\/","title":{"rendered":"Penghuni Areal Bandara Kuala Namun Kian Terjepit"},"content":{"rendered":"<p><font color=\"#FF0000\"><a href=\"index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=342:penghuni-areal-bandara-kuala-namun-kian-terjepit&#038;catid=34:advokasi&#038;Itemid=73\">Pembangunan Bandara Kuala Namu<\/a> | <a href=\"index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=342:penghuni-areal-bandara-kuala-namun-kian-terjepit&#038;catid=34:advokasi&#038;Itemid=73\">Duka Masy. Korban<\/a><\/font><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"caption\" src=\"images\/stories\/gemeng2.jpg\" border=\"0\" title=\"Seorang warga dan kebun jagungnya sebelum dibuldoser\" hspace=\"4\" vspace=\"4\" width=\"215\" height=\"161\" align=\"left\" \/><font color=\"#0000FF\"><strong>Posisi<\/strong><\/font> warga Desa Pasar VI, Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, kian terjepit, bahkan terancam kelaparan, menyusul dilakukannya penggusuran lahan pertanian warga seluas 1 hektar, oleh pihak Bandara Kuala Namu. <\/p>\n<p>Ketua Kerukunan Warga Masyarakat Lemah (KWML), Suhelman, didampingi BITRA Indonesia, kepada wartawan\u00a0 mengatakan, setidaknya 2 ton jagung terbuang percuma setelah panen paksa yang dilakukan PT Angkasa Pura II melalui Kantor Cabang Bandara Polonia dan Project Implementation Unit Pembangunan Bandar Udara Kuala Namu pada 15-16 Mei 2001 lalu.<\/p>\n<p>Pantauan wartawan, sebagian warga menjemur jagung-jagung yang mungkin masih bisa dijual dengan cara mengeringkannya di depan rumah. Tapi, hampir dipastikan 1 ton jagung jenis hybrida-biasa digunakan untuk pakan ternak-dalam keadaan membusuk. Dan warga juga tak yakin apakah sisanya bisa laku di pasaran.<\/p>\n<p>&#8220;Saat digusur, usia jagung masih begitu muda, sekira 2,5 bulan. Saya tidak tahu harus bagaimana lagi, katanya. Dengan keadaan saat ini, lanjut Suhelman, warga kian frustasi karena bercocok tanam merupakan cara terakhir yang bisa mereka lakukan untuk bertahan hidup.<\/p>\n<p>Sutiyani adalah korban pertama. Di lahan seluas 7 hektare miliknyalah penggusuran dimulai, dan berlanjut ke lahan-lahan di sekitarnya. &#8220;Ada 7 beko yang menggusur lahan-lahan jagung kami,&#8221; tandasnya. Saat penggusuran, warga hanya bisa melihat, dan beberapa lainnya memberanikan diri menyelamatkan pokok-pokok jagung yang sudah rusak.<\/p>\n<p>Menyusul, Fitriadi (36), yang 15 rante lahan jagung miliknya rata dengan tanah pada hari eksekusi itu mengatakan, sebelum hari eksekusi, warga sudah mengatakan kepada petugas proyek agar penggusuran setidaknya dilakukan setelah panen, yakni saat jagung berusia 3,5 bulan. Tapi petugas mengabaikannya.<\/p>\n<p>Menurut warga lain, Sugimin (56) apa yang dilakukan pelaksana proyek Bandara Kuala Namun telah melanggar HAM. &#8220;Sejak tahun 1999, kehidupan kami makin sulit. Kalau kami dilarang bercocok tanam, kami akan menjadi gelandangan apabila hak tinggal dan mencari nafkah dilarang,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sedikitnya 40 KK yang masih berada di lokasi proyek meminta pemerintah merelokasi mereka ke tempat yang layak. Meskipun Komisi Nasional Hak Asasi Manusia juga telah menyatakan telah terjadi pelanggaran HAM terhadap warga pada tahun 2009, namun belum ada langkah konkret yang dilakukan pemerintah.<\/p>\n<p>Sujono, masyarakat yang dituakan di daerah tersebut\u00a0 mengatakan bahwa pembangunan proyek bandara ini juga dinilai tidak ramah terhadap lingkungan. Hal ini terlihat dari banyaknya tanah di sekitar lahan dikorek. &#8220;Bencana akan sering timbul jika tanah terus dikorek di daerah lahan. Tidak hanya itu, proyek ini akan terus menekan warga karena menurut mereka jika warga dapat ditekan dan diusir maka tidak aka nada dana yang dikeluarkan sebagi ganti rugi,&#8221; tutur Jono.<\/p>\n<p>Komnas berkesimpulan kasus ini tidak dapat diselesaikan melalui mediasi, maka presiden diminta mengambil langkah untuk merelokasi 40 KK yang masih berada di lahan bandara ke tempat yang status hukumnya pasti.(in\/sc)<\/p>\n<p><em>Sumber: www.sumutcyber.com<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pembangunan Bandara Kuala Namu | Duka Masy. Korban Posisi warga Desa Pasar VI, Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Deli Serdang, kian terjepit, bahkan terancam kelaparan, menyusul dilakukannya penggusuran lahan pertanian warga seluas 1 hektar, oleh pihak Bandara Kuala Namu. Ketua Kerukunan Warga Masyarakat Lemah (KWML), Suhelman, didampingi BITRA Indonesia, kepada wartawan\u00a0 mengatakan, setidaknya 2 ton jagung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-222","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-advokasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=222"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/222\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=222"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=222"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=222"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}