{"id":2156,"date":"2013-09-04T13:01:54","date_gmt":"2013-09-04T06:01:54","guid":{"rendered":"http:\/\/bitra.or.id\/2012\/?p=2156"},"modified":"2013-09-04T13:03:29","modified_gmt":"2013-09-04T06:03:29","slug":"penggunaan-lahan-untuk-pertanian-organik-meningkat-tajam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/penggunaan-lahan-untuk-pertanian-organik-meningkat-tajam\/","title":{"rendered":"Penggunaan Lahan untuk Pertanian Organik Meningkat Tajam"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/Padi-Alami.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2157  alignleft\" alt=\"Padi-Alami\" src=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/Padi-Alami.jpg\" width=\"222\" height=\"175\" srcset=\"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/Padi-Alami.jpg 317w, https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-content\/uploads\/2013\/09\/Padi-Alami-300x236.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 222px) 100vw, 222px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Semakin banyak lahan di seluruh dunia digunakan untuk pertanian organik. Worldwatch Institute mengatakan, sejak tahun 1999, luas lahan ini meningkat lebih dari tiga kali lipat, mencapai 37 juta hektar.<\/p>\n<p>Peneliti Worldwatch Institute, Laura Reynolds, salah seorang penulis laporan baru tentang perkembangan pertanian organik mengatakan, \u201cPertanian organik adalah budidaya bertanam tanpa menggunakan bahan-bahan kimia, seperti pestisida atau pembunuh hama dan pupuk. Sebagai pengganti bahan kimia itu, digunakan teknik alami, seperti menanam secara bergilir dan menyebarkan pupuk ke lahan dan menanam tanaman yang akan mengantar gizi kembali ke tanah secara alami, daripada menggunakan bahan kimia.\u201d<\/p>\n<p>Ia mengatakan, ada segi keuntungan bagi kesehatan umum dan\u00a0 lingkungan. \u201cHasil pertanian organik mengantarkan lebih sedikit pestisida dan kimia ke dalam makanan kita, dan juga ke diri petani\u00a0 yang\u00a0 menanam tanaman pangan itu. Juga memberi keuntungan ekonomi bagi petani yang menanam secara organik, karena\u00a0 mereka bisa menjualnya lebih mahal jika tanaman pangan itu diberi sertifikat organik,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Tim peneliti di Universitas Stanford tahun lalu mengatakan, tidak menemukan bukti kuat, kalau makanan organik lebih bergizi atau lebih sedikit berisiko terhadap kesehatan daripada tanaman pangan yang diolah secara biasa. Penemuan itu berdasarkan pada penelitian sebelumnya mengenai tanaman organik.<\/p>\n<p>Reynolds menambahkan, \u201cSaya setuju bahwa tanaman organik tidak mengubah kandungan protein bagi makanan tertentu, mungkin bagi sereal. Itu bukan tujuan utama menanam secara organik. Kalau kita melihat unsur-unsur kimia dan racun yang terkandung di dalam makanan, pasti ada perbedaan besar. Jadi, kalau kita mendapat semua protein itu, tetapi kita juga memakan zat kimia yang dikandungnya, itulah gambaran keseluruhannya. Temuan saya adalah, laporan itu\u00a0 meneliti unsur yang sangat kecil\u00a0 pada makanan organik.&#8221;<\/p>\n<p>Worldwatch Institute mengatakan, sebagian besar kawasan Oceania mempunyai lahan pertanian yang terdaftar organik \u2013 lebih dari\u00a0 12 juta\u00a0 hektar membentang di Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik.\u00a0 Berikutnya, Eropa dengan 10 juta hektar, diikuti Amerika Latin dengan\u00a0 8,4 juta hektar. Asia menyediakan lahan seluas 3 juta hektar untuk pertanian organik dan Afrika sekitar satu juta hektar.<\/p>\n<p>Sementara itu, Rasdi Wangsa, Direktur Program Aliansi Organis Indonesia (AOI) dalam edaran emailnya hari ini (04\/09\/2013) mengemukakan, justru total <i>luas area pertanian Indonesia tahun 2012<\/i> adalah 213.023,55 Ha, <i>menurun 5%<\/i> dari tahun sebelumnya (2011). &#8220;Angka tersebut termasuk luas area (lahan) pertanian organik yang disertifikasi (organik dan konversi), dalam proses sertifikasi, dijamin PAMOR dan tanpa sertifikasi.<\/p>\n<p>Menurut data yang dilansir AOI, ada 4 tipe area atau lahan pertanian organik di Indonesia, yakni, area tersertifikasi seluas 62.127,82 Ha, Area dalam proses sertifikasi 1.382,88 Ha, Area dengan sertifikasi Penjamin Mutu Organik (PAMOR), semacam sertifikasi mandiri oleh petani yang dijamin dengan kelompok PAMOR 50,79 Ha dan area\/lahan pertanian organik tanpa sertifikasi seluas 149.462,06 Ha.<\/p>\n<p>Penelitian itu mengatakan, Amerika tertinggal di belakang negara-negara lain, dalam melakukan cara-cara bertanam yang berkesinambungan ini. Namun penjualan makanan organik di Amerika meningkat tajam, mencapai 31,5 milyar dolar pada tahun 2011.<\/p>\n<p>Untuk mendapatkan sertifikat organik, petani harus menjaga ketat cara mereka menanam. Banyak larangan atau birokrasi yang terlibat dan prosesnya bisa mahal.<\/p>\n<p>Worldwatch Institute melaporkan bahwa produksi pangan yang berkesinambungan akan menjadi semakin penting di negara-negara berkembang, karena sebagian besar pertumbuhan penduduk terpusat di negara-negara termiskin di dunia. <em>(ed: Iswan K)<\/em><\/p>\n<p><em>Diolah dari sumber: http:\/\/organicindonesia.org yang merujuk pada sumber utama www.voaindonesia.com.<\/em><\/p>\n<p><em>Foto: http:\/\/green.kompasiana.com | Komarudin Ibnu Mikam<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semakin banyak lahan di seluruh dunia digunakan untuk pertanian organik. Worldwatch Institute mengatakan, sejak tahun 1999, luas lahan ini meningkat lebih dari tiga kali lipat, mencapai 37 juta hektar. Peneliti Worldwatch Institute, Laura Reynolds, salah seorang penulis laporan baru tentang perkembangan pertanian organik mengatakan, \u201cPertanian organik adalah budidaya bertanam tanpa menggunakan bahan-bahan kimia, seperti pestisida [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[29],"tags":[287,514],"class_list":["post-2156","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-pertanian-organik","tag-lahan","tag-pertanian-organik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2156","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2156"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2156\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2159,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2156\/revisions\/2159"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2156"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2156"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bitra.or.id\/2012\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2156"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}